Nulis Apa Lagi Ya?

Seringkali, meskipun sudah melakukan dan memasang trigger menulis sebanyak yang kita mau, juga bisa, kejumudan ide bisa tetap terjadi.
Padahal, dalam keseharian saja begitu banyak kejadian dan proses yang kita lewati.
Banyak juga sosok-sosok baru yang kita temui, walau mungkin sejatinya kita melakukan sesuatu yang sama setiap harinya. Misalkan saja, perjalanan ke kantor.
Rutinitas harian yang berlangsung di kisaran waktu yang sama dan --untuk aku pribadi-- dilakukan melewati jalan yang itu-itu saja. Shift pagi, contohnya. Aku keluar dari rumah sekitar pukul 8 pagi. Bisa kurang 15 menit, seringkali pas, atau lewat 15-30 menit. Melalui sepanjang Jl Tusam Raya, kemudian berbelok di Jalan Durian, serta sampai di kawasan ruko segitiga-emas pertigaan Sos-Tembalang.
Mungkin memang tidak ada waktu berinteraksi dengan orang lain mengingat setiap perjalanan memang diatas motor dan tentu saja tidak mungkin mengobrol, pun bertegur sapa ketika mengendarai begini.
Namun, sekali waktu, ada rezeki bertemu tetangga lama. Dus, jadi bertukar senyum dan sapa sekilas. Kadang-kadang, jika jalanan sedang sepi, bisa bertukar beberapa kalimat dengan mengendarai motor berdampingan. Well, ini contoh buruk ya. Sebaiknya tidak diikuti..:D
Karena aku pun paling tidak suka ketika mengendarai motor kemudian terpaksa melambat serta mengekori sepasang motor yang pengendaranya mengobrol di jalan. Kadang tak segan-segan --aku yang sangat amat jarang memfungsikan klakson motor-- aku klakson senyaring dan sekuat mungkin. Agar mereka menghentikan obrolan dan fokus mengendarai motor.

Baiklah, diatas sekelumit gambaran ide tulisan dari satu rutinitas harian kita.

Contoh lainnya, rutinitas seorang ibu rumah tangga.
Sejak bangun tidur, garis besar pekerjaan seorang ibu selalu sama setiap harinya. Yang berbeda mungkin hanyalah urutan proses serta hasil..:D
Biasanya dimulai dengan menyiapkan bahan santapan pagi, atau kadang sekaligus untuk menu dalam 1 hari --biasanya langkah praktis para ibu pekerja yang tidak memiliki Asisten rumahtangga--. Kemudian membereskan rumah. Bisa dengan menyapu saja. Atau menyapu plus mengepel serta bonus lap-lap perabot. Dan sesaat setelah seluruh keluarga selesai sarapan, mulai mengurus cucian pakaian kotor dengan segala kompleksitasnya. Mengapa kompleks? Pakaian kotor putih polos, harus dicuci terpisah untuk memastikan kualitas warna pakaian tetap terjaga. Demikian juga dengan pakaian kotor balita. Aku pribadi selalu mencucinya terpisah. Jadi, pakaian putraku yang 2.5th aku dahulukan baru kemudian pakaian kakak perempuanya yang kelas 3SD, dus terakhir pakaian para orang dewasa di rumah.

Well, baru sampai di proses pekerjaan selepas sarapan, aku yang hanya menuliskan saja sudah brasa lelah..:D
Bagaimana menuliskan lengkap semua proses pekerjaan ibu selama sehari penuh ya? 1 minggu? 1 Bulan? Atau yang telah menjadi Ibu di 15 th terakhir? *mulai lebay*

Jadi, ada jomblowan/jomblowati yang ingin segera menikah? Pertimabangkan energi kalian yaaaa....
Menikah itu melelahkan.....:P

6 comments:

Agus Slamet said...

Wadu Bu..
Njuk aku ora wani rabi kii..

Etsa Rahayu said...

Iya kii Bu Nanik..
Kita-kita jadi males nikah dong ni..

Ndak tenan kessel Bu? :D

Cyber-Technology, said...

wogh, iyo kii buuu...
medeni kita-kita yg masih jomblo..

mung, aku tak golekke asisten wae nggo bojku mengko..
mesakke..:D

Aldila Tabah said...

Semangan menjadi ibu hehehe :D

BunSal said...

@ Etsa, @ Agus & @ Mike : ah, itu hanya perasaan kalian saja...:D
Jadi, siapa ni yg mau nikah duluan? Aku sumbang satu tulisan khusus di blog dah, buat kado nikah ..:D

@ TB..suwun dah mertamu..^_^
sering2 yaaaaaa...:D

qona asidakiah said...

Hallo bunda :)
Makasih ya udah mampir di blog aku :D

Wah, iya tuh bunda.
Pekerjaan seorang ibu adalah tiada duanya. Kata mama aku malah gini "Pekerjaan seorang ibu itu berat gak ada cutinya, gak digaji juga, harus ikhlas.", hehe

Recent

recentposts

Random

randomposts