Tips dan Trick Travelling ke Lombok Di Ramadan 1438 H

Gawe dan gaung perhelatan tingkat dunia untuk brand pariwisata halal sudah menyepi. Namun efek positifnya mulai terasakan di berbagai lapisan dunia kepariwisataan. Indonesia umumnya, pulau Lombok khususnya.

Disamping memang femes dengan julukan pulau seribu masjid, faktanya pulau terbesar kedua setelah pulau Sumbawa di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini memang dihuni hampir 80% penduduk muslim. Di banyak kesempatan, acara, entah talkshow, seminar, bimtek pun berbagai tajuk sosialisasi, brand ‘Halal’ sebenarnya sudah lekat di keseharian warga Lombok.

Anda traveler dan baru punya kesempatan berlibur persis di Ramadan 1438 H tahun ini? Ini tips dan trick sederhana a la saya untuk travelling pertama Anda di antara tanggal 27 Mei sampai 26 Juni nanti (merunut kebanyakan kalender, Iedul Fitri atau 1 Syawal diperkirakan di tanggal 25 atau 26 Juni).

Pesona Khazanah Ramadan Islamic Center
Wisata pantai plus eksplorasi gili (gili: pulau kecil, bahasa Sasak Lombok), spot-spot air terjun, desa adat dan pemandangan barisan bukit serta gunung Rinjani biasanya menjadi target mainstream di kunjungan pertama wisatawan di Lombok.

Masjid Hubbul Wathan Islamic Center. Cred FB Taufan Sapardi.
Nyatanya, tak sedikit rombongan tamu yang saya kawal tak bisa menahan kekagumannya saat kunjungi kompleks masjid terbesar di Lombok, Hubbul Wathan Islamic Center.

Iyup. Di samping rutinitas menjadi ibu rumah tangga biasa, saya juga menerima tamu melalui jasa private tour yang saya jalankan personal. Spot kompleks Islamic Center jarang dimasukkan menjadi destinasi utama, karena masih belum menjadi spot mainstream. Namun, lokasinya di pusat kota Mataram, hampir pasti selalu dilewati oleh rombongan tamu di mana pun mereka menginap.

Empat ruas jalan yang mengapit masjid megah sekaligus cantik ini merupakan penghubung dari banyak gedung utama pemerintahan, juga jalur yang hubungkan perjalanan dari dan menuju by pass Bandara Internasional Lombok (BIL) ke spot-spot wisata mainstream di ujung utara pulau. Sebut saja tiga gili, Trawangan, Meno dan Air. Kemudian berbagai spot air terjun cantik di Senaru dan Gangga.


Indahnya masjid Hubbul Wathan Islamic Center di waktu malam. Dokpri
Nah, khusus di Ramadan tahun ini, sedang berlangsung Pesona Khazanah Ramadan Bumi 1000 Masjid yang digagas Pemerintah Daerah NTB bersama Republika. Berlangsung sebulan penuh, dari 25 Mei sampai 24 Juni nanti, gawe besar yang kental bernuansa religius Islam ini dipenuhi banyak agenda positif sekaligus seru.

Bagi Anda traveler muslim dan sudah pernah berangkat umroh atau haji, sekaranglah momen yang pas rasakan nuansa khas ibadah tersebut di momen Tarawih berjemaah atau pelaksanaan sholat-sholat fardhu lima waktu lainnya. Beberapa Imam Besar, dari Mesir, Lebanon, Maroko dan Yordania. Ssstt, semalam, di masjid di kampung saya, satu sudut di kota Selong Lombok Timur, juga dikunjungi dan diimami Imam Besar dari Palestina.

Ngabuburit juga bisa jadi makin positif, karena setiap hari ada diskusi, kelas-kelas gratis dari berbagai komunitas lintas bidang di Lombok. Sayangnya, saya masih belum bisa ikuti langsung sekian banyak acara tersebut meski hanya terpisah jarak satu setengah jam bermotor dari Selong di timur pulau ke kota Mataram di ujung barat.

Potensi Wisata Gastronomi
Saya merekomendasikan desa wisata Sembalun sebagai destinasi pertama wisata Gastronomi Anda di Lombok. Sesuai triangle konsep yang melatari wisata ini, yaitu Makanan, Budaya dan Sejarah, Sembalun telah siap memberikan Anda pengalaman travelling yang baru.

Makanan khas Sembalun, -- bahkan saya yang lahir dan besar di Lombok pun jarang temukan kuliner khas yang disajikan di salah satu trip wisata saya, jenis-jenis event budaya di mana kuliner tersebut bisa dinikmati bersama, juga latar sejarah berisi nilai-nilai kearifan lokal tentang mengapa jenis kuliner tersebut mendapat tempat istimewa di masyarakat desa Sembalun.

