Lombok dan Gunung Rinjani telah eksis menjadi satu kesatuan destinasi wisata. Apalagi bagi traveller yang hobinya mendaki gunung. Keduanya menjadi wajib kunjung. Ketika ke Gunung Rinjani, eksplor Lombok adalah wajib. Demikian juga sebaliknya.

Nah, tulisan ini, contekan buat kamu yang sedang punya rencana datang dan menargetkan mencapai Puncak Anjani. Titik tertinggi gunung cantik ini di ketinggian 3726 mdpl. Tapi, contekan ini khusus untuk spot-spot foto, berlatar Gunung Baru Jari. Sering disebut publik sebagai ‘anaknya’ Rinjani.

Membidik siluet Rinjani dari Sekolah Alam Rinjani di Desa Sembalun. Dokpri

Tepatnya, di satu pendakian, sebaiknya kamu berfoto di spot mana. Jadi, satu kesempatan terbaikmu mendaki Rinjani, bisa memiliki foto-foto terbaik. Well, sebagian yang angle-nya pas, bahkan mungkin bisa jadi foto yang viral.

Ini Dia 4 Spot Foto Terbaik Di Rinjani


Pendakian terakhir saya ke Gunung Rinjani inshaAllah di tahun 2001, duluuu. Namun, dua jalur pendakian utama yakni di desa Sembalun dan desa Senaru, sudah cukup saya kenal. Saat itu, bahkan saya sudah berani memandu melalui dua jalur ini. Jadi, spot-spot foto yang saya rekomendasikan di sini, ya utamanya berdasar dari pengalaman mendaki pribadi tersebut.

1. Latar Piramida Gunung Baru Jari di Puncak Anjani 

Spot foto ini, buat saya, bak prasasti. Abadi di kenangan dan selalu menjadi bahan saya, menyemangati siapa pun untuk mendaki gunung cantik ini. Apalagi kalau tinggal di Lombok. Sering saya gunakan kalimat, ‘Setidaknya mendakilah sekali seumur hidup, dan wajibkan untuk sampai ke puncaknya’. Mengapa wajib dan harus ke puncak?

See, piramid cantik, hadiah terbaik 'muncak'. Cred. IG dulrinjani.

Yang utama, ya kesempatan sekali seumur hidup, menyaksikan siluet piramida yang selimuti Gunung Baru Jari dan Danau Segara Anak. Nyontek istilah anak jaman now, ‘Indahnya bikin nangis’. Di saya, tahun 1995 dulu, saya menyaksikan lingkar pulau Lombok di batas pandang. Di kejauhan, selat Lombok di sisi barat dan selat Alas di sisi timur. Samar, ujung terluar pulau Bali dan pulau Sumbawa membayang. MashaAllah. Rezeki pemandangan alam terindah di hidup saya.

Mbak cantik Jodi juga sudah sampai Puncak Anjani Rinjani. Kamu kapan? Cred. Ig jodileewarwick

Untuk kamu pendaki pemula, jalur pendakian demi dapatkan foto terbaik ini, sebaiknya mulai di Desa Sembalun, camp semalam di Danau Segara Anak, lalu kembali melalui Desa Senaru. Di samping foto keren ini, kamu juga bisa mendapatkan kesempatan berfoto viral yang nomor tiga dan empat. Pastinya juga eksplor air terjun, serta pantai Lombok yang eksotis.

2. Gunung Baru Jari di Rule of Third

Khusus spot ini, belum pernah saya saksikan langsung. Namun, teman-teman pendaki, berkenan membagikan foto trip personal mereka. Ada dua jalur untuk dapatkan spot foto ini. Satu melalui desa Aik Berik di Lombok Tengah. Yang kedua, melalui desa Timba Nuh di Lombok Timur. Sayangnya, dua jalur ini tidak bisa membuat kamu nge-camp di Danau Segara Anak, juga mencapai Puncak Anjani, 3726 mdpl-nya Rinjani.

