Link Banner

Personal Branding Kuat dengan Attitude, Integritas dan Manajemen Konten


Attitude dan integritas dua hal inti yang bisa merusak personal branding yang telah dibangun. Sisi lainnya, jika dua hal ini dijaga dan dipertahankan dengan maksimal, sebaliknya akan menjadikan personal branding semakin kuat serta berkualitas.
Hal berikutnya yang juga mengancam hasil bentukan personal branding, yaitu Manajemen Konten. Bagian ini sangat erat dengan kehidupan seseorang di dunia maya dimana sudah begitu banyak medsos-medsos yang bisa digunakan sebagai bagian dari proses pembuatan personal branding kita. Selalu tinggalkan jejak-jejak positif di semua akun medsos yang kita gunakan, sehingga kapanpun pihak lain melakukan kroscek data personil kita, imej yang ingin kita 'jual' ke pihak lain sebangun dengan imej online kita.
Julie Nava menggunakan tiga sisi diatas untuk menjelaskan sebagian dari banyak hal lain dari pentingnya membangun personal branding. Bagi siapapun.
Kontinuitas Julie berbagi banyak pengetahuan tentang personal branding semakin luas melalui satu agensi dan satu perusahaan, yaitu Indscript Personal Branding Agency (IPBA) dan JN Consulting. Dimana di setiap proses konsulnya, Julie masih saja selalu merasa kagum dengan potensi-potensi besar yang dimiliki para klien. Dasar-dasar yang bisa menjadikan para klien tersebut berhasil menggapai mimpi-mimpi besar mereka, bahkan di titik paling optimal.
Dalam skala makro, setiap proses konsul ataupun sharing-sharing pengetahuan personal branding yang dimilikinya, Julie memiliki mimpi bagaimana SDM Indonesia semakin meningkat kualitasnya. Indonesia menjadi bangsa yang maju hanya tinggal selangkah, jika SDM-SDM di semua bidang dan lapisan masyarakat berperan optimal dengan branded mereka masing-masing.
Kembali mengulas tiga hal yang bisa mengancam pembentukan personal branding di atas, Julie menekankan beberapa cara agar attitude, integritas dan manajemen konten tak lagi merusak personal branding kita. Pertama, hindarkan mencampur segala sesuatu dengan yang buruk. Hal ini mirip dengan analogi 'berteman dengan penempa besi, atau dengan penjual parfum', aroma asap ditempat penempaan besi dus sebaliknya wangi parfum saat berdekatan dengan penjual parfum. Kedua, konsisten menjaga personal branding yang dibentuk. Bahkan, konsisten seumur hidup. Ketiga, kontinuitas menjaga konten dari personal branding yang bernilai jual. Kita tidak pernah tahu kapan pihak ketiga menelusuri setiap jejak online kita. Jadi, daripada menyesal karena 'kelepasan' membuat status tidak penting, akan lebih baik jika tidak perlu memasang status tersebut, sama sekali.


Related Posts

Post a Comment