Cara Memaknai Liburan Menjadi Yang Paling Berkesan

Halo hai lagi travellers.

Masih susah move on dari liburan yang terangkai dengan ajang kumpul keluarga sejak hari raya Iedul Fitri sepekan lalu? Atau masih sibuk bertukar foto seusai reuni teman sekolah SD, SMP, SMA sampai kuliah? Terakhir, masih gagal fokus dengan list pertanyaan yang memastikan impuls syaraf dan segenap tubuh sudah siap ke rutinitas sebelumnya; delapan jam kerja saban hari, atau rutinitas harian ibu rumah tangga yang jamak, masak, mencuci, seterika, bebersih rumah dan online? *eh

Ki-Ka Putaran Jam: Wahyu, Siki, Tika, Nia, Salwa, Opang, Afa dan Nazwa. Kurang 4 nih..^_^
Nah, tepat di hari ke10 Syawal (penanggalan Hijriah, muslim) kembali satu tema baru arisan blogger Gandjel Rel Semarang diputuskan. Tuliskan liburan yang paling berkesan. Tema ini dipilih mbak Muna Sungkar, seorang pengajar di salah satu PT di Semarang juga sekaligus mom traveller dan penulis beberapa buku keren mbak Wuri Nugraheni.

Sejatinya nggak susah, apalagi memang di sepuluh hari terakhir sudah berlibur sana dan sini. Masalahnya, yang paling berkesan yang mana yak? Hmmm..

Sampai saya menuliskan ini, ada sekitar lima spot wisata yang telah saya kunjungi bersama anak-anak. Satu trip berbungkus reuni teman SMA, yang terakhir (Senin 2 Juli kemarin) bersama keluarga besar yang datang dari Semarang.

Paduannya juga standar, masih a la tour trip umumnya. Wisata kebun raya, wisata pantai dan wisata kuliner di satu lesehan di Lombok Timur. Pembeda utama dari dua trip, trip reuni rombongan menggunakan mobil. Trip keluarga, saya menggunakan motor karena target harus segera kembali ke rumah secepat mungkin.

Minus Lombok Utara, piknik lebaran saya di sepuluh hari awal syawal sudah lintas tiga kabupaten. Lombok Timur, Tengah, Barat dan pusat kota propinsi Mataram.

Jika trip reuni sudah saya tuliskan, kali ini saya mau ulas khusus tri keluarga besar Semarang ke dua spot pantai cantik di Lombok Tengah. Pantai Mawun dan Pantai Mawi. Dua spot yang juga terkenal dengan ombak tingginya untuk surfing.

Mengingat setiap tahun dua pantai cantik ini selalu menjadi target re-visit saya, saya hanya akan tuliskan apdet tentang kondisi terbaru di dua spot ini.

Pertama, baik Mawun dan Mawi kini sudah dilengkapi mushola dan toilet yang cukup memadai. 

Toilet duduk dengan ruang terpisah, Male & Female. Di balik pohon juga ada toilet dari masyarakat setempat. Dokpri
Kedua, dua warung sederhana di pantai Mawi cukup bagi para surfer atau kita-kita yang kebetulan kehabisan bekal makanan dan minuman. Harga juga masih wajar, satu kelapa muda dihargai sepuluh ribu dan seporsi besar mi goreng dan telur dadar di harga dua belasan ribu rupiah. Mengingat di radius 10 km dari lokasi pantai ini sangat jarang kita temukan warung makanan.

Ketiga, entah karena jarang dikunjungi, jalur pintas dari Mawi ke spot bukit batu ikon pantai Semeti tertutup semak rapat. Jika ingat bagaimana saya memaksa luangkan waktu tancap gas motor dari Mawun ke Mawi demi apdet koleksi foto putri sulung saya, sekarang saya sungguh menyesal enggan berbelok ke setapak menuju teluk Semeti, berjarak hanya sepuluh menit bermotor dan sedikit berjalan kaki dari rumah tempat menitipkan motor. *ikonnangisberderai

Di balik bukit, spot ikon Pantai Semeti, si kryptonit beach. Dokpri
Hiks, masih jadi peer deh, ngajakin si sulung ke Pantai Semeti, dibalik bukit batu latar foto. Dokpri
Di luar tiga catatan di atas, beberapa yang lain merupakan pengalaman tidak mengenakkan. Namun, saya merasa cukup dengan membaginya di grup-grup relasi terdekat saja, demi ikhtiar selalu kedepankan sisi-sisi positif dari setiap destinasi wisata yang saya kunjungi.