Puncak Anjani dan Baru Jari di pakem foto 'Rule of Third. Cred. IG SubhanSulaiman

3. Pinus dan Gunung Baru Jari 

Spot inilah yang berada di lembar uang kertas 10 ribu rupiah. Tentu saja minus beberapa pucuk pinus, dengan posisi menyerupai frame. Di spot ini, serupa angle foto di lokasi camp Danau Segara Anak. Pembedanya, yang ini dari ketinggian. Dimana batas tinggi mengambil foto, akan berubah dari tahun ke tahun. Ya karena puncak Gunung Baru Jari yang terus berubah. ‘Anak’nya Rinjani dengan pucuknya yang masih selalu berasap. Masih sedang ‘tumbuh kembang’.

Yang jarang saya lihat dari koleksi foto teman-teman pendaki, sunset berlatar Gunung Agung, Bali. Bukan apa-apa. Lokasi nge-campnya memang tidak umum. Biasanya pendaki santai yang enggan pulang yang akan bermalam di Pelawangan Senaru ini. Juga karena pertimbangan cuaca gunung yang bisa ekstrim berubah.

Jaman now, pake 'papan nama' dong. Cred. IG akuriian


Jaman saya dulu, jarang membawa kamera. Jadi, sampai ada yang memiliki foto dan bisa dibagikan, anggap saja spot sunset Gunung Agung Bali-nya setengah hoax ya. Hehehe

4. Danau Segara Anak dan Titik Sentral Gunung Baru Jari 


Nah, yang ini, kamu sebagai titik pusat foto dengan latar pemandangan alam asli. Siluet segitiga si Baru Jari, tebing kaldera Danau Segara Anak, dan permukaan kaca danau belerang ini. Spot ini jadi spot favorit saya buat berkontemplasi. Menjauh dari kerumunan camp. Melihat danau. Sesekali bercakap batin dengan Baru Jari. Spot paling menenangkan. Me time paling indah.

Spot foto paling nyaman, di area camp Danau Segara Anak. Cred. IG Subhan Sulaiman

Waktu Terbaik Mendaki Rinjani


Secara prinsip, bagi saya, sepanjang waktu adalah waktu terbaik mendaki Rinjani. Namun, untuk jaminan foto saat cuaca cerah, memang sebaiknya menghindari musim hujan. Masalahnya, di Indonesia sekarang, batas musim hujan dan kemarau sudah agak tipis. Di medio tahun 1990-an, bahkan ada becandaan khas pendaki. ‘Mendaki Rinjani itu sesuai amal ibadah. Kalau lagi apes, ya bakal ketemu hujan terus’. Kurang lebih begitu.

Pendakian di bulan Juni sampai September, umumnya lebih sering mendapatkan cuaca cerah. Walau tentu juga, banyak pendaki yang ingin menghabiskan momen pergantian tahun Masehi, di salah satu area camp dan mentargetkan hasil foto sesuai empat pilihan di atas.

Pengalaman saya pribadi, pernah bertemu badai dingin Rinjani di bulan Maret. Namun, pernah juga terjadi drama, ketika saya berkeras berbalik arah di pendakian bulan Agustus. Ya gimana. Waktu itu, bawa anak orang yang masih SMP. Saya tidak mau bertaruh nyawa, demi satu pendakian yang bisa diulangi kapan pun. Yang penting, hanya siapkan waktu, siapkan tenaga dan menabung untuk ongkos pendakian yang cukup.

Nah, semoga contekan ini lumayan membantu kamu. Info pendakian, update cuaca dan info umum Rinjani lainnya, sudah cukup tersedia di sosmed. Kamu yang ingin mendaki Rinjani, be safe ya. Jangan lupa buat membawa turun kembali sampah plastikmu.

