Batik Dawisku, Batikmu Apa?

Batik Indonesia akhirnya resmi diakui UNESCO per 2009 lalu.
...dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda
Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural
Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah
(Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tentang Warisan
Budaya Tak-benda di Abu Dhabi.(ulasan selengkapnya, disini)

BATIK INDONESIA
Yang masih menyisakan bahan diskusi lebih lanjut adalah, batik yang
diakui ini, apakah Batik Jawa? Batik Minangkabau? Batik Madura?
Bahkan Batik Jawa sendiri pun masih memliki banyak corak/motif khas
yang tidak bisa disamakan.
Ada Batik Lasem, Batik Semarangan. Pekalongan, dan sebagainya.

Bagaimanapun, setelah 3 th berselang sejak tanggal pengakuan resmi
UNESCO (2 Oktobr, 3th lalu), marilah kita berasumsi baik dulu. Bahwa,
apa yang diakui UNESCO, adalah Batik Indonesia.
Batik Indonesia dengan segala kekayaan coraknya.
Batik Indonesia dengan ragam sejarahnya, dimana Lasem dan Pekalongan,
hanya sedikit contoh dari banyak sejarah batik lainnya.
Batik Indonesia dengan penggemar dan pemakainya masing-masing.


BATIKKU
Bagaimana dengan aku?
Apakah Sasak punya batik juga?
Setelah menggoogling sebentar, Nusa Tenggara Barat memang sedang
mengembangkan satu pola batik baru. Yaitu, Batik Sasambo.
Dimana pola/coraknya menggambarkan penggabungan 3 suku besar di NTB,
yaitu Sasak, Samawa dan Mbojo.
Jadi, suku Sasak memang tidak menggunakan istilah batik secara khusus.
Meski tentu saja memiliki beberapa pola/corak tenun tradisional
sendiri. Songket, istilah ini lebih lekat dan diteruskan turun temurun
di keluarga asli Sasak.
Istilah yang belakangan aku ketahui, lebih terkenal dan lekat pada
Songket Palembang, misalnya.

7th terakhir tinggal dan bekerja di Semarang, aku masih tidak terlalu
memahami batik.
Apalah lagi corak dan sejarah masing-masing polanya.
Aku cenderung mengingat, bahwa batik adalah coklat..:D
Satu pemahaman yang sangat keliru pastinya. Sayang sekali, batik Dawis
(Dasa Wisma) dilingkungan, kebetulan memilih warna kombinasi merah
kecoklatan..:P

Tapi, di tahun ke3 perayaan Hari Batik Nasional (yang mengacu pada
tanggal pengakuan UNESCO tersebut diatas), aku tergerak untuk lebih
dekat dengan batik.
Minimal, jika misalnya tulisannku ini bisa menang di
#LigaBloggerIndonesia DotSemarang, hal pertama yang akan aku beli
adalah Batik Biru.


DAILYS BATIK
Bagian ini, khusus menjawab tantangan lomba #LigaBloggerIndonesia.
Catching everyone whos wearing batiks on the street!
Tadinya cukup sulit juga menemukan orang-orang yang menggunakan batik. Dan halllo...Aku tinggal di Semarang. Satu-satunya tempat dimana kita bisa temukan batik setiap hari adalah PASAR.
Aku cukup beruntung. Di Banyumanik, ada 2 pasar tradisional besar, yaitu Pasar Damar dan Pasar Jati.
Tak harus menunggu lama untuk dapatkan candid pose. Cukup nyambi beli bahan masakan harianku, bisa juga dapatkan beberapa batik yang beredar di pasar :D

2 ibu sedang menawar dilapak buah, Pasar Damar. Batik jumputan/sablon dan cetak
Seorang ibu keluar dari lapak alat2 & makanan burung di Pasar Jati

Bapak sedang menunggu anaknya main odong2, juga jahitan. Pasar Jati

Keberuntunganku lainnya, bapak pemilik warung pojok di Pasar Jati, pas sedang memakai salah satu koleksi batiknya. Terima kasih y Pak..Sudah boleh aku ambil fotonya ^_^
Pas butuh foto, pas sedang depan warung pojoknya.

Karena aku tidak paham corak batik, jadi aku juga tidak tahu batik ini bercorak apa :D



Untuk dress batik, jamak digunakan di acara-acara semi formal - formal. Undangan pesta perkawinan, misalnya. Beberapa kantor swasta/negeri besar, juga mewajibkan pemakaian batik di satu hari kerjanya. Sayang, di Banyumanik tidak ada kantor swasta besar. Walaupun ada, biasanya hari batik adalah hari Jumat.
Kalau menunggu sampai Jumat, terlalu mepet dengan deadline lomba.
Baiklah, Kamis ini, kalian sedang memakai batik apa?

8 comments:

Linda Leenk said...

Batik...
Untungnya punya banyak...
Dan masih ingin. Beli lagi XD

BunSal said...

@Linda..Percaya...^_^
Nulis lagi, aku ngecim yg biru kuning lo yaaa...:P

Kristin Rara said...

i like batik...
;) sayangilah produk lokal \(^ ^)/

Agus Slamet said...

Bu, aku tukokke batik ji yo bu..
Heeeeeeeeeeeeeeeee..

Etsa Rahayu said...

Saya usahakan besok pagi pakai batik deh Bu.
Biar Bu Nanik dapet tambahan foto lagi.

Rinto said...

Bunda, sudah masak belum?
Jangan ngeblog terus...:D

Awan satriadi, ST. said...

Gimana dengan patennya batik? siapa yang punya hak patennya sekarang?

taufan said...

Batik indonesia sudah dibuatkan aplikasi oleh pemuda indonesia sehingga ia mendapatkan muhammad bakrie award... karena itu batik indonesai sulit akan disabotase oleh orang luar... Asli indonesia Batik..

Recent

recentposts

Random

randomposts