Dasar yang kemudian menjadikan saya memiliki seribu satu bekal demi tetap dapatkan liburan yang berkesan. Misal, jika sebelumnya saya fokus dapatkan foto-foto cantik dari setiap sudut spot, di kunjungan berikutnya saya luangkan waktu bercengkerama dengan para penjaga warung di spot tersebut. Kali lain, eksplor kulinernya terutama kopi bubuk hitam, bukan kopi instan sachet. 

Nasi Balap Pedas dan Kopi Hitam Pahit Enak di Hutan Pohon Raksasa Lian, Lombok Timur, Dokpri
Lantas, liburan mana dong yang paling berkesan? Wah, saya masih kesulitan juga nih memilihnya. Baik trip reuni dan trip keluarga, dua-duanya saya lakukan bareng anak-anak minus pak sumami yang sudah harus mulai bekerja. Keduanya sama mengesankan, karena trip reuni juga berkumpul dengan anak-anak teman SMA saya, begitu juga dengan trip keluarga. Baik teman SMA dan keluarga belum pernah berkumpul bersama anak-anak saya di sekitar tiga tahun terakhir.

Berbeda jika misalnya trip keluarga bisa saya lakukan lengkap bersama pak sumami. Bisa jadi saya akan segera memilih trip keluarga sebagai liburan paling berkesan saya di tahun ini. Bisa jadi, bisa jadi..

14 comments:

AJIE said...

Alhamdulillah... semoga seakin banyak kemajuan. Btw, saya selalu kagum sama bunda satu ini. kalah cekatan saya klo hal-hal jalan-jalan gini hahaha

Iqbal Mby said...

Enak jalan2 terus

Muslifa BunSal Aseani said...

Bang AJIE : Saya belum ke Moyo dan Mata Jituuuu...Bang Ajie & istri mengagumkan karena sudah puas2in eksplore Moyo, Mata Jitu dan pulau Setan.

Semoga suatu hari bisa trip ramai2 bareng keluarga kita yaaa..
Aamiin.

Vita Pusvitasari said...

Kapan ya bisa ke Lombok, aku suka pantai ☺

Muslifa BunSal Aseani said...

Bang Iqbal: Alhamdulillah, kebetulan juga sedang sehat dan anak-anak pas libur. Klop dah.

Mbak Vita : Yuk diskejulkan. Jangan lupa kabar2i biar kita bisa explore bareng..^_^

Nuzhatul Ussak said...

Lombok emang mantap.. semakin baca banyak tulisan tentang lombok semakin besar hasrat pengen melancong ke sana :D



dhe-ujha.com

Rahmi Aziza said...

Semua liburan mengesankan,kesannya berbeda2 ya mbaa. Ahhh jadi pengen ke Lombok.

Nurul Aldise said...

Kayany perlu dijadwalkan niy next trip ke lotim 😍

Imron Fhatoni said...

Kalau moment lebaran, saya lebih nerkesan dengan reuni mba. Ketemu teman2 sekelas dulu, ada juga mantan yang tiba2 nongol. Ah,, suasana hati ngak jelas 😂😂😂

Djody said...

Boleh ikutan dong Mbak, kalau mau plesiran lagi ketempat lain, biar seru-seruan

Salam Kenal ya Mbak

Sri Untari said...

Akuh juga mau dong liburan berkesan ke lombok

Relita Aprisa said...

Pantai nya bagus banget mba, jadi pengen ke lombok :)

Wuri Nugraeni said...

belum pernah ke lombok, semoga suatu saat. Makasih dah ikutan ya *muach

jalanjalankitadotcom said...

wah banyak banget ya rupanya pantai pantai kece di Lombok, jadi gak sabar pengen ngebolang di mari hehehe

Recent

recentposts

Random

randomposts