Maret 2020 masih tersisa dua pekan. Senin ketiga di bulan tersebut, mendadak saya harus segera berkemas. Outline pekerjaan rutin harian, target akhir minggu, buru-buru ditutup di buku agenda. Yang saya lakukan waktu itu, justru mulai memilah baju apa yang akan dibawa pulang.

Iya. Untuk waktu yang belum jelas, semua proses pembelajaran dan aktifitas kerja, harus dilakukan di rumah dulu. PSBB pertama diberlakukan serentak se-Indonesia. Termasuk madrasah alam, tempat saya bekerja. Madrasah alam, berjarak sekitar 3 jam berkendara pp dari rumah dan lintas kabupaten, serta mengharuskan saya memilih untuk ikut tinggal di asrama guru.

Di Lombok, siluet Rinjani di pagi hari, penyemangat menjaga sehat. Dokpri


Hari-hari pertama di rumah, apalagi berkumpul bersama suami dan anak-anak, kesenangan dan kebahagiaan menjadi warna sehari-hari. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Ungkapan yang pas, ketika saya mulai diserang psikosomasis. Kecemasan berlebihan.

Euforia ingin tahu update terbaru terkait pandemic Covid-19, berujung pada overthinking. Bahkan hampir setiap malam.

Tahun ini aktif mengajar Basic English di Ruang Pintar, Mandalika Lombok. Cred. Tim Kitapixel

Bagaimana kalau salah seorang anak saya tertular Corona? Apakah saya dan suami benar-benar tidak membawa virus di tubuh, setiap usai keluar rumah? Nasib anak-anak kalau kalau saya dan suami positif Covid-19, serta tidak berhasil sembuh kembali? Masih banyak ratusan kalimat tanya. Alih-alih terjawab, mereka hampir setiap malam berjejalan di kepala. Lalu memaksa mata malah nanar menatap langit-langit kamar.

Ibu, meski akhirnya bersedia selalu memakai masker, setiap pagi selalu harus belanja ke pasar. Pasar kecil ini memang dekat. Ibu hanya perlu berjalan kaki, tak sampai dua puluh menit. Yang menjadi ‘bahan’ psikosomasis saya lainnya. Apa benar tak masalah, bertemu orang banyak? Apa ibu tidak akan tertular klaster pasar? Masya Allah.

Salah satu yang saya minta ijin peluk, karena saling menahan diri sekian purnama. Dokpri

Juli 2020. Semua mulai berubah di bulan ini. Undangan liputan event mulai berdatangan. Kebiasaan baru 3M juga sudah mulai ringan. Selalu mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker dan wajib menjaga jarak. Sekarang ini, bertambah 2M, yaitu membatasi mobilisasi dan menjauhi kerumunan.


Kebiasaan 5M sangat membantu memasuki tahun baru 2021 dengan penuh semangat. Baik semangat sehat, juga kembali produktif. Update blog, kegiatan offline dan online, serta berbagai pekerjaan lainnya.

Bagian senangnya, kebiasaan baru 5M dan salam Covid-19 cukup meluas. Misal, bertemu siapa pun, dimana pun, sekarang sudah tak sungkan untuk tak saling bersalaman. Kan ingin saling menjaga tetap sehat? Walau kadang-kadang, ada satu dua sahabat, yang tak terhindarkan untuk ingin saling memeluk. Saking lamanya tidak pernah bertemu.

Masih di Ruang Pintar, berkerumunnya sebentar saja yak. Cred. Kitapixel

Bagian sedihnya, saat-saat ketika tak bisa sering berkunjung ke pusat kesehatan, seperti saat sebelum pandemic dulu. Alhamdulillah, situs-situs layanan kesehatan, sigap menyempurnakan layanannya. Mudah dan membantu klien atau siapa pun yang konsul kesehatan, hampir 24 jam. Cukup berbekal koneksi internet.

Salah satunya, Medical Tourism Malaysia. Layanan Malaysia Helath Care, yang hadir di Indonesia. Tepatnya, di SPACES, Lantai 3, World Trade Centre 3, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 29-31, Karet Sudirman, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Rumah sakit ini berada langsung di bawah naungan Kementerian Kesehatan Malaysia. Kamu yang ingin memanfaatkan layanan-layanannya, bisa beselancar dulu di situsnya. Tenang, kamu gen Z atau millennial yang lebih suka eksplor di Instagram?

