Rinjani, Gerbang Kayu Coklat, Cat Eksterior Ungu atau Biru, Empat Hal di Rumah Impianku

Segera setelah berkeluarga, umumnya hal pertama yang ingin segera terwujud adalah, miliki rumah impian. Rumah yang nyaman, siap menunggu kehadiran para buah hati, pelengkap kebahagiaan keluarga.

Meski sampai saat ini belum berjodoh miliki rumah sendiri, tentu saja saya pun seperti kebanyakan keluarga lainnya. Merawat dengan baik mimpi saya tentang rumah idaman.

Cred. Web Pinoyeplans
Kira-kira, bentukannya seperti apa yak?

Mungkin akan diawali perdebatan seru tak berujung jika usulan cat eksterior rumah pilihannya hanya tiga warna, biru, ungu cerah atau pastel. Yang jelas, saya akan benar-benar memastikan dengan ikut langsung membeli, memesan, mengawasi sejak dari pertama dibuat sampai siap terpasang, set gerbang dengan bilah kayu coklat pudar sebagai gerbang utama. Masalah apakah warna gerbang ini sesuai atau tidak dengan biru, ungu atau pastel, satu trial and error insyaAllah tidak merugikan.

Cred. Pinterest
Sekarang, ruang tamu. Saya akan agak mengabaikan ruang ini. Satu-satunya ruang terhangat yang membuat saya nyaman berinteraksi dengan siapa pun, termasuk tamu, saya inginkan berada di ruang keluarga. Ruang di mana aka nada lemari berisi koleksi buku bacaan saya. Mungkin sedikit pandangan ke dapur bersih, di mana saya bisa membuatkan kopi atau minuman hangat lain dengan tetap bisa mengobrol santai. Bisa juga satu set kursi minimalis di teras depan untuk tamu-tamu yang benar-benar asing, atau sekadar bapak tukang kurir pengantar barang pun paket?

Berikutnya, ruang privasi buat masing-masing anggota keluarga. Impian saya, kamar anak-anak berada di bagian depan semua. Harapannya agar mereka mudah berinteraksi dengan teman-teman atau sahabat-sahabat mereka. Bagi saya, satu kamar dengan jendela lebar, entah ke halaman samping atau belakang agar wewangian alami mudah dan bebas memasuki kamar saya sepanjang tahun.

Ruang privat lainnya, dapur kotor serta ruangan kosong di luar bangunan utama untuk cucian harian. Mungkin mengikuti standar umum, berada di bagian paling belakang keseluruhan rumah plus halaman.

Tambahan ruangan lain, yang selalu masuk di setiap saya mengangan-angankan desain rumah sendiri, ruangan besar multi fungsi. Gudang dengan tataan barang-barang yang rapi di saah satu sudutnya. Satu sudut lain untuk menyimpang barang-barang hobiis keluarga (memancing, sepeda, trekking atau olahraga khas anak-anak lain seperti basket). Mungkin sisa ruang untuk satu mobil keluarga atau motor-motor (kalau memang beruntung dan mampu memiliki benda-benda yang penting untuk transportasi harian).

Ah iya, tentu saja saya juga menginginkan satu kamar tidur tamu yang lapang. Targetnya, sebagai orang Lombok yang masih miliki keluarga besar di tiga garis keturunan, kamar tidur tamu yang luas merupakan satu kewajiban tambahan. Atau, jika sewaktu-waktu ditinggal pak sumami karena trip mancing lintas pulau sehingga tak bisa pulang sekian malam, sedikit rendezvous dengan tidur bareng bersama anak-anak sepertinya sungguh menghangatkan.

Lantas, dengan ruangan sebanyak itu, butuh tanah seluas apa?

Saya memilih mengabaikan luas tanah dulu. Kalau misalnya dapatkan rezeki peroleh tanah 200 meter persegi, insyaAllah impian ruangan-ruangan di atas tetap akan saya coba wujudkan. Pasti dengan harus menyesuaikan ukuran masing-masing ruangan plus resiko harus membangunnya bertingkat. Kondisi yang bahkan makin melengkapi impian saya, karena satu ikon penyempurna rumah impian saya, bisa tatapi siluet biru Rinjani dari salah satu sudut rumah bersama secangkir kopi hitam Lombok tanpa gula.

Cred. Pinterest
Mimpi yang indah. Tertuliskan cepat berkat pilihan tema Mbak Archa Bella serta mbak Dian Nafi. Dua mom blogger keren dari komunitas perempuan penulis Semarang, Gandjel Rel. Mbak Archa yang sama cantik dengan pulas sketsa-sketsanya. Mbak Dian Naffi yang sudah miliki buku bererot dan sering saya temukan di rak buku terbaru Gramedia.

Ngiring tampiasih Mbak Archa dan Mbak Dian, berkat ide tema dari kalian, rumah impian saya tertuliskan juga di blog ini.

Salam sayang dari Lombok.

11 comments:

  1. Whoaaaaa! Aku tetiba jd lgsg kepikiran mau bikin rumah macem mana ����

    ReplyDelete
  2. Aku suka bagian mau bikin kamar tamu yg luas trua bisa dipake ngopi sambil nengeok siluet Rinjani. Cepetan diwujudin dong,, biar bisa nginep. Hehehehe

    ReplyDelete
  3. Semoga segera terwujud ya rumah impiannya mbak Nanik 😊

    ReplyDelete
  4. nampaknya indah.... semoga mimpinya terlaksana, aamiin ^^

    ReplyDelete
  5. Detail bgd mbk. Segera diwujudin deh. Amiinnnnn

    ReplyDelete
  6. Wah mbaaak aku juga suka angan2 rumah impianku hihi. Bahkan walaupun saya blm berumah tangga, saya udah sering browsing info tentang furniture dan model-model rumah mbak haha. Kalo liat begitu pengen cepet-cepet berkeluarga ><

    ReplyDelete
  7. templatenya cakepp mbak...semoga rumah impian segera terwujud ya mbak

    ReplyDelete
  8. semoga bisa terwujud rumah impiannya ya mbak.
    btw, bererot tuh apa yaaa...
    *bahasa lombok nih mesti :D

    ReplyDelete
  9. Wah...jd mikirin yg indah2 gara2 baca postingan ini. Semoga cepat terwujud mbak.

    ReplyDelete
  10. Ikut seneng bacanya, jadi ikut berangan-angan juga :D... semoga lekas terwujud mimpinya mba.

    ReplyDelete
  11. Semoga diijabah ya Bunsal untuk memiliki rumah impian tadi.

    ReplyDelete