Happy trekking ^^

27 Comments

  1. jadi pingin ke sana, saat ke lombok belum sempat ke sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa segera ke Lombok lagi mbak Tira.
      Juga bisa ke Rinjani.
      Saling berkabar yaaa ^^

      Delete
  2. Iyasih kalau udah ke lombok, wajib banget buat mendaki gunung rinjani. Apalagi liat foto-foto orang yang pernah kesana seperti itu, rasanya pengen juga dan punya foto disana. Semoga suatu saat bisa deh naik gunung itu, dah lama banget ngidam euy!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semoga berjodoh ke Rinjani dan Lombok ya. Saling berkabar, mana tau bisa nanjak bareng

      Delete
  3. Masyaallah, Spot foto dan pemandangannya Cantik sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget mbak Nur.
      Makanya, sekali naik Rinjani, gagal move onnya bisa seumur hidup.
      Hihihi

      Delete
  4. Ya Allah..ingiiiin ke Rinjani..tapiii sadar diri mgkn gak akan mampu mendaki gunung.. Cari bukit2 indah saja kali yaaa.hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap mbak. Di dekat Rinjani juga banyak bukit-bukit indahnya.
      Sedikit capek, tapi ya ndam secapek banget seperti mendaki Rinjani ^^

      Delete
  5. Ya Allah cakep banget pemandangan Rinjani ya harus puas memandangi fotonya saja karena nggak bakal sanggup mendaki hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi..ternyata ada tenennya aku yg gak berani mendaki ini..

      Delete
    2. Mbak Dedew dan Mbak Tanti barengan naik kereta gantung saja kalo gitu.
      Tapi, masih baru rencana dibangun ^^

      Delete
  6. Ya Allah cantik bangeeet. Semoga suatu hari dikasih rezeki untuk bisa main ke Rinjani. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya Allah.
      Semoga berjodoh kita rihlah bareng ya mbak.

      Delete
  7. mksh mbak contekannya kalau ke rinjani...jadi pingin nih kesana pemandangannya cakep sangat ....kebetulan suamiku suka pemandangan yg bergunung-gunung gitu

    ReplyDelete
  8. Setuju, no 4 bener-bener nyegerin, deket danau. Ah jadi mupeng kan gini nih.

    Tampaknya harus dimasukkan ke daftar tujuan nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, pas kan. Memang ngademin banget spot di Danau Segara Anaknya.

      Apalagi kalo dapet mancing, ikannya dibakar dan kita makan bareng teman satu pendakian.

      Awas, ntar malas pulang ^^

      Delete
  9. Waahh, jadi kangen traveling.. Dulu beberapa temen pernah cerita tentang Rinjani dan kasih liat foto-foto Rinjani cakep banget. Semoga corona segera hilang biar bisa jalan-jalan lagi dengan aman...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya Allah utk doa baik mbak Monika.
      Kalau jalan2 ke Lombok, saling berkabar ya.
      Mana tau bisa meet up ^^

      Delete
  10. Selalu seperti ada aura liburan dan petualangan kalau mampir ke blog yang pas banget lagi bahas soal gunung begini. Sejujurnya aku belum pernah benar benar mendaki. Senang bisa berkunjung ke mari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, iya banget mbak Acha.
      Secara tinggal di Lombok, susah buat gak blusukan ke sana ke mari.

      Delete
  11. Saya itu kalau naik gunung suka ga kuat, wkwkw. Faktor U dan BB nih. Dulu pas ke bromo udah ngos ngosan. Rinjani ini pemandangannya indah banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Maria bisa nunggu proyek kereta gantung Rinjani terwujud ni.
      Jadi bisa nikmati Rinjani dengan cara yang nyaman.
      InshaAllah aamiin

      Delete
  12. masya Allah cantik banget ya mbak gunung Rinjani ini pemandangannya. kalau buat yang suka mendaki gunung kayaknya wajib banget ya ke sana. kalau saya nggak tahu nih sanggupnya sampai mana. heu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh main ke desa Sembalunnya dulu kalo gitu ^^

      Bisa lihat dan foto dengan siluetnya Gunung Rinjani

      Delete
  13. Ah aku sekarang cuma bisa ngeliat video orang mendaki Gunung Rinjani. Udah semplok boyok misal kesana, meski aslinya kepengen banget menjelajahi gunung dengan pemandangan danau seperti di Swiss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat ke Danau Segara Anaknya, rasanya bisa mbak. Tapi ya memang harus pakai tongkat buat seumuran kita.
      Atau, nunggu kereta gantung beneran terbangun.

      Delete
  14. rinjani nggak pernah gagal bikin mupeng pengen ke sana deh hhuhuhu, selalu suka sama gambar2 rinjani, asri bangeeet

    ReplyDelete