Reading and Trekking: Me Time Yang Nduiti

Saya isteri dan ibu yang beruntung. Resign sebagai ibu pekerja untuk menjadi IRT(Ibu Rumah Tangga), mendapat dukungan penuh keluarga melakukan dua kecintaan saya, membaca dan trekking.

Perkembangan teknologi inet semakin menisbikan batas wilayah dan waktu sekaligus pembuka dunia pengetahuan tak berbatas, asbab IRT bisa menjadi pebisnis atau geluti profesi baru yang tak terikat jam kerja kantor. 
Inilah pendorong utama saya menarik diri dari rutinitas kantoran. Disamping itu, dua hobi lawas saya membuka pintu rezeki baru, yaitu menulis berdasarkan buku-buku bacaan juga pengalaman dari setiap momen trekking saya.
Trekking di bukit 400 mdpl di sabana Doro Ncanga Dompu, NTB   



Ya, membaca dan trekking merupakan me time terbaik saya. Destinasi favorit trekking saya adalah gunung dan pantai. Pandangan serba hijau tetumbuhan serta birunya langit pun laut, penormal bagi kepenatan selepas jalani rutinitas harian. Jeda waktu saat belum bisa trekking, tenggelamkan diri di samudera diksi buku berbagai genre, mengasah skill menulis serta kepekaan untuk lagi mengolah diksi tersebut. Sebagian besar sebagai jembatan bagi saya menularkan banyak hal serba baik, selebihnya semoga menjadi kebaikan bagi diri saya sendiri serta keluarga saya.
Lemaskan wajah dan jejari di sela editing process di pekerjaan terakhir di Dompu, 6 bulan lalu.
Me time yang bisa dilakukan sampai tua. Bahkan beberapa tahun lagi dua anak saya bisa menemani. Bersama kembali tapaki puncak 3726 mdpl Rinjani, sehingga mereka mengerti mengapa akhirnya kecintaan saya begitu besar pada aktifitas satu ini. 
Terimakasih terbesar pada suami dan anak-anak saya, mengijinkan saya tekuni me time ini, selain pastinya karena keduanya nduiti (menghasilkan uang). Ulasan atau field trip saya bisa menjadi bahan tulisan di portal-portal travel blog atau sejenis. Membantu keuangan keluarga sekaligus terjaga bahagia karena me time saya asli nduiti.



1 comment: