Gili Trawangan, Lombok. Malam ke-3 akhirnya benar-benar chill out di salah satu gerai di pulau pesta. Gerai besar, karena setidaknya ada empat lokasi di area seluas sekitar 340 hektar, selalu berada di jalur utama pulau dan buka 24 jam!
Di tempat baru ini, tadinya tanah kosong. Jalur utama juga, karena di arah sisi kiri foto, terdapat properti besar yang jadi jujugan para wisatawan penggemar pesta kelas berat. Jelang petang, musik keras tempat ini sudah mulai bertalu ke semua arah penjuru angin. Awal saya dan suami mulai menjadi sepasang pekerja pulau, bahkan sinar lasernya menembak hampir sepertiga lokasi gili kecil di sisi barat laut pulau Lombok ini.
Salah satu sudut Trawangan, karya seni seorang seniman mural terkenal di sosmed IG. Dokpri
Sekarang, teras terang benderang sepanjang hampir 20 meter lebih dari gerai ini seolah tak pernah sepi. Baik oleh sepasang pekerja nongkrong seperti kami, pasangan lain, paduan turis juga masyarakat setempat yang berlalu lalang, pun yang mampir berbelanja. Untuk harga, ini bagian menyenangkannya, tidak semahal toko-toko lainnya. Mungkin ini pula yang menjadi alasan, banyak jenis pembeli yang berbelanja kembali. Termasuk kami. Saya dan suami, selalu membeli dua gelas kopi panas hitam. Murah meriah. Cukup 10 ribu rupiah. Nongkrong lebih daei satu jam. Sembari selesaikan video laporan harian pekerjaan kantor. Jika sudah terkirim sejak sore, saya akan membawa buku bacaan yang belum selesai terbaca.
Lain waktu, bisa jadi saya akan sering update blog dari teras gerai ini.
Minusnya, teras ini tidak berada di jalur utama pinggir pantai. Dokpri
Sesuatu yang saya praktikkan di tulisan ini. Pagi tadi, sudah berusaha mengafirmasi positif diri sendiri. Perpanjangan umur blog ini di Maret lalu, jadi satu-satunya hal penting yang saya lakukan. Mengisinya dengan tulisan terbaru? Jujur, saya benar-benar lupa! *sigh*
Hampir lupa, apa saja si keseruan nongkrong di gerai ini?
Satu, gratis tis tis! Bahkan jika kita tidak berbelanja pun, rasanya karyawan gerai tidak akan mengusir. Tapi, jika pun tidak membekal sesuatu, garing juga kan ya momen nongkrongnya?
Dua, melihat di depan mata sendiri, turis mancanegara berlalu lalang, menyadarkan jika Trawangan sungguh benar jujugan wisatawan dunia. Berbagai bahasa asing berseliweran di telinga. Kesadaran, sebagai pekerja pulau, istimewa berada di salah satu destinasi wisata terkenal. Inspirasi tulisan tentu jadi makin beragam.
Tiga, ah, jadi mengerti mengapa gerai ini selalu ramai. Gara-gara barusan ini menumpang ke toiletnya, jadi tak sengaja sekalian window shopping. Wah, harga-harga produknya sebelas dua belas dengan harga di salah satu toko grosir besar pulau ini. Belanja rutin bulan ini, semacam pindah ke gerai ini saja ah. Sekalian sedikit timbal balik, karena menyediakan teras panjang sebagai lokasi nongkrong terbaik si gili pesta.
Nah, semoga tulisan update ini sungguh bisa tayang. Sehari tadi, beberapa grup chat online kawan-kawan blogger ramai dengan sharing bahwa blog mereka lenyap! Saya turut segera cek email, namun tidak ada konfirmasi apapun terkait blog saya.
Jadi, tulisan ringan ini, selain memenuhi target personal, juga semacam tes apakah blog saya selamat dari 'kekacauan' di beberapa blog teman-teman blogger lainnya.
Mari kita lihat...





Post a Comment
Post a Comment