Sekapur Sirih dari Seminar Vitalac & Ayahbunda, Strategi Mengembangkan Bakat Balita

Sabtu pagi, 22 Nopember 2008, pagi di Semarang ditemani rintik hujan. Pagi yang muram tak menghalangi niat awalku mengikuti Seminar yang diselenggarakan Ayahbunda dan disponsori Vitalac.

Mengambil tema 'Strategi Mengembangkan Bakat Balita' dan bonus mini workshop Mengoptimalkan Bakat, seminar tercatat diikuti hampir 200-an peserta. Tak sebatas para bunda, beberapa ayah yang bijak juga tampak menemani bunda serta buah hati mereka. Dan jangan salah, perempuan muda yang belum menikah pun banyak yang menjadi peserta [cheers Nindri.. :) ]. Flamboyan Room Hotel Grand Candi tampak penuh oleh peserta yang menyimak dengan serius uraian para pembicara.

Topik pertama, 'Asah dan Asuh Bakat Balita'dibawakan dengan sangat berkesan oleh Ibu Reni, psikolog yang cukup terkenal dikalangan ibu-ibu. Berikutnya, tema 'Mengoptimalkan Bakat Balita dengan Quantum Learning' diantarkan Bapak Bobby Hartanto dengan sangat atraktif.
Meski hanya 2 topik utama, keseluruhan materi yang dimoderatori Hilbram Dunar tampak sangat memenuhi antusiasme para bunda, yang ingin mengetahui bagaimana cara bijak menyikapi bakat anak[khususnya saat masih balita].

Seminar ini sebelumnya diawali dengan Focus Group Discussion[FGD] di Jumat siang, sehari sebelumnya. Meski hanya berlima, Mbak Andi Maerzyda, Mbak Nana, Mbak Rina, Rita dan aku sendiri, diskusi awal ini cukup memberikan pengantar kepada kami [minus Mbak Andi, sebagai representative dari Ayahbunda], sekaligus menyemangati untuk tetap ikut Seminarnya.


Ki-Ka: Mbak Andi, aku, Rita, Mbak Rina [tampak punggung]

Malam harinya, disambung dengan member milis gathering. Ternyata, yang hadir hanya Jeng Feny beserta suami dan 2 buah hatinya. Meski tinggal di kompleks BSB di Mijen sana, Jeng Feny tetap datang ke S2, resto depan Hotel Grand Candi, lokasi gathering. Lumayan loo untuk 'kelas' Semarang, 1 jam perjalanan itu. Aku sendiri, juga tetap hadir dan kali ini bareng Salwa, yang sudah aku jemput dari mbahnya di Ungaran sana.

Disamping ingin memberikan 'ilmu' psikolog kepada pada ayah dan bunda di Semarang, seminar ini juga sekaligus sebagai launching rumah maya Ayahbunda yang baru.
Kembali ke topik seminar, Ibu Reni menekankan bahwa pencapaian sukses anak jauh akan lebih maksimal jika anak diarahkan sesuai bakatnya. Tentunya dengan menimbang sisi mana yang benar-benar menjadi bakat utama anak. Apakah kecerdasan musik, kecerdasan visual spasial dan beberapa batasan jenis kecerdasan lainnya.


Berikutnya, Pak Bobby menjelaskan bagaimana metode pembelajaran Quantum Learning bisa membantu, mengarahkan serta membuat anak bisa benar-benar maksimal memfungsikan bakatnya. Meski saat ini, banyak sekali metode-metode pembelajaran lainnya yang bisa di adopsi untuk tujuan yang sama. Pengenalan akan Quantum Learning tentunya akan lebih membuat para Ayah dan Bunda lebih mempunyai banyak pilihan, mana yang tentunya yang terbaik untuk diterapkan pada buah hati.


Berikut, semoga acara-acara sejenis lebih banyak lagi diadakan di Semarang di waktu yang akan datang. Yang tentunya semakin memperkaya para Ayah dan Bunda di Semarang, tentang pentingnya selalu mengupdate ilmu apapun yang berkaitan dengan perkembangan serta pertumbuhan buah hati.

No comments:

Recent

recentposts

Random

randomposts