Support Sepenuh Jiwa Untuk Bunda


Sebelas tahun menjadi ibu pekerja, butuh keteguhan dan konsistensi sepenuh hati untuk tekuni tanggung  jawab baru, Ibu Rumah Tangga. Jenis pekerjaan dengan jam kerja 24 jam penuh. Keahlian mengatur jam tersebut untuk bisa maksimal serta meyakinkan semua pekerjaan selesai dengan baik. Multi tasking sepanjang waktu, 7 hari seminggu dan 365 atau 366 hari setahun. Begitulah Bundaku. Sejak memutuskan resign dan tidak menggunakan asisten, bunda memang melakukan sendiri semua pekerjaan rumah. Dan membuatku menjadi asistennya! Tidaaaaakkkkkkkkkkk..


Bunda itu ratu perintah! Yakin!




Suatu Hari
"Gadiiiissssssssssss, tolong Bunda lipat bajunya yaaaaaaaa...!"
Astaga Bunda, sepagi ini sudah teriak-teriak.
"Iya Bundaaaaaaaaaaa," balasku enggan. Renggangkan badan saat baru bangun tidur itu, semacam ngegym bareng personel Suju idolaku. Nyamaaaannnnnnn.
"Sekarang lho, nggak pake nanti.."
Mataku seketika terbelalak. Kenyamanan tadi langsung lenyap seketika.
"Ini juga sudah jalan sekarang Bundaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.."
Selesai melipat dan menata baju-baju di lemari, aku beranjak dekati Bunda yang sudah ubleg di dapur.
"Bunda, takjil hari ini mau buat apa?"
"Enaknya apa Nak? Ini Bunda masih masak sayur dan lauk saja. Belum kepikiran buat menu takjilnya."
"Pancake pisang tabur keju parut seperti ramadhan hari pertama dulu gimana? Keknya enak tuh," timpalku.
"Boleh. Tapi, bantu Bunda buat beli pisangnya dulu ya. Kalau bahan yang lain masih ada di kulkas."
"Yah, Bunda mah. Dikit-dikit minta dibantuin mulu."
"Ya iya Nak...Gadisku yang cantik kan asisten terbaik Bunda," kerling Bunda.
Hiks, jadi agak menyesal mengusulkan takjilnya, kudu beli pisang dulu.
Saat Sahur
"Gadis, bangun nak. Sahur dulu yaaaaa," suara bindeng Bunda sayup-sayup di telingaku.
Wah, bahaya nih. Bunda sedang flu berat. Semoga pekerjaan harian tidak lantas di'hibah'kan padaku. Puasa gitu lho..Harus hemat tenaga.
Sebagai jemaah yang tidur sehabis sholat subuh, aku baru benar-benar terjaga di pukul 9 pagi. Dan eh, di halaman, sudah rapi berjejer jemuran hasil cucian Bunda. Wah, aku selamat...:D
Saat Berbuka
"Maaf ya, lauk dan takjil hari ini mungkin tidak selezat biasanya. Flu Bunda membuat jadi agak susah memastikan semua rasa," masih dengan suara bindeng, Bunda berucap sesaat setelah ucapkan doa berbuka.
"Gak pa-pa Bunda, alhamdulillah sudah dimasakkan macam-macam ya," timpal ayah.
"Oia, hari ini Gadis bantu Bunda ngapain?" Lanjut ayah.
Dengan mulut penuh, aku mantap menggeleng. Iya, hari ini memang tidak ada 'adegan' membantu Bunda.
"Lho, gak kasihan sama Bunda? Sedang flu berat begini malah nggak dibantu samasekali."
"Bunda gak minta tolong aku si yah. Jadi ya aku memang nggak bantu-bantuin."
Dan sepanjang malam sampai saat tidur, aku jadi kepikiran. Iya juga sih ya, dengan hidung meler, bersin-bersin dan suara bindeng, Bunda malah sama sekali tidak memintaku melakukan apa-apa. Aneh.
Hari yang lain 
Sudah pagi dan pikiran semalam masih mengendap di kepalaku. Kira-kira, seharian ini akan seperti kemarin atau tidak ya? Tidak ada perintah-perintah permintaan bantuan dari Bunda?
Benar! Sampai selesai sholat dzuhur, Bunda tidak mengusikku sama sekali. Hari ini bahkan bibir Bunda begitu kering. Semalaman pasti susah bernafas gara-gara flunya, dan bernafas melalui mulut. 
Aku harus memberikan kejutan buat Bunda. Bunda tak perlu menyuruh-nyuruhku lagi. Aku coba buatkan sesuatu yang spesial buat Bunda.
Berhasil memaksa ayah mengajak bunda berkunjung ke dokter keluarga, memastikan bahwa bunda memang hanya flu biasa, aku habiskan waktu ba'da ashar di dapur. Pisang bakar keju dan omellete keju brokoli pasti bisa membantu bunda segera sembuh dari flu beratnya.
Dua menu ini sering kami buat bersama, baik saat ramadhan atau di hari-hari biasa. Keju Kraft Melt untuk campuran omellete dan Keju Kraft rendah lemak untuk taburan omellete serta pisang bakar kejunya. Bunda selalu siap stock semua jenis keju Kraft, karena kami sekeluarga sangat menyukai menu-menu olahan serba keju.
Omellete Brokoli Keju


Pisang Bakar Keju

Bahan-bahan pisang bakar keju

Saat berbuka, aku mesam-mesem sendiri. Meja makan sudah penuh dengan menu berbuka hari itu, dan dua menu kejutanku untuk bunda aku simpan di tempat rahasia.
"Ada apa Gadis? Dari tadi wajahnya cerah banget. Oia, terimakasih ya sudah meminta ayah antar bunda ke dokter," bunda membuka percakapan sambil mengambilkan hidangan untuk ayah.
"Nggak koq bunda, nggak ada apa-apa."
"Sebentar! Gadis ada hadiah kejutan untuk bunda," aku berujar cepat ketika bunda hendak mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
Sigap aku beranjak dari kursi dan kembali dengan dua piring spesial. Satu piring berisi pisang bakar keju dan piring lainnya omellete brokoli keju. Uap hangat dari dua makanan ini masih mengepul tipis.
"Ini hadiah kejutan buat bunda, karena tetap memasak meski sedang flu berat. Yang paling utama, juga karena dua hari ini aku nggak disuruh-suruh bunda," senyum dan seringaiku lebar.
"Wah, asisten bunda memang paling hebat sedunia. Maaf ya, bunda terlalu pusing karena flu, jadi memang nggak kepikiran buat perintah-perintah Gadis," senyum bunda tulus.
"Kalo gitu, bunda flu terus aja ya!" Sambarku dan terbahak.
"Enak saja!" Balas bunda, juga sambil tertawa-tawa.
Dan dua piring menu spesialku buat bunda tersayang, tandas. 
Cepat sembuh bunda, aku siap menjadi asisten 24 jam bagimu. Tapi, hanya pas libur sekolah yaaaaaaaa...Janjiku dalam hati sambil menatap bunda dengan penuh cinta. 



2 comments:

Ika Hardiyan Aksari said...

Ibu memang seperti itu ya Mbak. Bagaimanapun keadaannya selalu melakukan tugasnya dengan maksimal. Makin sayang sama ibuuuu :*

Nurul Fitri Fatkhani said...

Wah..kayaknya enak tuh. . Cara buat omlette brokoli kejunya gimana mbak ? Mo nyobain ah...

Recent

recentposts

Random

randomposts