Indahnya Ramadan 1438 H dengan Pesona 1000 Masjid Lombok

Menginjak tahun ke-empat kembali dan menetap di Lombok, saya masih saja selalu terkesima dengan perkembangan progresif pulau berjuluk seribu masjid ini. Baik itu dari sisi konstruksi bangunan-bangunan baru di berbagai bidang, pun event-event berskala nasional internasional.


Tulisan ini peserta Lomba Blog #LombokBumi1000Masjid
Sesuai julukannya, bangunan masjid pun semakin variatif. Lebih besar, lebih indah dan semakin banyak. Ibarat kata, ingin sholat berjemaah ke delapan penjuru angin, bisa semua karena begitu banyaknya bangunan masjid di sentra-sentra pemukiman penduduk Lombok.

Bukan tanpa alasan juga. Kenangan masa kecil saya, ketika kakek yang masih memiliki banyak petak sawah yang tersebar di sana-sini di satu desa di Lombok Timur, setiap spot mata air atau kolam untuk membersihkan diri selepas kegiatan bertani selalu dilengkapi musholla kecil. Besar kemungkinan, niat dan prinsip inilah yang masih terjaga sampai sekarang. Di mana warga-warga yang memiliki rezeki berlebih, jauh lebih tergerak meninggalkan satu bangunan musholla atau dasar serta tanah bakal pembangunan masjid sebagai warisan atau wakaf mereka.

Nyatanya, hampir di setiap perempatan ruas jalan raya, Anda bisa temukan satu masjid besar, pun beberapa spot di mana kotak sumbangan masjid masih hadir di jalan-jalan raya. Terbesar untuk menyempurnakan bangunan masjid, memperluasnya demi mengikuti pertumbuhan penduduk Lombok yang bertambah.

Salah satu yang termegah, masjid Hubbul Wathan Islamic Center di kota Mataram, persis di perempatan terpadat yang juga dekat dengan spot Car Free Day di Udayana atau ruas jalan raya menuju bandar udara lama di Rembiga (baca: Rembige).


Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Lombok. Dokpri
Di spot masjid inilah magnet utama pesona seribu masjid Lombok serta alasan terbesar mengapa Anda harus habiskan waktu di pulau cantik ini sepanjang Ramadan 1438. Masjid indah yang tampak semakin cantik saat malam asbab lampu hias dari empat menara tinggi serta beberapa sudut lain masjid.

Berbagai event positif dan bermanfaat digelar sebulan penuh di tajuk  acara Pesona Khazanah Ramadan Bumi Seribu Masjid yang digawangi Republika bersama Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) cq Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi NTB.

Sebut saja salah satunya, pameran dari replika benda-benda peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Event bermanfaat lainnya, dari berbagai ibadah rutin puasa seperti Tarawih, makmum tarawih berkesempatan mendengarkan Qiraat Warsy perbedaan lafadz, tulisan dan bacaan. Qiraat Warsy satu dari tujuh Qiraat Mutawatir. Qiraat yang terjaga rawinya sampai Rasulullah langsung. Subhanallah, tarawih di Lombok serasa di Masjidil Haram Mekkah yaaa.

Imam-imam besar yang mengimami ibadah rutin Ramadan memang khusus diundang selama Pesona Khazanah Ramadan berlangsung. Empat imam besar dari Mesir, Maroko, Lebanon dan Yordania akan mengimami jemaah tarawih di Islamic Center.


Tim Genpi Lombok Sumbawa Foto Bersama Imam Besar dari Maroko. Cred IG @Genpigenpilomboksumbawa
Meski ketakziman ibadah tarawih terasa terpusat di Islamic Center, namun pengaruh positifnya terasa juga sampai ke banyak masjid lain. Contoh sederhana, imam sholat subuh di masjid terdekat dari rumah saya --kota Selong, ibukota kabupaten Lombok Timur, memilih membaca beberapa ayat dari satu surah panjang di Alqur’an seusai bacaan Al Fatihah.  


