Kisah Bunsal Tentang Tumor dan Kanker Payudara

Tumor payudara yang kemudian berkembang menjadi kanker, telah menjadi satu momok bagi kondisi kesehatan. Terutama perempuan. Segala hal terkait kondisi ini, cerita-cerita sedih kematian, empati tak terbendung saat teman terdekat beroleh vonis kanker payudara pun masygul serta doa-doa terpanjat dalam diam saat berbagi tahu --semoga kita, Anda juga saya terhindar dari penyakit ini.
Indah Nuria Giveaway Post

Nyatanya, di luar sana masih banyak sesama perempuan yang kurang peduli dengan kondisi ini. Meski kemudian akhirnya sama terkejut, ketika salah seorang teman, kerabat dekat, tetangga sebelah pagar meninggal asbab kanker payudara.
Ancaman resiko kematian yang tinggi menyebabkan kurangnya pemahaman mendasar tentang apa itu tumor payudara dan kanker payudara.

Mengutip link INI :
Tumor atau barah (bahasa Inggristumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa latin yang berarti "bengkak". Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (malignan) atau jinak (benign).
Tumor yang mengganaslah yang kemudian disebut KANKER.
Di kediaman terdekat saya, di Lombok, lingkungan saya belum terlalu mendalam memahami permasalahan mendasar tentang tumor dan kanker.
Sedihnya, banyak sudah saudara perempuan saya yang meninggal karena kanker. Beberapa diawali diagnosa tumor payudara, yang kemudian sayangnya justru diobati dengan cara-cara non medis. Ikhtiar yang meski pada akhirnya membuat menempuh tindakan medis karena lepelnya yang makin mengganas dus menjadi kanker.
Keyakinan saya, ibu mana pun ingin bisa tetap eksplorasi dunia bersama anak-anak, sampai mereka besar nanti.
Kisah terlama perjuangan seorang survivor, seorang ibu tetangga sebelah tembok. Ibu yang kebetulan berprofesi guru, menjadi teman bicara ibu saya sendiri, sosok ibu yang kawal masa kecil saya. Tak banyak kisah yang beliau tinggalkan kecuali sedikit pesan, jangan pernah menunda tindakan medis. Jika pun misalnya kita didiagnosa serta telah dapatkan proses penegakan sebagai 'hanya' tumor jinak.
Kisah lain, kakak sepupu nan cantik yang berkeras ikhtiarkan pengobatan-pengobatan non medis. Ending kisah perjuangannya pun berujung sama menyedihkan.
Melintas ke Semarang, kota multi budaya yang sempat saya tinggali selama hampir 10 tahun, saya masih memendam bangga tak terkira. Sejak masih di tahun awal perkuliahannya, ia tak segan berbagi rasa khawatir terhadap satu benjolan kecil di salah satu payudaranya. Bersama-sama dengan keluarganya yang lain, saya membesarkan hatinya untuk tak khawatir berlebih serta menguatkan untu segera memeriksakan diri. Meyakinkan untuk tak menunda pemeriksaan medis dan menjalankan semua proses setelahnya, teman muda saya tersebut saat ini telah berkeluarga. Dianugerahi anak-anak sehat dan benjolan kecil di salah satu payudaranya menjadi pencetus agar ia lebih peduli pada kondisi tubuh. 
Hobi mendaki tetap masih harus saya selipkan dengan olahraga ringan, rutin dan konsisten.
Kini ia pun menjadi sosok hidup, survivor nyata, bahwa siapa pun benar tak terhindarkan dari resiko penyakit, utamanya seperti tumor payudara atau kanker. Namun siapa pun itu, berhak dapatkan penanganan medis terbaik. Berhak peroleh kesempatan kedua, hidup dan menjalani kehidupan dengan sehat.
Jaman ini kita semua semakin dimudahkan. Banyak hal telah terdigitalisasi. Pekerjaan rutin harian di profesi apa pun semakin mengurangi aktifitas fisik yang memberatkan karena banyaknya mesin-mesin yang diciptakan untuk memudahkan pekerjaan. Kondisi yang membuat tubuh makin tak banyak bergerak. Tantangan kehidupan serba mudah, yang seharusnya membuat kita tetap waspada.
Pola hidup, baik gerakan-gerakan (olahraga atau hobi) fisik ringan juga pilihan makanan yang masuk ke tubuh sebenarnya sudah juga bisa dimudahkan di jaman serba digital ini. Berbagai teknologi diciptakan untuk membantu Anda nyaman olahraga ringan, baik di dalam pun luar ruangan. Ilmu-ilmu tentang pola diet, jenis olahan masakan tersebar luas, bisa diakses kapan pun.
Surga itu, ketika di usia 80 tahun kita nyaman menyantap makanan lezat ini. Setuju? ^_^
Hal-hal mendasar yang bisa membantu kita, siapa pun untuk semakin peduli dengan kondisi tubuh. Mencegah tubuh terpapar banyak radikal bebas, yang kemudian menjadi pencetus tumor payudara atau jenis-jenis kanker lainnya.
Ijinkan saya membagi ulang salah satu tulisan medis yang 'ringan' terkait ini: 
...
Selain penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama. Saat ini memang BPJS menanggung pembiayaan untuk pengobatan kanker dan pengobatan kanker merupakan salah satu pembiayaan terbesar yang menghabiskan dana BPJS. Bahkan untuk iklan ditelevisi BPJS menghadirkan salah satu survivor kanker yang kebetulan seorang artis.
Kasus kanker yang saya temukan setiap waktu  mengingatkan saya untuk selalu  mengingatkan masyarakat bahwa penyakit ini bisa dicegah dan semakin dini diobati kualitas hidup penderita bisa lebih baik. 
... Dikutip sesuai sumber asli 'Kanker Bisa di Cegah dan Caranya Mudah'..
Kini 4 Februari dicanangkan sebagai Hari Peringatan Kanker seDunia. Mengajak segenap warga dunia sama-sama peduli. Membuka diri serta terus menerus berbagi informasi. Apa itu tumor. Tumor payudara. Atau kisah-kisah inspiratif terkait survivor meski vonis dokter telah keluar, 'Kanker Payudara' stadium sekian,
Kisah-kisah yang saya bagi di atas, mungkin dari sosok-sosok tak bernama. Mungkin hanya bisa direka-reka oleh keluarga terdekat saya saja. Nyatanya, di kalangan Mom Blogger, seorang Indah Nuria Savitri berkenan berbagi kisah miliknya sendiri.
...
Dan sekarang.... Saya terus berjuang untuk hidup lebih sehat!
Setelah rangkaian mastektomi, kemoterapi, rekonstruksi payudara, dan radiasi selesai saya jalani, saat ini saya tengah mengkonsumsi Tamoxifen dan disuntik Lupron untuk mencegah kanker kembali lagi. 

