Aplikasi Teknologi Ramah Ibu

Semakin akrabnya dunia digital bagi para ibu-ibu membuka lebih banyak lagi pengetahuan lain. Terutama pekerjaan-pekerjaan sampingan seperti blogging, berbagai hobiis (cooking, knitting dan lain-lain), membuat siapa pun punya kesempatan sama untuk belajar. Aplikasi sederhana ini membantu para ibu-ibu yang ingin mempelajari ini semua.
Fitur Tutorial Menganyam Sampah Plastik di Apps Digital Mommy.
Aplikasi ini juga akan mengundang para ibu yang sudah enggan belajar tergerak dan makin semangat. Jamaknya, para orang tua hanya akan mau belajar cara menelpon dan menjawab telpon. Namun, aplikasi sederhana ini memungkinkan para ibu-ibu umumnya --termasuk yang sudah sepuh, mau belajar. Misal, tutorial sederhana penghapal doa pendek atau surat Yasin. Fitur yang akan efektif untuk ibu-ibu yang sudah punya jadwal pengajian rutin.

Meski namanya terkesan wah, Digital Mommy, saya memimpikan aplikasi ini menampilkan fitur-fitur sederhana. Bisa juga diistilahkan ‘technology for dummies’. Mengapa? Karena penggunaan kata-katanya benar-benar sangat sederhana. Analogikan saja dengan seri buku cerita untuk anak-anak yang sedang belajar membaca.

Ambil contoh, fitur belajar merajut. Jika di jaman dulu seseorang yang belajar merajut akan membeli bertumpuk buku pola, kini di aplikasi Digital Mommy, deretan ratusan pola rajut bisa dipilih dengan cukup menggeser telunjuk. Layar tablet lebih dari sepuluh inchi minus bingkai, akan tampilkan besar-besar gambar tutorial arah memasukkan jarum rajut untuk dapatkan rajutan tertentu.
Trip apa pun, rubah jadi tulisan terbaru di blog. Simple Blogging at Digital Mommy Apps.
Ya ampun, saya koq jadi ikutan semangat ya. Betapa jadi sibuknya sama-sama belajar berbagai hal dengan tutorial-tutorial sederhana yang bisa segera dipraktekkan.

Bagaimana dengan blogging? Meski saat ini dunia blogging terkesan menjadi profesi yang ‘dikeroyok’ berbagai lapisan masyarakat juga dengan lintas profesi, saya meyakini jika para ibu-ibu yang sebelumnya begitu lekat dengan pekerjaan domestik harian akhirnya bisa ikut -bergabung di barisan massif ini. Rasa-rasanya akan sangat banyak dongeng-dongeng masa lalu yang kemudian terangkat. Nilai-nilai kearifan lokal yang sebelumnya hanya terceritakan dari mulut ke mulut kini bisa juga kita nikmati di blog. Akan muncul satu arus informasi bergenre baru. Yay..

Dua contoh di atas saja menggambarkan betapa kompleksnya aplikasi seperti ini. Bahkan bisa jadi melunturkan kesan ‘dummies’nya.

Tutorial serba sederhana juga akan bermanfaat sekali untuk para siswa sekolah jaman now. Siswa yang sudah sibuk dengan beban belajar padat, juga tantangan untuk selalu eksis di medis sosial. Saya bisa sedikit berharap, dinding-dinding media sosial para siswa akan lebih banyak berisi pajangan-pajangan kreasi pertamanya. Hasil belajar dari aplikasi ‘Digital Mommy’.

Harapan sama yang juga bisa terjadi di barisan para ibu-ibu yang juga aktif di media sosial. 

Jadi, kamu punya mimpi aplikasi seperti apa? Yuk buruan ditulis dan share segera. Siapa tahu ide aplikasi kamu atau ibu kamu, berjodoh dengan ide saya. Kemudian menyempurna menjadi satu aplikasi baru yang berguna bagi banyak orang.

Kamu juga punya kesempatan lahirkan mimpi-mimpimu. Satu ajang kompetisi inovasi teknologi di bidang wireless digawangi Indosat Ooredoo, tepatnya IWIC (Indosat Wireless Innovation Contest). Ajang yang konsisten dan pertama di Indonesia, mewadahi berbagi ide aplikasi, terselenggara sejak 2006 lalu.

Pelaksanaan tahun ini, empat kategori utama, yaitu:

Pertama, kategori Professional atau Developer atau programmer. Wadah bagi para pengembang aplikasi. Baik di tahap ide atau aplikasi dasar yang ingin dikembangkan sesempurna mungkin.

Kedua, kategori Beginner atau Awam. Wadah bagi para pemula yang sama sekali tidak memiliki dasar-dasar pemograman aplikasi. Pilih kategori ini jika kamu punya ide aplikasi bermanfaat.

SS dari web IWIC 11.
Ketiga, Woman and Girls, khusus kategori para gadis dan perempuan. Wadah gabungan para professional pun awam. Aplikasi atau ide apa pun bisa dituangkan melalui kategori ini. Seperti di ulasan aplikasi saya di atas.

Terakhir, Kids and Teens, ajang para siswa sekolah. Pilih kategori ini untuk tuangkan ide-ide aplikasimu.

IWIC ke-10 lahirkan 34 pemenang dari berbagai kategori. Kali ini, bukan tak mungkin kamu menjadi salah satu dari barisan para pemenang tersebut kan? 

Cuzz tuliskan ide kamu..

5 comments:

  1. Waah Pengennya sih punya aplikasi managerial waktu untuk ibu-ibu. Kadang kerjaan rumah yang sudah numpuk ditambah jadwal ngeblog bikin pusing. Entar aplikasinya yg ngingetin bahkan ngasi hukuman kalau gk sesuai jadwal :D

    ReplyDelete
  2. Fitur menyetrika cepat ada ga ya? ����

    ReplyDelete
  3. Semakin membantu dan mudah ya, Teh, terlebih di jaman yang serba digital ini.
    Aku setuju nih, trip apapun bisa dijadikan bahan postingan di blog. Terlebih foto-foto trip yang udah lama, bisa dijadikan obat disaat gak ada ide nulis..he

    ReplyDelete
  4. Aplikasi untuk jadwal naskah buku hihi..

    ReplyDelete
  5. wah memang dunai digital bikin mudah kiat ya asal kita mau belajar

    ReplyDelete