Semarang kerap dijuluki Little Asia. Julukan ini bahkan pernah dijadikan logo kota ini. Selain Little Asia, ibukota provinsi Jawa Tengah ini juga disebut kota Atlas. Dua nama yang sedikit banyak menggambarkan kondisi Semarang sendiri.

Berkemah di kawasan pegunungan, juga digemari sebagai wisata keluarga.


Sebagai Little Asia, kota ini memiliki warga yang sangat majemuk, layaknya negara-negara di benua Asia. Sebegitu beragamnya, saya justru kesulitan menyebutkan berapa banyak tepatnya suku bangsa yang ada di kota ini. Demikian juga dengan keberagaman adat, budaya, serta agama. Masing-masingnya pun memikili hari istimewa, untuk mempertunjukkan kekhususan mereka.

Gambaran ini terjadi pula pada eksistensi wisata Semarang. Destinasi wisata di kota ini terhitung super komplit. Sebut saja inginkan apa, rasanya semua sudah tersedia.

Mungkin hanya menyisakan kurangnya beberapa jenis wisata petualangan ekstrim. Misalnya, destinasi wisata surfing atau eksplor spot alami seperti pendakian gunung, juga eksplorasi air terjun serta gua alam.

Tapi tenang , jika itu wisata keluarga, Se termasuk menyediakan lengkap berbagai destinasi wisata ini. Jenis wisata yang bisa dikunjungi beramai-ramai. Mau satu keluarga, satu RT, bahkan satu kampung pun ada.

Pilihan di sini juga lengkap. Baik dari yang menggunakan transportasi umum, sampai pribadi. Beberapa destinasi, bahkan bisa dicapai, cukup dengan berjalan kaki. Mengapa? Karena lokasi mereka yang berada dekat dari pemukiman warga.

Ini nih, beberapa destinasi wisata keluarga yang dekat dari pemukiman warga Semarang.

Pertama, kawasan Semarang Selatan. Di sini, ada komplek Vihara Watugong. Lokasinya di sisi ruas jalan raya Semarang Jogja. Untuk yang suka joging, vihara ini bisa dicapai dari kompleks Perumnas Banyumanik, misalnya.

Kedua, kawasan Semarang Barat. Saya ingin menyebutkan dua destinasi di area ini. Yakni, Vihara Sam Poo Kong dan Museum Ronggo Warsito. Keduanya berada di jalur utama kota, dan praktis dilalui banyak jenis angkutan kota. Bahkan berdekatan pula dengan spot wisata lainnya, alias satu jalur angkot.

Ketiga, mungkin tidak saya sebutkan spesifik seperti dua wilayah di atas. Namun, lokasinya juga berada di pusat keramaian kota. Ada Lawang Sewu, Kota Lama, juga destinasi-destinasi 'basah', alias kolam-kolam renang.

Sebagian kecil contoh destinasi wisata di atas, juga menyediakan kuliner kesukaan anak-anak. Mungkin memang tidak selengkap di food court. Minimal, anak-anak bisa kenyang dan puas eksplor selama berada di lokasi wisata ini.

Untuk yang kangen kuliner khas Semarang seperti petis kangkung, tahu gimbal, wingko babat, atau lumpia, hampir selalu ada juga di destinasi-destin asi ini. 
S
 kapan mau ajak saya keliling Semarang? Hyuuuukkkk..

1 Comments