                                                              Credit. Akun Sembahulun.Com

Wisata yang tetap bisa dipadukan dengan destinasi mainstream lainnya, seperti yang sudah saya uraikan di awal tulisan ini.

Combine Tourism Trip
Kombinasi destinasi wisata biasanya selalu ditawarkan di berapa hari pun paket wisata yang Anda pilih selama kunjungi Lombok. Bahkan juga jika spot wajib Anda sebenarnya hanya trip puncak 3726 mdpl Rinjani.

Pantai Ampenan, spot fun fishing dan sunset hunting. Cred FB Arinto Setiyadi
Kini, sekian jam momen berkunjung (berburu foto atau selfie pun wefie) atau sholat sunnah masjid di kompleks masjid Hubbul Wathan Islamic Center juga sudah mulai dimasukkan di paket tour. Pilihan baru selain yang sudah jamak, kunjungan singkat di masjid tua di desa adat Bayan Beleq Lombok Utara.

Sunset Senggigi berlatar siluet Gn Agung Balu. Dokpri
Dua ikon masjid di atas mulai eksis di bagi dan disebarluaskan melalui akun-akun social media siapa pun yang berkunjung atau eksplorasi Lombok. Sejatinya, di empat kabupaten yang ada di pulau Lombok memiliki ikon-ikon masjid tua tersendiri. Tentunya akan lebih lengkap, jika wisata religi dengan misalnya fokus pada kunjungan masjid-masjid tua Lombok bisa dilakukan di semua spot di empat kabupaten ini.

Tips and My Special Tricks
Jika tiga contekan sederhana di atas berhasil membuat Anda merubah itinerary destinasi mainstream di kunjungan pertama ke Lombok, berikut tips dan trick berikutnya dari saya agar trip Anda teraih di tingkat ekspektasi yang seharusnya.

Daftar Tips Kunjungi Lombok di momen Ramadan 1438 Hijriah:

Pertama, spot-spot makan mulai dari sarapan sampai makan siang benar-benar ditutup selama bulan ramadan. Jadi, jika Anda kebetulan sedang tidak berpuasa, siapkanlah bekal makanan atau cemilan berat untuk setiap trip kemana pun.

Tapi jangan khawatir, segera setelah sholat fardhu Ashar atau menjelang pukul lima sore waktu Indonesia Tengah, lapak-lapak takjil, lauk pauk matang, serba serbi es pun cendol akan meramaikan hampir setiap sudut kota yang Anda lalui.

Kedua, jangan ragu mendiskusikan dengan detail spot-spot yang Anda kunjungi. Jarak tempuh, alternatif spot wisata terdekat dan juga spot-spot pendukung seperti atm, rumah sakit atau praktek dokter serta pusat perbelanjaan tradisional.

Ketiga, khusus di dua hari lebaran, jarang sekali spot-spot mulai dari tempat makan, toko-toko, beberapa swalayan, boatman atau tour guide yang mau temani trip Anda. Sebaiknya siapkan tips ekstra jika masih ada yang bisa menemani trip atau persiapkan diri jika trip berujung di acara kumpul keluarga. Hmm, malah jadi kesempatan baru ya, rasakan kekhasan berlebaran a la keluarga besar Lombok.

Pusuk Pass Sembalun. Dokpri

Masjid di dusun Bilabante Sembalun. Dokpri

Bawang Putih fermentesi, opsi oleh-oleh di desa wisata Sembalun. Dokpri
Tiga tips di atas bisa juga dipadu-padankan dengan trick a la saya

Di antaranya, melakukan trip pantai dan desa adat di beberapa jam pertama landing di Lombok. Spot-spot desa adat di Lombok Tengah relatif terdekat dari kompleks bandara, kemudian bisa ditutup dengan foto trip atau langsung seseruan berbasah ria di lebih dari tiga spot pantai di kawasan Teluk Kuta. Ada pantai Mandalika, pantai Seger dan pantai Kuta sendiri. Sunset hunting? Bisa! Tentu saja kalau langit Lombok sedang cerah yaaa.

Pantai Semeti Lombok Tengah, femes dijuluki pantai kryptonite. Dokpri

Trick berikutnya, mulailah berlatih istirahat di mobil. Akomodasi ideal saat ini masih terpusat di kawasan pantai wisata Senggigi di ujung barat. Menuju Sembalun di ujung timur, estimasi waktu perjalanan mulai dari dua setengah sampai tiga jam. Dipadukan dengan snorkeling dan eksplorasi gili ke Gili Kondo, Gili Kapal dan sekitarnya, estimasi Anda berada di mobil mulai dari lima sampai enam jam. Nah, sisa waktu di malam hari, bisa banget buat city tour di kota Mataram atau kembali kunjungi Islamic Center.

