Bank Yang Sombong :(

Tadinya aku bangga menjadi salah satu dari ribuan nasabahnya.
Tadinya aku bangga, bisa mengikuti banyak acara-acara offlinenya yang menyenangkan dan banyak hadiah.
Tadinya aku tidak percaya, banyak yang bilang bank ini 'sombong'.
Sombong karena nasabahnya yang banyak dan loyal.
Sombong karena prestigenya di banyak hal.
Dan kesombongan yang akhirnya aku rasakan sendiri di awal 2013 ini.
Tadinya sangat senang, karena fitur ibangkingnya cepat dan terjamin dana sampai dengan selamat.
Masalahku muncul, sejak fitur input data rekening bank lain meminta untuk menghubungi dulu Halo BCA sesuai screenshot diatas.

Masalah Bagaimana?
Tadinya, karena sudah terbiasa dimudahkan oleh semua layanan offline dan online bank ini, aku masih senang-senang saja ketika pesan tersebut muncul. Halah, nelpon Halo BCA doang ini, pasti gampang dan mudah.

Faktanya?
Cukup 3x saja aku tertipu.
Pertama: Dengan riang dan senang hati aku menghubungi Halo BCA di (021) 500888. Dan panduan untuk menekan no-no tertentu sesuai permasalahan nasabah juga jelas terdengar. Karena tidak yakin dengan pilihan angka khusus untuk layanan ibangking, aku pikir paling aman untuk tekan 0, angka jamak untuk hubungkan kita dengan operator. Yang kemudian membantu menghubungkan dengan layanan terkait. Nyatanya? 'Maaf ibu, karena saya dari bagian kartu kredit, saya sambungkan ke bagian layanan perbankan ya. Mohon ditunggu...' Dan, tuuuuuuttttttttttttt, panjang.
Baik, karena masih berpikiran positif, aku pikir memang aku yang salah menekan angka.
Kedua: Aku ulangi langsung menghubungi kembali no Halo BCA yang sama. Kali ini, lebih hati-hati dan langsung menekan angka 0 agar kembali tersambung ke operator. Dan WTF? Masih pula diangkat support bagian kartu kredit. Kali ini aku sudah cukup emosi. Jadi, aku bersitegang kata dengan mbak operatornya karena sudah sangat yakin menekan bagian operator. BUKAN SUPPORT KARTU KREDIT!!! Dan lagi-lagi tut panjang ketika si mbak operator berjanji menyambungkan aku ke operator.
Baik.
Mari lupakan sejenak. Tidak baik mengumbar emosi terus-terusan :D (sekalimat pencitraan, boleh yaaaa :D )
Ketiga: Malam ini, pas sedang blank-blanknya dengan ide tulisan dan ada satu cicilan yang aku pikir, --pasti lebih praktis jika data rekeningnya aku masukkan ke list ibangkingku--, jadi lah terpaksa menelpon ulang Halo BCA. Hanya saja, kali aku sangat amat pesimis. Sedikit keberuntungan, mas-mas support --yang lagi-lagi SUPPORT KARTU KREDIT!!!-- memang benar-benar menyambungkan ke bagian operator. Yang tentu saja, ber ending sama. Diminta menunggu sampai jamuran, karena memang tidak tersambung meskipun aku menunggu dan menekan angka 1 (fitur untuk mau menunggu tersambung) sampai lebih dari 5x.

Keempat: mensyen akun twitter @haloBCA pun tidak ditanggapi. Well, baru sekali saja si..:D Sepertinya aku mensyen ulang sekarang boleh juga. Karena sudah juga mengirimkan email 'Mohon Bantuan Input Data Rek Bank Lokal di Ibangking Saya' ke email support mereka di halobca@bca.co.id .

Jadi teringat satu kalimat penutup, satu saran dari salah satu dosen senior yang waktu itu sedang menjabat Pembantu Dekan 3 kampusku --Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram--, besar harapan saya surat (email, tuitan, telpon) permohonan saya ini memperoleh respon terbaik.

Alhamdulillah, lega deh mengeluarkan curhatan ini.
Minim, kecewaku tidak menjadi bibit kanker hati. Inshaallah, amin...^_^




3 comments:

tureni sugijono said...

kasian dweh lo bund..hhahahaha

BunSal said...

Hiks...

Mugi intuk respon yo dik, wis direkasani ngati tak tulis ning blog ngene...^_^

ceritaeka.com said...

Aku pun pernah dapat pengalaman begitu :(

Recent

recentposts

Random

randomposts