Novel ALUY, Mimpi Saya di 2018

ALUY masih menjadi tujuan atau sesuatu yang ingin saya capai di 2018. 

Ya, resolusi menurut PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia – watta why Indonesia so much in love in changing phrases :D , satu dari banyak impian terbesar saya. ALUY, embrio novel yang seharusnya menjadi buku fiksi pertama.

Rangkaian ALUY di akun Kompasiana saya. Dokpri
Resolusi yang kemudian bertambah umur, hampir dua tahun lebih. Mengingat 500 kata pertamanya tayang per Maret 2016 di akun Kompasiana. Beruntung, awal 2018 ini, blogger cantik Gandjel Rel Semarang, Mbak Lestari 'Taro' jadikan Resolusi 2018 sebagai tema terakhir di sekitar setengah tahun Arisan Blogger Gandjel Rel. Sesembak blogger yang juga karyawan di salah satu perusahaan yang erat dengan kemaslahatan umat di kota Semarang, pecinta batik unyu-unyu pun penyuka travelling dengan lekatnya keseharian bersama satu backpack di punggung.

Kembali ke ALUY, meski 5 bab besarnya sudah utuh tertuliskan, abstrak, nyatanya sebagiannya baru sempat tayang sampai ‘edisi’ ke 40. Tepatnya, di hari ke 40 dari 500 kata harian. Sekitar 20 ribu kata. Pencapaian terbaik saya. Sayang, tertahan justru di langkah akhir. Bagian utuhnya entah terselip di harddisk yang mana. Miliki ruang penyimpanan di dropbox dan google drive, saya masih kesulitan temukan file tersebut. Dua email besar yang temani jejak online saya sejak 2015 lalu hanya sisakan sedikit abstrak. Satu-satunya yang kini saya miliki, gambaran nyata keseluruhan isi novel, di otak. Entah harus mensyukurinya, walau tentu butuh usaha dan ketekunan ekstra untuk merunutnya ulang.

Terasa menjadi pekerjaan ekstra, terutama karena kini keseharian saya yang hampir tak ada jenak dari tuliskan beribu kata di banyak ragam genre. Sebelum sisa paragraf doa baik awal tahun menjadi makin penuh oleh kalimat-kalimat penyesalan plus pembenaran akan kekurang-produktifan saya, ijinkan saya titipkan sebagian dari outline ALUY.

Tadinya, empat bagian besar yang saya uraikan sebagai Kepergian, Pertemuan I, Pertemuan II dan Cinta, sudah utuh selesai sesuai masing-masing bagiannya. Jamaknya novel, tentu di masing-masing sub bagian selalu ada konflik dengan alur naik turun. Satu yang ingin saya jadikan sebagai ‘konflik utama’ sengaja saya letakkan benar-benar di akhir cerita, tepatnya di sub bagian Cinta.

Koleksi foto sunset dan lanskap, pelengkap sebagian dari kisah-kisah ALUY. Dokpri
Sempat tergoda mengekor jejak Takeshi Matsuoka di trilogi Samurai-nya, plot flash back yang memikat, tapi karena berujung di mumet tanpa awal pun akhir, saya berhasil menjaga plot ALUY sekelas novel keluarga kebanyakan. Tentu kemudian berelasi pula dengan standar harapan yang sama biasanya, mungkin tidak menarik minat penerbit label besar. Mungkin hanya mengandalkan pesanan teman, sahabat, kerabat pun handai taulan (Andre Taulany? Eh ). Pendek kata, hanya pemuas mimpi personal saya. Saya punya novel, terbit dan iya, berbentuk novel (random pake banget :D ).

Ah iya, hampir terlupa. ALUY itu apa sih? Selain ya tentu saja ia novel karena sejak awal sudah saya sebutkan sebagai novel. Ok. ALUY salah satu karakter utama di novel. Sosok serba segalanya bagi Baiq, yang justru saya jadikan tokoh sentral utama. ALUY yang jadikan Baiq berjuang ekstra hampir sepanjang hidupnya, bertahan sebagai putri tunggal yang terkesan dapatkan kasih pun sayang berlimpah dari orang tuanya. Terutama ibunya. Yang nyatanya tidak pernah ia dapatkan. 

Baiq bagi ibunya adalah pembunuh. Baiq bagi ibunya adalah perusak hubungan keluarga. Baiq dan ibunya adalah konflik utama di hampir sebagian besar bagian novel.

Kemudian hadir ALUY. Sahabat, teman lintas suku (SARA gitu dah ya, biar singkat), semua sosok imajiner ibu yang selama ini Baiq ketahui, bahwa begitulah seharusnya sosok ibu di mata anak perempuannya.

Kemudian perjuangan dan ketabahannya beroleh hadiah manis? Hadiah semanis apa? Tunggu dan baca sendiri di novelnya yak ^^

18 comments:

  1. Wooww jadi tak sabar pengen baca novelnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, banyak yang nungguin nih.
      Jadi semangat menyusun ulang draftnya.
      Terima kasih.

      Delete
  2. Replies
    1. Yay. Terima kasih ya.
      Ijin ngabari kalau novel saya berjodoh terbit.

      Delete
  3. Wah keren... Ceritanya menarik... Saya jg ada draf novel yg stuck di bab 12 dr total 20 bab huhu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih.
      Yuk saling menyemangati kulak kulik draft lagi ^^

      Delete
  4. Waaah ada nama Baiq. Baiq siapa bun? :D
    Enggak sabar nunggu novelnya launching, semangat bun dan semoga lancar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rahasiaaaa..Hahahaha

      Alhamdulillah, jadi pengen ikutan nggak sabar nulis ulang.
      *manggul2laptop *ehbrembe :))

      Delete
  5. Replies
    1. Terima kasih Dee inges.

      Hari-harimu smoga selalu mantab pula seperti biasanya yak ^_*

      Delete
  6. Mbak Muslifa selain blogger, penulis fiksi juga ternyata. Apa sebelumnya pernah nulis di wattpadd, akunnya apa? Biar saya kepoin juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak.
      Nge-fiksi pelipur lara saat jenuh dengan diksi non fiksi ^^

      Ada semua.
      Wattpadd, goodread, sekarang buat lagi di tumblr.
      Saking semua dibuat, sebagian besar apdetnya juga galau .. :))

      InsyaAllah bisa ditelusuri dengan nama Muslifa Aseani atau bunsal (nama online saya yg mberkahi, eh, sering dapet job online maksudnya ^^ )

      Delete
  7. Semoga segera selesai ya mbak ALUY nya biar segera terbit aamiin.. :)

    ReplyDelete
  8. Ayo bunsal semangat lagi, bismillah.
    Aku juga sedang memupuk diri pengen ngenovel lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima Kasih Nyi.
      Semangat, semangat.
      Semoga segera lahir novel terbarumu yaaa..^^

      Delete
  9. Replies
    1. Waini, bisa bikin penasaran penulis seri Anak Kos Dodol.

      *ngenceng2inbisep
      *ehpiye ^^

      Delete