Blogku Diariku

Iyass!! Di awal, memang sesederhana itu. Selain memang sudah berada di kondisi, satu-satunya tulisan tangan yang masih sedap dipandangi, hanya tanda tangan. Kisah-kisah tulisan tangan masih bagus, tahan menulis berlembar-lembar, kini benar-benar menjadi kisah klasik di masa sekolah. 

Liputan Jogja International Heritage Walk 2018
Sebagai Bloger.

Berikutnya, nge-blog mulai menjadi kewajiban. Yang ini tentunya memang karena ada tuntutan dari klien. Di mana tulisan diminta mengikuti syarat-syarat tertentu. Tulisan kewajiban, yang ketika selesai, akan tiba di giliran memiliki hak yang harus sama diselesaikan. Hak apa? Penghasilan tambahan. Alias uang. 

Alhamdulillah kan?

Pekerjaan menulis, yang tadinya karena kebiasaan ingin titipkan kisah-kisah harian serupa di diary dulu, kini bisa diharapkan sebagai pintu rezeki. Bagian paling menyenangkan lainnya, 'pekerjaan' ini tidak punya jam kerja a la kantoran. Yang ada adalah tenggat waktu, atau femes disebut deadline. Jadi, sebagai jamaknya ibu rumah tangga, printilan pekerjaan rumah bisa diselesaikan dulu. Baru kemudian menulis. 

Bisa juga dibalik. Menulis di pagi buta sampai semua proses selesai, baru kemudian melakukan pekerjaan rutin harian dengan santai.

Apa benar semudah itu? Sekarang ini, sangat benar sekali. Bahkan, tulisan ini saya kerjakan sambil berbaring santai. Makan malam sekeluarga sudah selesai satu jam lalu. Anak-anak sudah istirahat agar besok bisa berangkat sekolah tanpa terlambat.

Era digital kini memang telah banyak merubah ritme dan pola kerja. Televisi benar-benar sudah saya tinggalkan. Bahkan sampai lupa sudah tidak menonton tv berapa tahun. Meski sesekali masih membaca buku cetak, 80 persen rujukan bacaan saya kini pindah ke tulisan-tulisan online.

Nyatanya, di balik semua perubahan tersebut, nge-blog bagi saya masih sama eksisnya dengan nge-blog di 13 tahun lalu. Kali pertama blog ini lahir. Lahir dari hobi, saya kerjakan dan kini menjadi salah satu pintu rezeki, masih sama menyenangkannya seperti para hobiis lain dengan hobinya masing-masing.

Kamu? Hobimu apa? Yuk bareng-bareng mengisahkannya di blog.

10 comments:

  1. Blogger media paling ramah buat para introvert

    ReplyDelete
  2. Samaa mbak, saya pun mulai jarang melihat televisi.

    ReplyDelete
  3. Dari hobby bs dapetin money. Ahh, senangnya! Ga sia2 dl nulis berlembar2 kalo skg dari kebiasaan nulis tsb bs menghasilkan uang ya bunsal. Semoga kelak kujuga bisa seperti itu. Hobiku menyanyi tp cita2 pgn jadi penulis😁

    ReplyDelete
  4. Wah bunsal dah 13 taun ngeblognya, aku mah baru 4 tahun mbak :)

    ReplyDelete
  5. Tak bisa dipungkiri, blog ibarat jendela hati kita karena disana ada banyak pikiran kita yang tertuang dalam tulisan, rekam jejak penuh makna.. Bunsal keren sudah ngeblog lama banget:* miss you mbak Nanik

    ReplyDelete
  6. Go go Bunsal..keep writing keep inspiring!

    ReplyDelete
  7. Hasekk.. Nyantai sambil dibayar ya ��

    ReplyDelete
  8. Hobiku sekarang tiduran sambil pegang gadget *ups ��

    Masih sama, Bunsal.. Nulis.. ��

    ReplyDelete
  9. Aku masih bedundukan bagi waktu buat nulis, Bunsal. Anakku juga sudah pintar komplain kalo aku kelamaan pegang HP. Yo wis dinikmati saja. Ntar akan ada waktunya sendiri saat aku bebas menari-narikan jemariku.

    ReplyDelete