Masjid Raya Al Mujahiddin Selong Lotim. Dokpri

Masjid Raya di Pusat Pertokoan Pancor Lombok Timur. Dokpri
Namun, tentu saja kesan tentang Ramadan di Lombok tak selalu terpusat di masjid. Momen-momen ngabuburit atau hanging out menjelang waktu berbuka, menghabiskan waktu di luar rumah saat wiken atau selepas jam kerja yang padat sekaligus wisata kuliner bisa banget dilakukan.

Mau intip contekan singkat saya?


Ngabuburit Keren di Spot Wisata Alam Lombok
Masih di seputaran ibukota provinsi NTB yaitu kota Mataram, Pantai Senggigi menjadi sunset hunting spot yang higly recommend buat Anda dengan trip akhir pekan atau weekdays singkat di Lombok. Pilihlah moda transportasi yang Anda sukai; taksi via online booking, ojek online atau ingin berlama-lama dengan berganti dua jenis angkutan umum publik kota Mataram. Cost tak lebih dari 30K idr sudah bisa mengantarkan ke tempat mana saja di pantai yang komplit dengan hotel kelas melati, backpacker sampai bintang lima.


Siluet Rinjani dari perairan Selat Lombok. Dokpri
Sunset dari Pantai Malimbu. Dokpri
Di daerah saya di Lombok Timur, spot femes berburu sunset bisa memilih Pusuk Pass Sembalun atau satu sudut di bendungan Pandan Dure.

Bagaimana dengan deretan pantai-pantai cantik di kabupaten Lombok Tengah, Anda bahkan bisa lakukan photoshot trip ke tujuh pantai berbeda dalam sehari, sebagian besarnya pantai-pantai cantik di garis Teluk Kuta. Dalam perjalanan, masih pula bisa mampir ke desa adat Sade atau sentra tenun Sukarara.



Ke Lombok? Wajib Dong Wisata Kuliner
Sisihkan dulu paket Pelecing Ayam Taliwang karena di beberapa kota besar di Jawa, banyak warung atau resto yang sudah dikembangkan oleh kerabat pemilik warung Taliwang terkenal di Lombok. Saatnya Anda cicipi langsung kangkung Lombok yang terkenal empuk dan tetap krenyes-krenyes, baik itu di seporsi pelecing kangkung atau menu tambahan di paket ikan bakar resep favorit Anda. Cobai pula seporsi sate Bulayak, sate Rembige atau sate ikan Tanjung di ngabuburit singkat Anda di pantai Senggigi.


Searah jarum jam, Ayam Bakar, Beberok Terong, Pelecing Kangkung. Credit Pd Foto.
Ingin oleh-oleh khas Lombok? Sempatkan berkeliling kembali di sekitar kota tua Ampenan dan Senggigi, berbagai jenis oleh-oleh seperti manisan rumput laut, berbagai jenis dodol atau berbagai ukuran kemasan kopi hitam Lombok.

Human Interest Hunt
Masih suka heran dengan ramainya Bandara Internasional Lombok oleh sanak kerabat, handai taulan, tetangga kiri kanan yang menjemput seseorang yang berbarengan landing di flight Anda? Satu gambaran sederhana dan langsung di depan mata, betapa kekerabatan dan keluarga besar sungguh eksis di Lombok.


Akulturasi budaya, busana adat Bali dimodif jilbab. Dokpri
Ingin saksikan yang lebih kompleks lagi? Datanglah ke kawasan kota tua Ampenan, ujung barat Lombok. Bangunan-bangunan tua khas tipikal rumah atau toko-toko etnis Cina, berdampingan dengan lapak-lapak parfum atau toko yang kental bernuansa Arab.

