Susahnya Asumsi

Siapapun yang membaca tulisan ini mungkin sepakat, bahwa jika telinga
Anda mendengar percakapan berikut, asumsi terdekat adalah, Wow!
Benarlah sudah edannya jaman. Benarlah pula bebasnya perilaku seks
remaja kita.
Meski sedih, dari 2 kalimat itu saja, para pembaca akan tahu,
percakapan seperti apa yang sedang terjadi:

Kodok : si Nggambus aneh deh. sekali ketemu, masa bawa berita aneh
gitu. Dia bilang, pacarnya dah hamil 5 bulan dan ndak mau pulang ke
kampungnya. Sekarang, malah jadi kos ber2.
Kancil: wah...ya pantes aja. dia jadi jarang kliatan dan ilang dari
kampung sini...

Kalimat sisanya, berputar dimasalah klasik. Si perempuan yang takut
pulang kerumah dan kondisi mereka berdua yang pindah-pindah kos. Juga
ke tidak jelasan status si janin. Apakah akan lahir dengan surat nikah
kedua orangtuanya. Atau lahir, untuk sebagai saksi pernikahan orang
tuanya yang terlambat.Yang jelas hanya satu, si janin tetap tumbuh dan
akan lahir dalam 5-6 bulan kedepan.

Percakapan kedua:
Cicak : Si Fulan edan men...Skarang dah brani ngamar ma ceweknya.
Taruhan, dia sudah ketagihan tuh. Tiap minggu minta *^*&^*&^&(*
[bahasa vulgar untuk 'level' aku :(].
Kutu : Masa sih? Mang ceweknya yang mana?
Cicak : Ndak tau. Tu cewek katanya kenal dari forum chattingan. Ngajak
ketemuan, eh langsung ngamar di kota S. Sekarang mah langsung tancap.
Aku aja kaget. Mbok kalo cerita agak di bungkus gimanaaaa kek. Si
Fulan langsung bablas aja. Cerita dengan ancurnya.
Kutu : Wah.....

Tuhan. Aku sangat sedih. Aku ingin tutup telingaku, tapi tidak bisa.
Aku ingin buat mereka berhenti bicara, tapi juga tidak bisa. Aku
bahkan ingin, si N dan ceweknya bisa aku bantu menikah. Dan bisa
berikan kasih sayang yang besar, luas dan banyak untuk bayi mereka.

Bahkan, untuk setitik asumsipun sudah tak sempat.
Semua sudah jelas dan nyata. Tidak lelaki, tidak perempuan. Saat ini
semua bebas lakukan sesuatu yang harusnya belum boleh. Karena mereka
mau. Karena mereka bisa. Dan karena banyak tempat yang membuat mereka
bisa.

Dan anakku juga akan tumbuh sebagai perempuan.
Tuhan, jika hadirkan asumsi saja begitu susah, mohon mudahkan masa
depan anakku. Jaga dia dari pengaruh seks bebas. Jaga dia agar amanah
sebagai hamba-Mu. Amin. Amin. Amin

2 comments:

mardee said...

amin...

*wes, ngono tok. lg kehabisan ide :D

Dewi said...

Bunsal apa kabar?

yuk kita bekali anak kita dgn moral dan iman yg kuat, smoga klo anak kita takut akan Tuhan gak akan terjadi spt percakapan2an di atas.. at least sejatuh2nya gak bakal terperosok lebih dalam. GBU!

Recent

recentposts

Random

randomposts