Tips dan tricks di atas bisa membantu Anda tetap kunjungi spot pantai cantik, wisata religi, desa adat, kuliner, tur dalam kota, budaya dan kearifan  lokal dengan berbagai aktifitas wisata favorit. Berburu sunset cantik berlatar masjid megah, sunset di pantai, snorkeling juga foto-foto indah berlatar barisan bukit dan pegunungan serba hijau.

Tubing sungai di desa wisata Pringgasela Lombok Timur. Dokpri
Lebih dari itu, sisihkan waktu membidik hari-hari dengan wiken panjang, misal karena berdekatannya beberapa hari besar agama di Indonesia dan menjadikan hari kerja Anda harus libur karena penanggalan merah. Bukan tak mungkin, selain momen ramadan istimewa, Anda juga berkesempatan hadiri event acara adat yang tersebar mulai dari masyarakat perkotaan (tradisi lebaran ketupat), masyarakat pesisir pantai (Nyalama’ Di Lauq atau Rebo Bontong di wilayah Lombok Timur) atau event adat yang hanya satu-satunya di Indonesia dan Lombok sendiri, Ngayu Ayu di Sembalun. Masih saja sedikit dari begitu banyak sisi cantik lain di pulau Pesona Seribu Masjid ini.

Sudah packing dan membekal print out booking tiket pesawat serta hotel favorit? Cuss segera terbang ke Lombok. Kabari saya dan mari rombak total itinerary wisata Anda.

Referensi Tambahan:
Wisata Gastronomi di Web Kemenpar RI
Wisata Gastronomi di Web TagWisata.com



16 comments:

elafiq said...

aku belum kesampaian wisata ke arah timur bun.
paling mentok Pedurungan #hahaha :P

semoga ada kesempatan bersama keluarga menengok wisata di Lombok :)

Muslifa BunSal Aseani said...

Pedurungan :))

Aamiin...

Semoga rezeki ongkos, sehat dan waktu segera datang buat Afiq sekeluarga.
Ntar bisa jeng-jeng rame2 bareng Alfian juga.

Arinto Setiyadi said...

Coba dibanyakke ulasan spot mancinge neng.

Mosok foto satu tok sing dipajang.

Salwaa Setiyadi said...

Sayangnya aku belum pernah diajak ke Islamic Center bundaaa~~

Ridsal yahfin said...

Kayaknya enak tuh tradisi lebaran ketupat. Jadi lebih tahu budayanya Lombok.

Muslifa BunSal Aseani said...

Ulasan mancing kan sudah di blog satunya lagi paksu...
Semoga trip mancingnya dapet ikan laut besar-besar lagi yaaa..

Salwaa Setiyadi: Sabtu lusa semoga rezeki kita dan jadi ikutan bukber ya nak.

Semeton (saudara, bahasa Sasak) Ridsal Yahfin: tampiasih kunjungan baliknya yaaa.
Kalau saya malah juga belum pernah. Nggak tahan dengan keramaiannya. Semoga suatu hari nanti bisa ikut keramaian di Lebaran Ketupat yaaa..

taufan said...

Semoga tulisannya menang yaaa.

Semangaattt.

Muslifa BunSal Aseani said...

Tampiasih supportnya pakde keke.
Jangan kapok pinjami lappy dan kamera bagus yaaa..^_^

Subhan AZ said...

Hemmm..Mengulas Sembakun kembali..jadi baper...sungguh tempat yang begitu indah dan membawa kesejukan...terakgur pergi dan nyiba spot foto disana dan ada tulisan pengelolahn dilakykan oleh pokdarwis setempat.. Salut dan kece habis dah.

Kaktus Genius said...

Semangat bunda...tips n triknya ngebantu banget nih buat wisatawan yg mau datang ke Lombok

Iqbal Mby said...

Ini juga serem 😞

safprada said...

Wah..ikut juga ternyata...hehehehe semoga menang bu.

Hidayah Sulistyowati said...

Kapan aku nyampe ke Lombok, trus ditemeni jalan ya mbak... mupeng ke sembalun, sama pantainya yang cantikkk

Imron Fhatoni said...

Tulisan juara.

andrie said...

Wahhh selamat yaaa jadi pemenangnyaa.. kerenn tulisannya :D

Rey maulana said...

Tulisannya apik, wisata anti mainstreamnya apik diulas

Recent

recentposts

Random

randomposts