Jika beberapa tahun lalu, kota Semarang yang pernah saya tempati selama sepuluh tahun sempat membranding image sebagai Pesona Asia (2009), kota tua Ampenan di Lombok bagi saya versi mini brand yang sama, bahwa meski kental dengan nuansa Islam sekalipun Lombok tetap nyaman bagi kebanyakan suku, etnis, pun agama lain. Saya beruntung, memiliki banyak karib dari kota yang pelabuhannya tercatat sebagai yang tertua di Lombok, dengan background berbagai etnis di atas tadi.


Musholla berarsitektur kelenteng di salah satu desa di Lombok Barat. Cred IG @nyimas.anita
Keberuntungan lain, khasanah berbahasa juga terasa menjadi makin kaya dengan begitu banyaknya perbedaan. Mengingatkan aksen Melayu kental dari keluarga besar sahabat saya bergaris darah Arab, percakapan dialek Cina di selasar gang atau ketegasan dan kalimat-kalimat lugas para nelayan berdarah Bugis. Pertama menginjak kampus negeri di Universitas Mataram hampir seperempat abad lalu, saya berkawan pula dengan muslim yang lahir di kota Tanjung, ibukota kabupaten Lombok Utara, yang lekat dipengetahuan saya sebagai kota dengan penduduk sebagian besar beragama Budha.


Spot femes Senggigi, latar siluet Gn Agung Bali. Dokpri
Sedikit berbeda jika Anda kunjungi tanah kelahiran saya di Lombok Timur. Hampir bisa dikatakan jika delapan penjuru angin yang Anda temukan adalah nafas Islam. Lebih sedikit ke pelosok, ibu-ibu berkerudung dengan kain sarung sederhana, dikenakan hampir di setiap situasi. Kebiasaan yang sempat saya abaikan dan jadi sering salah kostum, entah ketika melayat saat ada kerabat yang meninggal atau sekadar hadiri undangan pernikahan pun nyongkolan.

Tiga contekan sederhana a la saya di atas, sekadar pelengkap jika Anda masih punya keluangan waktu di sela padatnya kegiatan serba baik di Pesona Khazanah Ramadhan, masjid Hubbul Wathan Islamic Center.

Hanya berkesempatan sehari dua di Lombok selama Ramadan dan event Pesona Khazanah Ramadhan ini? Tak perlu khawatir. Generasi digital dari Tim Generasi Pesona Indonesia (GenPI) chapter Lombok Sumbawa bersiap di Media Center yang langsung berlokasi di area Islamic Center, mengabarkan Anda update setiap event serba baik dari kanal-kanal sosial media. Beberapa video live streaming di fan page Facebook, info-info singkat di linimasa Twitter atau foto-foto keren dari berbagai keindahan Lombok dan Sumbawa melalui laman Instagram.

Masjid Embung Papak Selong Lombok Timur. Dokpri
Di Ramadhan 1438 H tahun ini, sungguh pantas Lombok dikenal sebagai Bumi 1000 Masjid. Berbagai bangunan masjid baru dengan ragam interior pun eksterior menawan, pun juga berbagai spot masjid tua dari jaman dulu, jejak masuknya Islam di pulau dengan empat kabupaten ini. Yang selalu saya masukkan di agenda trip wisata private tour yang saya jalankan, Masjid Tua Bayan Beleq di kabupaten Lombok Utara, kabupaten termuda. Juga beberapa masjid sederhana di sebagian kompleks peninggalan kerajaan Selaparang di Lombok Timur.

Indahnya Ramadan kali ini, baik dengan keberagaman event-event positif plus serba baik selama pelaksanaan Pesona Khazanah Ramadan Bumi Seribu Masjid, bersanding dengan kenangan-kenangan lama pun pengalaman berkesempatan rasakan hidup dan kehidupan serba multikultural, budaya, ras dan agama di kota Semarang, mengantarkan saya pada kesadaran; Lombok benar dengan julukan pulau seribu masjidnya. Sejatinya, Lombok adalah juga rumah bagi siapa pun, multi ras, suku, adat dan budaya serta agama.

