5 Tahun 'GroundZero', di sedikit pikirku

Photobucket - Video and Image Hosting
Photobucket - Video and Image Hosting

Aku termasuk terlambat mengetahui momen Selasa kelabu, 11 September 2001 lalu. Sebagai marketing merangkap administrasi sebuah perusahaan recycle yang mengandalkan income pada order dengan pembayaran BG mundur, menikmati tayangan TV menjadi sesuatu yang menyibukkan. Dan sekali mengetahuinya, tak bosan aku berpindah channel berita, hampir di semua waktu luang jam kerja.

Aku mulai jenuh mengikuti kelanjutan berita saat semua informasi terkait tentang peristiwa tersebut begitu blunder. Agak kurang blunder saat akhirnya pada Kompas, 9 Septmber 2006,'...Televisi Al-Jazeera, Kamis (7/9) menayangkan rekaman video yang memperlihatkan pemimpin Al-Qaeda Osama Bin Laden bertemu dengan para perencana serangan itu disebuah kamp pegunungan Afganistan..'

Mengapa 'agak' kurang blunder? Sedikit berkomposisi, katakan blunder itu 100%, agakku disini mengurangi 10% dari totalitasnya.

Pertama, aku mempercayai kredibilitas dan validitas Al-Jazeera. Tidak sulit menemukannya dimesin pencari Google. Kepercayaan ini mengambil 9% dari 10%-ku diatas. Kedua, kenyataan bahwa salah seorang yang ada dalam video tersebut, kini menjadi tahanan resmi pemerintah AS [dari kutipan berita yang sama seperti diatas], menempati 0.75%. Yang sedikit mengganggu, berita tersebut terlampir sebagai afiliasi Kompas dengan Reuters.

Bukan munafik. Aku termasuk sebagian orang yang Anti-AS-minded. 2 kali pelatihan jurnalistik yang pernah aku ikuti, rasa-rasanya, keidealisan dan kesempurnaan sebuah Kode Etik Jurnalistik tampak kecil dan ciut didepan hegemoni surat-surat kabar Amerika. Tentu tanpa menyampingkan fakta, bahwa ada pula berita-berita yang memang terjaga sesuai koridor-koridor Kode Etik tersebut.

Mau pastikan sedikit cermin dari 3 paragrafku diatas?
Dari 2 link berikut, sedikit banyak bisa gambarkan lebih jelas maksudku..:
Pertama dan Yang Ini

Berikutnya, penayangan video tersebut seolah menegaskan, bahwa memang Al-Qaeda-lah yang bertanggung-jawab pada peristiwa 11 September tersebut.

Sejujurnya aku kecewa. Awalnya, aku benar-benar berharap, bahwa tragedi kemanusiaan sekejam itu bukan olah tangan dan pikir saudaraku se agama, yaitu Islam.
Namun, bagaimanapun, tidak bisa sesederhana itu menggambarkan kejadian tersebut. Akan selalu ada alasan-alasan yang tak sepenuhnya bisa diketahui secara gamblang, mengapa akhirnya Al-Qaeda merasa perlu menghancurkan menara kembar kebanggaan Amerika tersebut.

Terakhir, meski Osama Bin Laden belum juga tertangkap untuk setidaknya mempertanggung-jawabkan perbuatannya, sedikit harapku, kedepan tidak ada lagi 'oknum-oknum' semacam beliau. Tegakkan amar makruf nahi mungkar tidak harus dengan pertumpahan darah, hilangkan generasi atau hal semacam itu. Dan kalaupun itu adalah jalan satu-satunya, tentu ada cara-cara bijak lainnya untuk tidak memperpanjang pertumpahan darah yang terjadi. Semoga..


No comments:

Recent

recentposts

Random

randomposts