Berjuta Vitamin-Sea di Semarang Night Carnival 2018

4:56 PM

Berjuta Vitamin-Sea di Semarang Night Carnival 2018

4:56 PM
Saya pemuja biru. Mudah sangat jatuh hati di segala hal yang kesankan warna langit dan laut ini. Jadi akan mudah pula terima, betapa saya jatuh hati dan terkesan dengan event Semarang Night Carnival (SNC)  2018. 

Sub tema Sea, satu dari empat tema besar, diperhelatan akbar. Agenda rutin tahunan sebagai peringatan Hari Ulang Tahun kota SemarangSNC telah terselenggara sejak 2011 lalu. Tahun ini, memperingati ulang tahun ke-471, empat tema besar diusung. 

Sebagian dari cantiknya para kupu-kupu di SNC 2018
Butterfly atau Kupu-Kupu, satu dari motif khas batik Semarangan yang lukiskan kehidupan flora dan fauna khas kota pesisir. Berikutnya, Art Deco. Sungguh tepat gambarkan wajah baru kota tua Semarang. Ada pula tema Asem Arang, satu kata yang lekat dan penanda asal-usul kota Semarang. Plus, iyap, sub tema Sea nan serba biru

Puncak Semarang Night Carnival 2018 

Sejak kembali ke Lombok di Pebruari 2014 lalu, saya belum pernah kembali ke Semarang. Peringatan dan kemeriahan ultah kota Semarang praktis terpantau dari lini masa sosial media keluarga, kerabat, sahabat pun teman, lintas komunitas yang pernah saya ikuti. Selama menetap di sudut selatan kota Semarang, Banyumanik, saya lebih sering aktif di komunitas bloger. 

Ketika kemudian beroleh kabar, saya salah seorang bloger yang beruntung dapatkan undangan Famtrip Bloger 2018, saya masih merasakannya sebagai mimpi. Mimpi indah yang saya sembunyikan diam. Baru yakin saya kabarkan ketika tiket pesawat pulang pergi, Lombok ke Semarang, benar terakan nama lengkap saya. Alhamdulillah, mimpi indah yang menyempurna. Ijin suami, anak-anak dan keluarga, juga terutama bos di kantor, membuat saya mulai mengurai kenangan indah dan terbaik tentang Semarang. 

Siluet Lawang Sewu di Bundaran Tugu Muda kota Semarang. Dokpri
Sabtu sore, 5 Mei, langit Semarang agak mendung. Berada di kursi terdepan bus yang membawa rombongan Famtrip Bloger 2018, saya berhasil bidikkan satu foto ke siluet Lawang Sewu. Ruas jalan Pemuda, venue acara puncak SNC 2018 mulai tampak lengang. Sterilisasi lokasi tampakkan deretan panggung para undangan, termasuk podium utama. Dua panggung besar lain berada di sisi bangunan Kantor Balaikota. Lampu hias masih belum dihidupkan. Satu gapura besar bertuliskan ‘Kemilau Semarang 2018’ masih dilalui banyak orang. 

Sembari menunggu dimulainya acara, tertera di undangan formal, akan dibuka pukul 7 malam. Janji meet up dengan beberapa teman, salah satunya dari komunitas Kompasianer Semarang (Semarkutigacom) alhamdulillah terbayar. Foto kilat dan obrolan serba ringkas bersama om Agung Budi Santoso dan om Wang Eddy, justru membuat saya temukan barisan para kupu-kupu cantik.

Minum dulu ya dik. Dokpri
Berjarak sekitar dua ratus meter dari depan balaikota Semarang, para kupu-kupu serba pink (Butterfly), kupu-kupu biru (Sea), kupu-kupu emas (Asem Arang) dan serba perak Art Deco, mulai berjajar rapi. Seseorang sedang meminum dari sedotan dari botol yang disodorkan saudaranya. Kupu-kupu yang lain, tersenyum cantik bersama siapa pun yang ingin berfoto bersama. Adrenalin saya mulai meninggi. Aura gemerlap, serba wah, serba indah, terasa menanti saya.

Topeng saya batal terpakai demi dapatkan foto-foto keren SNC 2018. Selfie bersama seorang anak di tribun undangan Famtrip Bloger 2018, dan selfie saat drumband Akpol Semarang sedang perform. Dokpri.
Tepat pukul 7 malam, drumband dari Akademi Kepolisian kota Semarang pembuka dari rangkaian kemeriahan lainnya. Beberapa sambutan disampaikan Walikota Semarang Hendrar Prihadi, juga Anang Sutomo -- Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata. Berada tepat di tribun dua, di samping podium utama dari para undangan VVIP serta para duta besar, saya hampir sepanjang waktu arahkan pandangan ke gapura 'Kemilau Semarang 2018'.

Kemilau Semarang 2018

Iyasss, para kupu-kupu cantik warna-warni tampak bersiap, persis di bawah gapura. Lagu rancak plus ritmis dari panggung besar di samping gapura, semangatkan gerak dan lincahnya para kupu-kupu. Meski sayap-sayap besar mereka yang mencolok tentu sama sekali tak ringan.

Gagdet dan action cam yang saya bekal tak bosan saya bidikkan. 

Berurutan, Asem Arang, Butterfly, Art Deco dan penutup sempurna, Sea, jadikan SNC 2018  MEGAH. Bagi saya. Entah berapa lagu, namun sampai kini, saya masih saja dendangkan Ekspresi. Lagu rancak Titi DJ, latar dari kerennya tarian para kupu-kupu biru. Seirama. Bersemangat. Tinggi kreasi.

Butterfly di Kemilau Semarang 2018. Dokpri
Tak hanya empat rombongan besar sub tema carnival, defile dari beberapa daerah di Jawa Tengah, pun negara lain serta daerah lain Indonesia semarakkan SNC 2018. Defile negeri ginseng, Korea Selatan, dilanjutkan 'ilmu meringankan' tubuh dari para utusan Taiwan. Panggung utama juga dimeriahkan tarian khas Papua. Ada pula barisan kupu-kupu cantik dari defile kota Manado, kota dingin Jawa Tengah -- Salatiga, juga beberapa kota lainnya.

Kota Semarang semakin petjah, karena di akhir carnival, God Bless dan Once semakin panaskan malam Minggu di kota yang pernah berjuluk Pesona Asia ini. Panggung utama kini padat penonton. Kemeriahan dan megahnya suasana selama carnival, enggan usai.

Video-video pendek saya unggah di akun Twitter saya. Asyik. Keren. Seru. Hebat.

Tak ragu saya berucap dan share ke mana suka, blas nggak boleh nolak nonton Semarang Night Carnival. Yakin wis tho .. Demi alasan yang sama, ini hanya tulisan pembuka. Panteng blog saya, juga akun-akun sosmed saya, untuk detail seru trip 2 hari bersama 20 bloger hits se-Indonesia. Jumat sampai Minggu, 4, 5 dan 6 Mei 2018. Di Famtrip Bloger 2018, undangan dari Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang dan Dinas Budaya Pariwisata Kota Semarang.

Matur agung tampiasih untuk undangan kerennya. Salam hangat dari Lombok.
Saya pemuja biru. Mudah sangat jatuh hati di segala hal yang kesankan warna langit dan laut ini. Jadi akan mudah pula terima, betapa saya j...