Sedikit saja saya tambahkan tentang Sumbawa, pulau di timur dengan empat kabupaten juga, saya khawatir Anda tak lagi bisa menahan diri. Segera membeli tiket, terbang ke Lombok dan berbincang bersama para kawan-kawan Tim Genpi tentang sisi indah lain Islam di pulau Sumbawa.

Benarkah tebakan saya?

Referensi:
Press Rilis Genpi Lombok Sumbawa
Republika 1
Republika 2
Republika 3
Qiraat Wikipedia
Semarang Pesona Asia

21 comments:

Imron Fhatoni said...

Betapa kerennya Lombok. Selalu betah di sini.

Kaktus Genius said...

hwaaaa....jadi pengen ikutan lomba juga nih....semoga menang bunda biar punya hp baru..😊😊😊

Rifki said...

Masih banyak yang belum saya datangi. Hmmm...harus skedulin backpackeran ke sana nih

Iqbal Mby said...

Sy jg mau hape baru 😃

Muslifa BunSal Aseani said...

Bang +ImronFhatoni : Sepakat pake banyak. Mau sudah ider kemana pun, koq ya masih saja ada spot yang belum dieksplor.

Kk Ema +KaktusGenius : Ayo kak, ikutaaannn...Kalo side yg dapet HPnya, numpang wefie yaaa..^_^

Pak +Rifki : MasyaAllah, ada blog juga. Nulis randomnya pindah ke blog saja bapak. Dinantiiiii...^_^

Bang +IqbalMby : Dapet HP baru, langsung tukar notebook yak. Jadi blog TLDnya bisa rajin ditulisan, bukan dilihatin dan promosiin doang...*eh

Lazwardy Perdana Putra said...

Setelah saya baca isi ceritanya, kereen mbak.. Semoga menang ya.. Amiiin :)

Muslifa BunSal Aseani said...

Bang +Lazwardy Perdana Putra, terima kasih, alhamdulillah.
Aamiin yang banyyyyaaaakkkk..
Semoga tulisan side juga menang yaaaa..

Ahyar ros said...

Insyallah juara di genpi tulisan ini. mbk

Dewi Rieka said...

Moga bisa main ke Lombok dan ketemu Bunsal, aamiin!

Vita Pusvitasari said...

Jadi makin pengen ke Lombok nih mbak 😊

Nusantara Adhiyaksa said...

Konsep Masjid di Lombok memiliki Keunikan tersendiri ...

Muslifa BunSal Aseani said...

Tampiasih doa baiknya.
Aamiin ya Rabb.

Muslifa BunSal Aseani said...

Aamiin mbak Dedew.
Kabar2i yaaa..

Muslifa BunSal Aseani said...

Yuk mbak Vita, buruaaannn.
Free discuss itinerary is warm welcome ^_^

Dwi Septianingsih said...

Aku belum pernah ke lomboook T_T Semoga bisa kesana ya Buunnn. Semoga semoga semoga :))

Diah Indriastuti said...

masyaallah aq tertarik masjid nya mbaaak

arinda said...

Indanya masjid2nya mbak

Huks kapan.ya bisa ke lombok

Primastuti Satrianto said...

Mba, meet up kl sy ke Lombok yaaaaaaaa. Minta bocoran tempat wisata dan sarana transportnya boleh yaa. See you!

Nyi Penengah Dewanti said...

Pengen bisa ke Lombok, kyaaaaaa
apalagi ke sananya bareng kesayangan heheheh #eaaaaa

Nyi Penengah Dewanti said...

Bunsal ajak-ajak, aku pengen ke sana :-D

Muna Sungkar said...

Jd kangen berat sama Lombok mbak. Dulu belom puas banget mainnya. Doain kapan2 bisa ke lombok lg trw kita kopdar ya

Recent

recentposts

Random

randomposts