GENPI Lombok Sumbawa, Generasi Baru Promosi Wisata Halal

September yang sibuk bagi para blogger Lombok Sumbawa, pun para pegiat pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) lainnya. Mengapa? Tak lama selepas rangkaian acara Workshop dan Jumpa Blogger serta Blogcamp di pertengahan September lalu, pekan terakhir ini justru semakin sibuk lagi.
GENPI Lombok Sumbawa, Goooo Yess!!
Soft launching Generasi Pesona Indonesia (GENPI) Lombok Sumbawa pun hadiri berbagai event terkait bahan utama ulasan, apdet blog atau sekadar apdet kegiatan terbaru di masing-masing akun sosial media (sosmed) para blogger yang tergabung di GENPI.

Rabu 21 September pekan lalu, sebagian langit Lombok Barat mendung sejak tengah hari. Jauh berbeda dengan terik konstan di langit kabupaten Lombok Timur. Perbedaan yang kerap membuat lupa para pengendara motor, memastikan jas hujan benar sudah tersimpan serta terbawa.

Sore di Hotel Aruna Senggigi masih terlalu awal, masih terbaca sebagai Hotel Graha Senggigi di fitur check in sosmed Facebook (FB). Di halaman belakang hotel ini, telah hadir sekitar 100 orang lebih yang nantinya ditasbihkan sebagai GENPI Lombok Sumbawa. Perwakilan generasi digital yang habiskan sebagian besar waktu mereka di dunia maya bersentuhan serta informasikan dunia pariwisata Lombok dan Sumbawa.
Kadisbudpar NTB LM Faozal MSi
di pengantar Soft Launching GENPI Lombok Sumbawa
Pengantar singkat pun dialog yang tidak terlalu lama, di ambang senja sebagian perwakilan komunitas diminta berbagi panggung. Lakukan seremonial soft launching GENPI, satukan niat, usaha dan kesepahaman lebih memajukan lagi geliat pariwisata NTB di jargon wisata halal.

Mulai intens berinteraksi melalui grup online Whatsapp seusai event Workshop & Blogcamp; Jumpa Blogger Lombok Sumbawa di Hotel Santika 10 September lalu, acara seremonial formal juga event-event wisata sudah mulai bertebaran bagi para GENPI.

International Halal Travel Fair yang diselenggarakan tiga hari, bersamaan dengan Sosialisasi dan Dialog Publik Wisata Halal NTB di Kamis pagi 22 September kemarin, serta Festival Moyo di kabupaten Sumbawa di akhir pekan ini. Di waktu yang sama, ada juga event Festival Tani Nusantara sekaligus perayaan Hari Jadi kabupaten Lombok Tengah, 23 September sampai hari Minggu 25 September.
3 narsum di Sosialisasi dan Dialog Publik Wisata Halal NTB
Opening Speech KadisBudPar NTB


Saya pribadi baru bisa menghadiri event Soft Launching dan Sosialisasi serta Dialog Publik Wisata Halal NTB. Sampai tulisan ini tayang, belum ada event wisata lain atau sekedar hang out sederhana bersama keluarga, yang saya lakukan.

Sebentar, sebenarnya GenPI itu apa sih?

Kembali ke soft launching GenPI di pertengahan pekan lalu, para generasi digital Pesona Indonesia ini tak hanya blogger saja. Para Event Organizer (EO), Tour Travel Agent, pemilik-pemilik start up berbasis atau berkonten Lombok Sumbawa pun para netizen personal yang berkenan sisihkan waktunya di dunia maya bagi dunia kepariwisataan Lombok Sumbawa.

Berikutnya, term of word Lombok Sumbawa, menurut saya sebagai spesifikasi khusus. Dua nama khusus ini adalah juga nama dari dua pulau terbesar di propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pun juga penanda dari beberapa kabupaten -- 4 kabupaten di pulau Lombok: Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara serta dua kabupaten di pulau Sumbawa: Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Pendek kata, referensi khusus ini menjadi pembeda spesial dengan beberapa daerah lain di Indonesia yang juga sedang promosikan daerah mereka menjadi destinasi halal. Referensi spesial yang tetap mencakup semua spot-spot wisata di NTB, mainstream, akan menjadi mainstream pun spot-spot wisata baru yang tersebar di dua pulau besar juga pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Lantas, apa yang harus dilakukan GenPI?

Well, GenPI baru saja lahir. Merujuk kebiasaan di tempat suami saya di Semarang selatan (Banyumanik), bahkan belum selapanan (lima hari pasaran). Namun, sepengetahuan saya (dari diskusi-diskusi saat soft launching, workshop, sosialisasi & dialog publik wisata halal serta diskusi-diskusi ringan di grup WA GenPI), membantu mempromosikan Lombok Sumbawa sebagai destinasi halal Indonesia dan dunia.

Bagaimana caranya?

Masih sepengetahuan plus sepahaman saya, ada beberapa hastag atau tanda pagar yang bisa Anda gunakan untuk sama-sama bergerak bersama kami di GenPI (volunteer):

Pertama, hastag #WisataHalalLombokSumbawa. Untuk karakter yang lebih pendek, bisa menggunakan #LombokHalalTourism, #SumbawaHalalTourism, #WisataHalalLombok, #WisataHalalSumbawa.

