Mountain Trekking dan Sea Fishing, Libur Yuk!

Sesekali menyimak TL, beberapa akun khusus mountain trekking menginformasikan penutupan beberapa lokasi pendakian favorit. Semeru, Rinjani dan beberapa gunung lainnya.
Di berita-berita TV, jamak bermunculan informasi-informasi peringatan tentang tingginya ombak di beberapa lautan Indonesia. Juga himbauan pengawasan berlebih di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan antar pulau.
Berita-berita koran cetak juga dipenuhi kawasan-kawasan yang rutin dikunjungi tsunami-tsunami kecil musiman. Musiman karena memang selalu terjadi setiap tahun. Demikian juga berita banjir di beberapa kota besar Indonesia.
Satu sisi, si ayah, juga berkeluh-kesah tentang skedul mancing rutin mingguannya yang terpaksa libur panjang. Pemilik kapal jukung langganan yang mengantar ke spot mancing Dam Ijo, beberapa minggu terakhir terpaksa menjemput para pemancing di Dam Ijo di 9 pagi. Lebih awal 3-4 jam dari skedul normal, dijemput pukul 12-1 siang.
Alasan utama dan tunggal, yaitu ekstrimnya perubahan cuaca 2 bulan terakhir sampai 2-3 bulan ke depan.
Hujan lebat disertai angin kencang, kadang juga diawali puting beliung di daerah-dareh tertentu.
Di gunung-gunung, ancaman badai dingin yang mengancam ketahanan tubuh dengan resiko hipotermianya (penurunan suhu tubuh secara mendadak yang berujung pada kematian).
Di perairan, ombak tinggi dan baratan/timuran (istilah badai di laut ala Semarangan) yang bisa menenggelamkan kapal.
Di beberapa kota besar, tanggul-tanggul banjir yang mendadak jebol dan akhirnya membanjiri kawasan pemukiman.

Apakah kemudian aktifitas outdoor kita harus libur panjang?
Bisa libur, tetap berjalan pun juga bisa. Untuk para pecinta alam, banyak yang kemudian menjadi tim-tim taktis yang membantu para korban banjir. Keahlian khusus mereka memang sangat dibutuhkan. Para pemancing, beberapa ada yang berpindah ke kolam-kolam pancing. Menghabiskan beberapa jam untuk bisa tetap rasakan strike ikan. Pemancing idealis ( :P ) akan memilih merawat peralatan mancing mereka atau melaksanakan program-program sosial, seperti menebar bibit ikan atau juga menjadi relawan, membantu para korban banjir.

Banyumanik-18 Januari 2013








4 comments:

Agus Slamet said...

Sangar...
Bojomu wis nebar iwak opo neng?

Sapardi Taufan said...

Mari bersama untuk melakukan penghijauan, dan penanaman kembali pohon-pohon yang baru di lahan kritis di utara Rinjani mountain, dengan harapan bisa tumbuh karena dimusim penghujan.... guna terlaksananya program PRB "Pengurangan Resiko Bencana" jangka panjang...

Sapardi Taufan said...

Mari kita tanam sejuta pohon untuk melaksanakan PRB "pengurangan resiko bencana" di utara gunung rinjani.... sambalia, dan sembalun.... agar rimbun hutanku bukan gundul hutanqu, karena sedang hujan nih,,, hayyo

Sapardi Taufan said...

Mari fishing to spot" mancing terkenal.......

Recent

recentposts

Random

randomposts