Seberapa Sehat Aktifitas Internetmu?

3:27 PM

Seberapa Sehat Aktifitas Internetmu?

3:27 PM
Mari mulai dengan total populasi yang ada di negeri tercinta, Indonesia. Merujuk data We Are Social, per Januari 2017 total penduduk Indonesia di angka 262 juta lebih. Dari angka tersebut, berapa pengguna internet?

Mengejutkan. 

Pengguna internet telah melewati angka 50%, tepatnya 132,7 juta. Aktif di sosial media di angka 106 juta. Ketika akhirnya toko online menjamur, sekitar 24,74 juta telah berbelanja secara online.
Saya hanya satu dari sebaran beberapa angka di atas.

Alhamdulillah, terutama karena memang menjadikan internet sebagai alat utama mencari penghasilan selepas resign dulu, seringkali saya memanfaatkan internet sesuai dengan kebutuhan saja. 

Terbanyak tentu saja rujukan-rujukan terkait tema-tema tulisan saya. Tiga platform sosial media yang juga masih berhubungan dengan kepenulisan. Mengingat sebagian besar panduan kerja kepenulisan saya meminta juga promosi hasil tulisan melalui akun Facebook, Twitter dan Instagram.

Platform sosial media yang lebih kompleks pernah juga saya aktifkan saat masih terikat kontrak menulis di salah satu situs travelling, khusus membahas destinasi-destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa. Dua pulau terbesar dari propinsi di mana kampung kelahiran saya berada, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sedikit pengantar di atas belum tentu bisa berujung pada kesimpulan bahwa benar saya telah gunakan internet dengan sehat.

Yuk, intip sedikit rujukan, seperti apa sih internet sehat itu?
Dari berbagai sumber referensi, internet sehat merupakan satu kegiatan berselancar di dunia maya yang masih dalam batasan norma dan peraturan-peraturan yang berlaku umum di masyarakat.

Kalau kembali ke aktifitas harian saya, semua situs tempat saya menulis, semua akun sosial media saya, umumnya membagikan, meneruskan informasi atau menceritakan berbagai hal dalam koridor-koridor serba positif.

Masih serba relatif? Yuk ambil yang serba umum dan sederhana saja deh. Tidak menuliskan konten-konten berbau pornografi. Tidak menyebarkan berita-berita hoax dengan massif. Tidak mengajak untuk melakukan kebencian ke pihak tertentu. Pendek kata, no SARA, seks agama dan ras.

Sesuatu yang bukan tanpa pembelajaran. Saya juga termasuk yang terkejut ketika ada link berita tentang lintah di dalam batang kangkung, kalau tak salah bahkan pernah mempertanyakan kebenarannya di jaman milisan dulu (ngobrol serunya lewat email). Sesekali masih temani anak-anak terbengong-bengong dengan berbagai fenomena alam di situs video sejuta satu macam. Atau masih juga sempat khilaf, main meneruskan saja link-link berita atau berbagai macam info ke grup chat online tanpa sempatkan memastikan kebenaran info tersebut.

Usaha komit dan konsisten yang diingatkan oleh Mak Dedew, penulis dari serial Anak Kos Dodol dan Mbak Prananingrum, dua orang mom blogger inspiratif dari Semarang. Sama bergabung di komunitas blogger Gandjel Rel, Mak Dedew dan Mbak Prana juga di barisan para mom blogger yang konsisten berinternet sehat di setiap aktifitas internetnya.
Tak salah untuk luapkan emosi personal di akun-akun sosial media. Tapi saya memilih ‘menjual’ kemampuan menulis saya, menjadikannya alat penebar banyak hal serba positif, lebih karena telah menakar kemampuan diri. Jika eksistensi offline saya masih harus banyak berhitung – apa iya saya sudah sebaik seharusnya, mengapa tak berteguh hati menjadikan eksistensi online saya berada di jalan serba positif.

Bismillah, aamiin.
Mari mulai dengan total populasi yang ada di negeri tercinta, Indonesia. Merujuk data We Are Social, per Januari 2017 total penduduk Indone...