Womanizer, Aplikasi Dewa Lady Traveller Sedunia

Sekitar empat tahun lalu, saya pernah memimpikan tersedianya aplikasi ramah ibu hamil dan menyusui. Aplikasi yang berisi info lengkap tentang pojok-pojok ruang menyusui di tempat-tempat publik seperti bandara, terminal kereta atau bus, taman-taman kota. Juga nomor-nomor darurat pelayanan kelahiran di berbagai kota besar Indonesia.

Kini, berbagai aplikasi alhamdulillah sudah benar-benar tersedia. Bahkan banyak yang bisa diunduh dan dipasang gratis dari berbagai pusat unduhan aplikasi.

Lantas, dari sekian banyak aplikasi, sudah terjawabkah kebutuhan para perempuan? Jika belum, kira-kira aplikasi apalagi yang butuh segera dibuat dan dimanfaatkan?

Menjadi ibu pekerja kreatif yang mengolah berbagai peristiwa keseharian atau issue apa pun menjadi satu tulisan, saya mempunya mimpi satu aplikasi lengkap yang menjawab semua kebutuhan saya cukup melalui sentuhan jari di gawai pintar.

Saat tuangkan ide di file google slide, saya menginginkan satu aplikasi yang menjadikan momen travelling saya tetap berkesan sekaligus masih bisa lakukan perawatan-perawatan rutin. Lebih khusus lagi, aplikasi ini nantinya bisa mengelindan dengan berbagai spot akomodasi-akomodasi backpacker atau partner-partner hunian seperti airy room, para couch surfer (komunitas backpacker internasional, memungkinkan menginap di rekan couch surfer dengan gratis).

Mengapa menyasar khusus? Jika masing-masing komunitas (couch surfer, backpacker dan sejenisnya) sudah memiliki forum tersendiri untuk memastikan kebolehan menginap, adanya aplikasi ini nantinya akan memudahkan baik si pelancong sendiri, juga tuan rumah yang ketempatan.

Praktis, selain hanya menginap sementara, kebutuhan-kebutuhan lain selama kita trip sudah tercukupi melalui berbagai order di aplikasi ini.

Sekarang, kira-kira menu apa saja yang sebaiknya tersedia di aplikasi ini?

Pertama, saya jadi teringat menu-menu di web personal. Umumnya, travel blogger akan menyertakan satu kolom atau label khusus untuk tulisan-tulisan tentang tripnya. Kisah harian di kolom terpisah. Dilengkapi beberapa label sesuai konten atau niche blog, misal placement post. Nah, saya memimpikan satu menu yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan kesukaan si pengguna aplikasi. Prinsipnya, ketika ketikkan satu kata kunci tertentu, pengguna dapatkan menu-menu utama yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

Kedua, saya membayangkan satu aplikasi yang kemudian bisa digunakan di sebanyak mungkin destinasi travelling favorit. Ide yang berlatar seperti forum-forum traveller. Diakses dari mana pun dan miliki database info-info umum tentang destinasi mainstream. Juga kesempatan untuk update destinasi wisata terbaru, syukur-syukur jika update destinasi bisa diperbaharui per tahun.

Saat ini, aplikasi yang umumnya sudah tersedia, aplikasi berbasis daerah atau destinasi wisata tertentu. Bayangkan jika basisnya dirubah menjadi se-planet bumi. Travelling akan menjadi seperti perjalanan menuju sekolah. Travelling akan semakin menghidupkan banyak pihak yang terlibat di industri pariwisata, karena pengakses aplikasi tersebar mendunia.

Ketiga, fitur-fitur selengkap pakem umum satu trip wisata. Jadwal-jadwal penerbangan, kereta, bis dengan fitur yang bisa disetel baik itu untuk tiket-tiket promo, event-event wisata, berbagai pilihan cara pembayaran. Segala hal yang menyangkut transportasi. Berikutnya, sarana prasarana satu destinasi wisata. Di lapis pendukung bagian ini, spot-spot seperti unit gawat darurat rumah sakit, laundry, layanan salon, di mana spot-spot ini memungkinkan layanan COD (cash on delivery). 

Tiga bagian besar yang membuat setiap trip hasilkan pengalaman maksimal. Itinerary dilaksanakan hampir tanpa celah lakukan hal lain. Tubuh pun tetap terjaga prima, karena kapan pun membutuhkan apa pun, semuanya bisa dilakukan sebelum atau sesudah trip. Kesempatan dapatkan istirahat sempurna untuk kembali fit lanjutkan itinerary trip di hari berikutnya.

Jika ide aplikasi ini dianggap mematikan forum-forum travel, fan page komunitas travelling tertentu, saya meyakini semua akan memiliki kesempatan untuk berkembang. Berkembang makin optimal dengan selaraskan kebutuhan generasi milenial. Memaksimalkan teknologi digital serta koneksi internet yang semakin meluas, hampir ke semua lapisan masyarakat di berbagai pelosok negara.

Saya mungkin pemimpi. Semoga saya tak sendiri.

Kamu juga punya kesempatan lahirkan mimpi-mimpimu. Satu ajang kompetisi inovasi teknologi di bidang wireless digawangi Indosat Ooredoo, tepatnya IWIC (Indosat Wireless Innovation Contest).

SS dari web IWIC 11.
Ajang yang konsisten dan pertama di Indonesia, mewadahi berbagi ide aplikasi, terselenggara sejak 2006 lalu. Pelaksanaan tahun ini, empat kategori utama, yaitu:
  1. Professional atau Developer atau programmer, wadah bagi para pengembang aplikasi. Baik di tahap ide atau aplikasi dasar yang ingin dikembangkan sesempurna mungkin.
  2. Beginner atau Awam, wadah bagi para pemula yang sama sekali tidak memiliki dasar-dasar pemograman aplikasi. Pilih kategori ini jika kamu punya ide aplikasi bermanfaat
  3. Woman and Girls, khusus kategori para gadis dan perempuan. Wadah gabungan para professional pun awam. Aplikasi atau ide apa pun bisa dituangkan melalui kategori ini. Seperti di ulasan aplikasi saya di atas.
  4. Terakhir, Kids and Teens, ajang para siswa sekolah. Pilih kategori ini untuk tuangkan ide-ide aplikasimu.
Ide saya untuk lady traveller seluruh dunia. Kamu? Ibu kreatif dengan bidang lain? Segera tuliskan juga mimpi-mimpi kreatifmu, yakin, di luar sana akan banyak pemilik otak kreatif lain yang akan wujudkan setiap mimpimu.

6 comments:

  1. Mantep bund, kalo sih pengennya kedepan makin banyak aplikasi yamg bermanfaat tuk anakw, coz sekarang internet sudah menggila dan celahnya dimana mana.
    Nais artikel bund

    ReplyDelete
  2. Wah asyik nih kalau ada aplikasi yg kasi info khusus utk bumil n menyusui yg lagi travel ya. Saya suka saya suka..

    ReplyDelete
  3. Kayak one stop shopping gitu ya mbak, semua hal terkait traveling komplit. Keren nih!

    ReplyDelete
  4. Baru tahu ini aplikasi, lagi-lagi nambah ilmu. Salam kenal ya, Teh..

    ReplyDelete
  5. Belum nyobain fitur ini, trims infonya

    ReplyDelete