Kedua, di mana letakkan beberapa pilihan hastag di point pertama di atas? Tambahkan di setiap aktifitas digital Anda. Tentunya yang bisa terbaca publik, terekam jejaknya di mesin-mesin pencari besar serta menjadi penambah jumlah dari masing-masing hastag itu sendiri.

Salah satu unggahan foto di akun IG saya.
Generasi digital umumnya banyak habiskan waktu di akun-akun sosmed mereka. Sebut saja Instagram (IG), yang setiap unggahan gambar bisa dibagikan ulang ke akun-akun Twitter (meski ada batasan karakter yang tak sampai 150), Facebook (FB), Path, Google+ atau akun --yang masih terkesan kadar profesionalitasnya sampai sekarang, Linkedin. Bisa pula kaitkan di setiap tulisan-tulisan web atau portal bersama Anda, copy atau ghost writer yang tentunya tak menyalahi kontrak atau akad kepenulisan.

Selesaikah?

Lagi-lagi menurut saya, belum. Promo ini memang terikat pada satu target. Target yang juga berdasar pada skejul tertentu. Untuk itu, ijinkan saya mengutip satu rangkaian skejul terkait ini:

World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 Schedule
Tentunya besar harapan banyak pihak (terutama saya), dua penghargaan di akhir tahun lalu kembali bisa diraih. Idealnya, satu destinasi atau spot halal di Lombok, satunya lagi di Sumbawa. Tak menutup kemungkinan, harapan agar dua penghargaan bertambah, mengingat ada sekitar 15 jenis penghargaan yang 'diperebutkan'.

Lantas, jika target tercapai, haruskah berhenti? Bagi saya, tidak. Bukan semata karena event penghargaan serba halal mulai rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Terbesar, karena dunia pariwisata tak kan pernah benar-benar berhenti. 

Lombok dan Sumbawa miliki begitu banyak destinasi wisata. Pengunjung akan masih tetap berkunjung. Dengan atau pun tanpa label halal sekali pun. Toh sejatinya Lombok dan Sumbawa telah lama memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang kental dus halal. Prosentase penduduk muslim masih yang terbesar. Namun, di titik-titik tertentu di mana keberadaan penduduk yang berbeda prinsip, budaya serta standar-standar nilai kehalalan berada, di sinilah memang diperlukan penanda khusus. Penanda yang tak wajib, karena tetap ada koridor eksisnya pariwisata konvensional. Di sinilah saya (sebagai bagian dari GenPI) bersiap informasikan ke siapa pun pihak-pihak yang membutuhkan, apa dan di mana destinasi halal berada.


Kembali ke GenPI, pekerjaan telah menunggu. Pekerjaan yang tinggal disertakan di rutinitas harian saya. Menulis dan sesekali travelling sebagai update pun lengkapi kewajiban saya sebagai salah satu kontributor web travel. Dua hal yang kemudian mengisi sebagian besar akun-akun sosmed saya. Untuk itu, mulai hari ini, ijinkan saya melengkapi setiap proses promosi tersebut dengan beberapa label, tanda pagar, hastag baru. Tentunya akan sangat menyenangkan, jika Anda (siapa pun Anda), berkenan membaginya kembali. Tambahkan label, tanda pagar dan hastag yang sama? Sempurna!

Teriring salam hangat dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya dari satu spot di ujung timur pulau Lombok.




11 comments:

  1. wah seru yaaa... pengen deh ke Lombok :)

    ReplyDelete
  2. Tambahan kaq..sumbawa itu bukan hanya kabupaten sumabawa dan sumbawa barat tapi juga mencakup dompu, kota bima, dan kabupaten bima..:)
    "Ema"

    ReplyDelete
  3. At kk +Marita yuk ayuuukkkk...Siap ngancani ider2 tekan endi wae..

    At semeton admin +Wisata Lombok Sumbawa: Siappp, yg sy maksud, kabupaten yg menggunakan kata Lombok & Sumbawa. InshaAllah akan ada banyak seri tulisan ttg #GenPILombokSumbawa. Terima kasih telah berkunjung..^_^

    ReplyDelete
  4. Lombok.... Ya Allah, semoga suatu saat bs ke sana...aamiin :)

    ReplyDelete
  5. Wuayyooo, GreS jengjengnya ke Lombok.
    Tak tungguuuu....^_^

    Suwun sanget mpun mampir yo kk Hapsari..
    Im on my way to do the kunbal...Hihihihi

    ReplyDelete
  6. lombok banyak tempat wisata keren ya ...deketnya bali ya mbak?

    ReplyDelete
  7. Halo mb +prana ningrum, nggiih, Lombok persis sbelahe Bali. Nyebrang laut bisaaaa, terbang 20 menitan jg bisaaaa.

    Kabar2i yaaa kalo jadi main ke Lombok. ^_^

    ReplyDelete
  8. Duuuh kapan yaa bisa halan-halan mbolang ke Lombok.kalo ngimpi sih pernah.wish me luck bisa ke sana yambk😘

    ReplyDelete
  9. Alo Tanty dan Ashila..
    Terima kasih sudah berkunjung ke blogku yaaa.

    Buat Tanty, aamiin, inshaAllah ncen jodoh, pasti ujug2 dolan nang Lombok. Jo lali kabar2i yooo.

    Dik Ashila, yuk secepatnya main ke Selong..^_^

    ReplyDelete