Medical Tourism Malaysia juga eksis di Instagram, dengan akun Medtourismmy.id. Buat saya, ini cara asyik menjaga sehat. Feed di IG informatif, selalu up to date dan fun! Jadi, kamu dan saya, jadi sama-sama bersemangat selalu terapkan protkes.

Di Lombok, bahkan kota kelahiran saya, kasus positif Covid-19 semakin mendekat ke inner circle. Tolong dibantu doa, agar teman-teman saya dan anak-anaknya yang OTG bisa segera beraktifitas normal ya. Terima kasih

Wajib kenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, batasi mobilitas dan jauhi kerumunan.

Saya pribadi, sudah sejak lama tidak memantau aktif rilis harian pasien-pasien Corona. Namun ya itu tadi. Tetap semangat menerapkan protkes 5M dengan ketat. Tak lagi sungkan saling mengingatkan, jika ada yang lupa. Serta pastinya selalu berdoa. Semoga semua kita, dikuatkan dan menjadi peyintas dari apapun bentuk dampak pandemic ini.

Salam sehat!

16 Comments

  1. seru banget ya mbak, aku yang bacanya aja mendadak langsung pengen ikutan, tetap tidak lupa 3M ya, kereeen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap mbak Wuri. Ruang Pintar dan anak-anaknya selalu bikin semangat produktif, lagi dan lagi.
      Alhamdulillah

      Delete
  2. Wow..Malaysia serius sekali dg hal ini ya, bahkan medical tourism-nya pun ada di sini! Mantab deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya Mbak Tanti, langsung jemput bola.
      Juga jadi bisa menambah kesempatan bekerja para nakes di Indonesia

      Delete
  3. kegiatannya bagus, kalah jauh saya yang kebanyakan nonton drakor sama ngurus rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. InshaAllah sama-sama produktif.
      Mbak Maya update blognya inspiratif ^^

      Delete
  4. Semangat sehat ya BUnsal, jaga diri selalu. Aktif banget ngalor ngidulnya eheheh. Sukses juga buat kita semua, terus menjadi inspirasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat sehat juga buat Nyi.
      Alhamdulillah. Biar bisa ikutan kayak Nyi, yang ngalor ngidul ngetan ngulon dg vibes positifnya.
      Contoh perempuan muda inspiratif. Kewl ^^

      Delete
  5. Iya sudah banyak korban orang-orang di sekitarku mbak muslifa, salah satunya om, tetangga, teman..tetap disiplin jalankan 5M semoga kita semua dilindungi Allah aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiks, sedih ya mbak Dedew.
      Mudah-mudahan semakin banyak yang tergerak buat sama-sama saling menjaga.
      Jadi bisa nyaman, aman dan tenang hidup berdampingan bersama si Corona.
      Aamiin ya Allah

      Delete
  6. Sedih rasanya euy ga bisa bebas pergi2, ga bisa bebas ketemu orang, pelukan sama orang tersayang. Sudah ada setahun tapi belum ada tanda-tanda pandemi akan berlalu. Yg ada malah virusnya bermutasi. Meski rasanya capek, tapi harus tetap semangat dan ttp patuhi protokol kesehatan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat sama-sama yuk, mbak Alley.
      Di Lombok sini, di luar sana sudah mulai ramai.
      Tapi aku sadar diri dulu saja lah.
      Asli, gak enak banget sakit di era pandemi begini. Was-wasnya jadi berlipat-lipat.

      Delete
  7. Kegiatannya tampak seru banget ya mbak.. Dan senengnya adalah prokes tetap jalan.. Supaya kita sama2 aman

    ReplyDelete
  8. Bunsal ni super aktif ya. Menclok sana-sini selalu produktif dan bermanfaat. Aku jadi ikut termotivasi dan terinspirasi nih :) Sehat-sehat terus ya bunsal...

    ReplyDelete
  9. Memilah informasi udah jadi keputusan ku agar imun terjaga. Aku cari info seputar kesehatan, juga di Instagram Medtourismmy.id yang selalu update

    ReplyDelete
  10. Semangat terus produktif ya Mbaa, keren ya aktivitas ruang pintar jadi pengin aktif berkontribusi juga niih

    ReplyDelete