Let's finish the fight!
Together we can beat cancer.
...Dikutip langsung dari artikel 'Giveaway Breastcancerawareness'.

Kita, terutama saya, saat ini masih berkesempatan hanya menjadi pengisah pun pembaca kisah-kisah. Namun, kita --terutama saya, memiliki kata-kata. Memiliki kesempatan serta jejaring tak terbatas di dunia internet. Kesempatan tuliskan ulang, kisahkan ulang, perjuangan para survivor --seorang Indah Nuria, seorang kakak sepupu jauh saya yang cantik, seorang ibu tetangga saya nan baik hati. 
Kanker bukan harga mati. Ada kesempatan sembuh. Beroleh kehidupan yang lebih lama.
Mari sama-sama berjuang sampai akhir.
Bersama-sama kita bisa kalahkan kanker. Tumor payudara. Kanker payudara. Kanker di banyak nama.
Bismillah, aamiin.

#finishthefight #gopink #breastcancerawareness 

Tagar Kampaye #finishthefight #gopink #breastcancerawareness 

20 comments:

Mechta Deera said...

Duuh...saya kehilangan kakak tercinta krn pnykt ini.. Semoga semakin banyak perempuan yg waspada hingga terhindar dr penyakit 1 ini. Aamiin...

Vita Pusvitasari said...

Pola hidup, pola makan dan pola pikir harus dijaga ya mbak biar tetep sehat di usia senja nanti

Muslifa BunSal Aseani said...

At +MechtaDeera : Turut berduka ya mbaksay..Saya juga kadang kalau ingat para survivor di keluarga saya, masih suka sedih. Seandainya saya bisa membantu lebih banyak. Ikut mengaminkan untuk doanya, untuk kita, perempuan.

At +VitaPuspitasari : setuju pake banget. Terima kasih remindingnya yaaa.

Salam hangat dari ujung timur Lombok.

Relita Aprisa said...

Bener mba, salah satu efek negatif dr perkembangan teknologi sebagian besar orang menjadi manusia serba instan. Makanan instan, gerak jarang, hal ini bisa menjadi pencetus munculnya berbagai penykit yaa mba

Muna Sungkar said...

Merinding kalo denger cerita ttg kanker n survivornya. Emang penting bgt deteksi dini ya apalagi jaman skr pola hidup udh ga jelas. Moga2 sehat2 trs kita ya mak.
Goodluck ngontesnya ;)

Muslifa BunSal Aseani said...

At mbaksay +RelitaAprisa : setuju lagi dan lagi mbaksay. Semoga kita yang sering terpaksa manteng gegara nulis ini, ttp konsisten gerak rutin demi tubuh sehat yaa. Aamiin.

