Nggak Mau Jempol Murahan? Ini Cara Asyiknya

Yakin berada di barisan generasi digital? Yakin juga sudah optimal menjaga diri untuk tidak sembarangan berbagi informasi-informasi dengan rujukan tidak jelas? Yuk, intip tips sederhana saya, agar bisa tetap update blog dan akun-akun sosmed tetap di koridor yang No Politics plus No SARA.

Paling sederhana, sebagian besar tulisan saya berdasar pengalaman sendiri. Selain pasti unik, kecil kemungkinan akan mirip dengan pengalaman orang lain. Bukankah bahkan kembar identik sekali pun
miliki banyak perbedaan? Bagaimana pula dengan saya dengan orang lain yang beda ayah dan ibu? ^^

Tips berikutnya, selalu memasang alarm personal setiap ingin berbagi atau meneruskan satu informasi. Walau pun belum seratus persen terjaga, prosentasenya tak seburuk saat awal dulu saya alami keleluasaan berseluncur. Koneksi inet tak terbatas dan tanpa saringan bisa membuka informasi apa pun.

Dua tips yang menjaga jempol saya tak murahan. Murah menebar informasi salah. Murah menebar benih-benih kebencian, tanpa pandang bulu. Murah menebar informasi-informasi menyesatkan.

Baru dua tips dan masih sebatas menjaga diri saya sendiri. Belum di kapasitas menegur jika ada yang melakukan (sudah ada yang negur duluan soalnya :D ).

Di mana dua tips ini juga yang saya terapkan di banyak aktifitas online saya. Di tulisan-tulisan, di status-status akun sosial media juga di teks grup-grup chat online.

Tidak selalu mudah, namun alhamdulillah bisa. Demikian juga tulisan kali ini. Satu bentuk dukungan dan sikap, ikhtiar berada di jemaah onliner yang minimalkan 'aksi-aksi' jempol murahan.

Bagaimana dengan kamu? Pasti juga punya tips-tips cara asyik menjaga jempol agar tak murahan. Syukur-syukur jika jauh lebih tegas dari saya, tak ragu menegur siapa pun yang sedang 'kelepasan' jempol.

Yuk, bareng saya semakin bijak bermedia sosial. Makin intens tebar apa pun dengan nuansa serba positif. Maksimalkan setiap waktu kita tinggalkan jejak tak terhapus di dunia maya, sebisa mungkin di konten-konten dengan porsi terbesar di nilai-nilai serba positif.

Mari pelihara dua jempol kita, tidak murahan.

Semangat menulis!!

6 comments:

  1. Semoga jempol dan jari2ku yang lain nggak termasuk yang murahan ya Bun

    ReplyDelete
  2. Betul banget Bunsal. sekarang apa-apa kudu hati-hati. harus pinter nyaring informasi apalagi jika mau nyebarin juga.

    makasih tipsnya :*

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah aku orangnya ga gampang nyinyir ato asal komen ga penting gtu makanya sebel bgt kmr di twitter ada yg komen politik pake menghina2 swseorang dan mgetag aku langsung deh aku tegur orangnya.

    ReplyDelete
  4. Setuju aku pun gak suka baca medsos yang negatif atau nyinyir, seperti ketika hari ibu kan suka ada tuh yang nyinyir kok ngucapin di medsos, wong ibunya gak tau, siapa bilang ibu zaman now mah punya instagram dan yang bilang ngomong langsung dan peluk ibunya dia mah kagak, padahal yang dinyinyir udah ngucapin via telpon dan dateng mudik buat ketemu ibunya hehehe, hanya contoh ini mah, menurutku orang yamg kasar atai nyinyir di medsos pertanda kehidupan nyatanya tak bahagia sehingga respon negatif jika liat orang bahagia 😄

    ReplyDelete
  5. Jempol bs menunjukkan keberpihakan kita. Njempolin postingan yg ga baik artinya ikut setuju ma postingan itu kan.

    ReplyDelete
  6. Aahhh.. jempol murahan, istilah yg bagus 😃

    ReplyDelete