Cara Nikmati Film Drama dan Horor

Menikmati film bergenre drama dan horor merupakan salah dua cara saya
habiskan 'me time'. Terutama saat membaca, menulis, pun aktifitas
rutin harian lainnya gagal membuat saya fokus selesaikan tulisan baru.

Sayangnya, karena niatan utama sekadar pengalih fokus, tak banyak yang
saya ingat, deretan film drama atau horor yang layak peroleh predikat
film terfavorit sepanjang masa.

Satu tema yang ditentukan duo mom blogger, rekan saya di komunitas
blogger Gandjel Rel Semarang. Mom Sri Untari : http://
www.duniaqtoy.com dan Ira Sulistiana:
http://www.irasulistiana.com.

Salah satu yang masih lekat di kenangan saya, film pertama Bram
Strocer's Dracula series. Mengapa? Termudah karena pemeran utamanya
sepasang manusia gagah dan cantik. Keanu Reeves dan Winona Ryder.

Jangan tanya bagaimana plot cerita pun endingnya. Lupa, pake banyak .. :))

Bagaimana dengan drama?

Nah, ini. Kalau kisah-kisah novel best seller John Grisham yang
difilmkan bisa terhitung sebagai drama, satu favorit saya, tak lain
tak bukan: Pelican Brief. Akting si Julia pretty woman Robert terasa
begitu pas dengan karakter di novel.

Easily predict, saya lupa dong nama karakter ini..:p

Intinya, penyakit lupa saya juga terjadi di kombinasi judul film,
pemeran utama, plot cerita, atau endingnya.

Plek ketiplek dengan kombinasi judul buku, nama penulis, nama
karakter-karakter cerita, manalagi ending cerita atau tulisan di buku.

Bagaimana dengan film Indonesia? Well, ada Bangsal No 13 (rasa-rasanya
judulnya salah) dengan Luna Maya sebagai salah satu karakter sentral.
Ada juga Cermin, ada Nirina yang memainkan hampir keseluruhan plot
cerita di film dengan mengesankan. Ada satu film horor si cantik
Revalina S Temat. Sayang, saya blas lupa judul film ini.

Di atas, salah tiga dari beberapa film horor Indonesia yang masih
teringat tanpa saya harus gunakan mesin pencari untuk memastikan.

Besar kemungkinan saya bisa mengingatnya karena dramanya juga lumayan
menggigit.

Hmm, film apalagi yaaa. Sejak anak-anak mulai bersekolah, sebagian
besar tontonan film menyesuaikan selera mereka. Plus selera umum,
kebanyakan anak-anak se dunia. Sekali waktu demam film produk-produk
Disney, sampai sekarang masih hobi manteng seri Upin dan Ipin. Eh, itu
film bukan sik?

Satu film yang sebagian bernuansa kental anak-anak, tapi kemudian juga
meningkat ke remaja, Naruto the series. Mulai dari ia menjadi ninja
cunin biasa (lepel ninja paling awal di desa Konoha), sampai ia
dipercaya menjadi Hokage (semacam kepala desa atau pimpinan eksekutif
tertinggi desa) di seri Shipudennya.

Satu-satunya yang kekeuh sureukeuh, tak bergeming untuk ikut sukai
Naruto hanya suami saya..

Hih..Padahal saya kan sudah ikut sukai musik punk, favenya suami lho.
Gak ada rasa-rasa folbeknya deh.. *rrr

Kembali ke film horor, banyak film yang baru saya tonton setelah
membaca review orang lain. Entah di blog, grup chat atau forum-forum.

Sedikit tips, mengapa akhirnya saya berhasil menonton film horor
dengan aman sentausa, tak menutup wajah atau ngintip dari sela jari
telunjuk dan manis di masing-masing mata: saya menontonnya TANPA
SUARA!!

Film horor bisu dong?

Memang. Kan prinsipnya menonton, menangkap cerita. Suara mah cuma
kebutuhan. Xixixixi

Tips ini membuat saya berhasil menonton semua seri Conjuring,
Annabele, Paranormal Activity, dan yang terbaru, Sadako versus Kayako.

Setelah merasa tahu inti ceritanya, baru menonton ulang dengan suara
yang pas. Pas membangkitkan keseraman. Pas bikin degup jantung disko
cha cha cha. Pas buat sedikit sedikit membuat bebuluan di tubuh
merinding disko.

Nah, kamu, film favoritmu apppa?

8 comments:

herva yulyanti said...

aku ga bisa mba tanpa tutup mata klo nonton horor hahaha penakut tapi penasaran pengen nonton jadi terus2an tutup mata kadang malah teriak :D

Mang Lembu said...

kalimat horror buat saya mah rada menjurus gimanaa....gituh
maklum saya mah omes atuh da

Imron Fhatoni said...

Entah kenapa, saya tidak pahan2 dengan drama korea hehe. Selera film saya dari dulu tak pernah berubah, selalu serial kolosal. Andai Angling Darma masih tayang ya bun.

Diah Indriastuti said...

bram stocker ini aq sempat lihat berbagai versi juga mbak, selalu sereeem

Hidayah Sulistyowati said...

Eh suka film horor? Kemarin aku sama Mara nonton The Doll, malah ngakak karena penonton lain pada jejeritan, hahaa

Sri Untari said...

Nonton conjuring di laptop pake earphone. Duh itu serem banget sumpeh. Yang bikin kaget mmg kadang backsoundnya

Vanisa Desfriani said...

paling anti nntn film horror, kemarin sekali2nyanyempetin nntn annabelle 2 di bioskop. alhasil sepanjang film cuma nutupin muka pake jaket. denger suaranya aja dah merinding. hahahaha

kalo drama mah, favv bangeeet

Dani Ristyawati said...

Sampai sekarang belum bisa yang namanya menikmati film horor.angkat tangan saya..nyerah.nyerah...

Recent

recentposts

Random

randomposts