At mbaksay +MunaSungkar : Aamiin, iya, jaman digital sekarang ini sebenarnya cukup membantu lakukan deteksi dini. Terima kasih...^_^

Anjar Sundari said...

Paling takut dengan penyakit ini apalah namanya, bisa kanker payudara atau kanker lainnya..

Ayo jaga kesehatan dari segala sisi baik makanan, gaya hidup dan harus rajin olah raga juga

Jangan lupa lakukan sadari supaya bisa terdeteksi secara dini :)

Semoga sukses lombanya ya mbak.. :)

hanalle.com said...

Beberapa tahun lalu sebelum menikah sempat ada benjolan di payudara, di keduanya pula. Sempat khawatir, sampai akhirnya USG mamae dan alhamdulilahnya kata dokternya sih gpp, bukan tumor tp hny kelenjar aja. Seharusnya idealnya sih setiap tahun periksa, tapi pe skrng blm USG lg. Kayaknya perlu nabung buat USG lagi sblm terlambat.

Areno Kakutasu said...

Ya Allah...sekarang semakin banyak aja yang terkena ni penyakit. Terakhir ada keluarga yang meninggal karena kanker ini...tapi ada juga tetangga yang sudah sehat setelah operasi....semoga kita terhindar dari penyakit ini

Ika Hardiyan Aksari said...

Nenekku dulu juga punya tumor payudara ini Mbak. Alhamdulillah karena penanganannya cepat, bisa sembuh.

Wahyu widyaningrim said...

Harus trs semangat. Makasih sharingnya mbk. Berguna sekali :)

rahmamocca said...

Dan bahkan, kita tidak boleh abai segala diagnosis dokter meski statusnya baru "hanya" tumor jinak. Hiks.Feels like i was alarmed,nih. Thanks4 reminding. Semoga sehat2 semua ya perempuan indonesia. Lets #gopink. Sukses buat GA nya y, bunsal. ^^

Muslifa BunSal Aseani said...

At +AnjarSundari : Siap mbaksay Anjar, yuk semangat saling mengingatkan selalu menjaga kesehatan. Aamiin, terima kasih supportnya.

At +Hannale.com : Alhamdulillahhirabbil'alamiin. Semoga rezeki segera dicukupkan untuk bisa USG ulang, aamiin.

At kk Ema +ArenoKakutasu : Doa terbaik untuk yang meninggal dan dukungan sepenuhnya untuk survivor kanker. Aamiin ya Rabb. Tampi asih mampirnya ya dik.

At +IkaHardiyanAksari : Alhamdulillahirabbil'alamiin. Salam sehat-sehat untuk nenekanda.

At +WahyuWidyaningrim: Siap, yuk sama-sama semangat. Alhamdulillah, terima kasih telah berkunjung yaaa.

At +rahmamocca : Me too.. :( You're most welcome mbaksay, terbesar inshaAllah self-reminding inih. Aamiin. Terima kasih supportnya.

Salam pagi dari ujung timur Lombok buat semuanya.

prana ningrum said...

setuju bingit mbak jangan sampai mengabaikan pengobatan medis seblum kena kanker..good luck mbak bunsal

agustina d.j said...

Banyak yang belum tahu kanker payudarah dan banyak pula yang malu kalo harus periksa. Wanita Indonesia harus melek masalah kesehatan.

Dewi Rieka said...

Saya juga pernah dioperasi di payudara mba, sekarang berusaha makan makanan sehat dan no stres.. semoga kita diberi Allah kesehatan aamiin

Arina Mabruroh said...

Ibu mertuaku seorang survivor Mba... Kisahnya bikin mengharu biru 😭😭

aviva anggraeni said...

terharu banget ceritanya bikin air mata gue keluar, semoga kita tetap sehat ya guys :D

indah nuria Savitri said...

yang paling penting adalah semangatnya ya mbaaa...terus ikhtiar! Thanks for joining my GA and good luck :)

Muslifa BunSal Aseani said...

Mbak +prana ningrum: iyap mbak..smoga smakin banyak survivors dg berkembangnya teknologi pengobatan.

Mbak +Agustina d.j: Setujuh nggo bingiitzz..

Mbak +Dewi Rieka: MasyaAllah, thanks a lot for sharing. Stay healthy bareng yuukkk..Aamiin.

Mbak +Arina Mabruroh: My lots of pray for her mbak..

Mbak +Aviva Anggraeni: Duh, semoga segera ceria kembali yaaa..Aamiin, aamiin ya Robbul aamiin.

Mbak +Indah Nuria Savitri: Siap, smangat!! Thank you too for making the GA..^_^

Recent

recentposts

Random

randomposts