Tinggal di negara tropis serta kawasan kepulauan, limpahan sinar matahari terjadi hampir sepanjang tahun. Perubahan iklim atau cuaca relatif tidak terlalu ekstrim. Musim hujan paling basah sekali pun, sinar ultraviolet matahari, masih bisa memancar di sela hari.

Kondisi alam yang cukup menguji kesehatan kulit kita. Baik kulit wajah, juga tubuh. Untuk rutinitas harian, mungkin masih bisa maksimal menghindari terpapar langsung matahari. Nah, kalau pas nge-trip? Aktivitas luar ruangan, sebaliknya, jadi jauh lebih banyak.

Teluk mini Senggigi Lombok dari ketinggian. Dokpri

Scarlett Brightly Ever After Series, my latest travel-mate. Dokpri

Eksplor ke destinasi wisata pantai misalnya. Kalau saya, praktis bahkan sudah akan berburu matahari terbit sejak pagi buta. Sorenya, wajib juga memburu momen-momen terbaik senja. Bisa dibilang, hanya berteduh saat sudah super kepanasan. Atau saat istirahat makan serta ibadah.

Di Lombok, wisata pantai adalah paket wajib kunjung. Namun, masih juga ada destinasi seperti wilayah pedesaan, banyak air terjun cantik, dan pastinya destinasi ketinggian. Gunung Rinjani. Destinasi-destinasi ini juga kerap dimasukkan ke beragam jenis paket wisata. Apalagi jika kamu berkunjung ke Lombok untuk waktu yang lama. Kombinasi ‘beach hoping’, semakin perfek jika ditambahkan ‘waterfalls hoping’ dan ‘RInjani’s spot hoping’.

Frase terakhir, kini sedang femes dengan paket wisata ‘7 Summit Rinjani’s trekking’. Di lain tulisan, bakal review spesial paket ini ya. InshaAllah, berdasarkan pengalaman pribadi. Aamiin

Tantangan Merawat Kulit di Pulau Eksotis


Sisi unik tinggal di Lombok, utamanya di dua kota dimana saya banyak menghabiskan waktu. Pertama, di kota kelahiran saya, kota Selong. Kota ini berada di sisi timur pulau Lombok. Satu pantai bernama Labuhan Haji, berjarak hanya sekitar 7 kilometer dari rumah. Masa kecil sampai remaja, sering saya habiskan dengan berlari di Minggu pagi ke pantai ini.

Sebaliknya, di kota Mataram. Meski di kota ini, ada juga pantai berjarak kurang dari 15 kilometer, namun secara umum cuacanya jauh lebih sejuk. Jika di kota kelahiran, kulit saya jadi cenderung putih bersih, di kota Mataram lebih ke kuning langsat. Pendek kata, semacam cuaca pesisir versus pegunungan. Pengalaman pribadi. Entah apa terjadi juga pada orang lain.

Satu sudut Pantai Senggigi Lombok, spot wisata ikonik. Dokpri

Sudut lain, pantai di sepanjang kawasan wisata Senggigi Lombok. Dokpri

Namun, akan berbeda jika kebetulan saya sedang mengawal tamu wisata. Seperti di paragraph awal tulisan ini, destinasi wisata di Lombok lengkap dari dunia bawah laut sampai puncak gunung. Untuk kulit wajah dan tubuh, tentu butuh perawatan ekstra. Bagi saya, menghindari gosong. Tentu juga sebagai ikhtiar, kulit wajah dan tubuh bisa sehat sampai menua nanti.

Make Up No Make Up Favorit Style


Iyap. Saya tak pandai merias wajah. Selama kuliah, praktis membekal bedak bayi. Ketika mulai bekerja, piranti make up saya pun tak juga banyak berubah. Sekian kali membeli pelentik bulu mata, mascara atau eye liner, selalu berakhir antara diberikan lagi ke orang lain atau hilang entah di mana. Di pertengahan usia 35an, mulai agak rajin melakukan perawatan. Minimal pelembab dan sun block.

Syukurlah, saat ini, cukup banyak brand lokal yang juga memproduksi beragam varian perawatan kulit. Saya yang tak banyak kenal brand kosmetik, jadi sangat terbantu dan bisa mendapatkan produk yang sesuai. Saya jadi semakin mudah, melakukan perawatan kulit wajah dan tubuh, sebanyak apapun aktivitas luar ruang yang saya lakukan.

Rangkain produk Scarlett Brightly Ever After Series. Dokpri


Jatuh Hati pada Scarlett Brightly Ever After Series


Saya agak tutup mata dengan sindiran ‘Mau wajahnya sebening permukaan danau Segara Anak di Gunung Rinjani’? Ya, mustahil juga bakal sebening air. Bagi saya, yang penting tampak bersih, tidak bertaburan bintang di langit, eh, maksudnya tidak banyak noda. Plus pastinya tidak juga tampak bak dempul ketok matic di bemo kota.

Prinsipnya, ada perawatan, namun tidak berlebihan. Seperti dua kata pilihan yang selalu ada di banyak produk kosmetik. Yakni natural atau translucent. Pilihan yang wajib ambil, ketika dulu saya masih memakai bedak. Di sepuluh tahun terakhir, saya mulai nyaman hanya memakai rangkaian dasar. Misal, pelembab dank rim tabir surya saja. Syarat dasar, yang membuat saya tak berpikir dua kali, menggunakan Scarlett Brightly Ever After Series.

Ini dia produk rangkaian dari seri ini:

Scarlett Brightening Facial Wash, atau sabun wajah. Kandungan utama sabun wajah Scarlet Brightening Facial Wash adalah Glutathione, Aloevera, Rose Petal dan Vitamin E. Kandungan lengkap lainnya, juga tertera jelas di sisi lain kotak kemasan. Dikemas dalam botol tembus pandang, tampak butiran scrub berwarna pink dan gel yang seolah tampak seperti kelopak bunga mawar. Girly. Buat saya, sabun yang ringan, kekentalan yang pas dan tidak terlalu wangi. Jadilah momen mencuci wajah, selalu menyenangkan, karena juga tidak perih di mata.

Scarlett Brightening Facial Wash. Dokpri

Scarlett Brigthly Ever After Serum, serum wajah. Serum yang terdiri dari kombinasi antioksidan Glutathione dan Vitamin C, yang membantu mencerahkan kulit. Kabar baiknya, serum ini aman untuk semua tipe kulit. Kemasan botol dan dilengkapi pipet, sehingga mudah untuk diteteskan di bagian wajah untuk langsung diusapkan merata. Teksturnya ringan dan cepat meresap ke kulit. Alasan lain, saya jatuh hati pada seri produk ini.

Scarlett Brightly Ever After Serum. Dokpri

Scarlett Brightly Ever After Cream, atau krim wajah. Produk ini tersedia dalam bentuk Day Cream dan Night Cream. Tiga kandungan utama yang sama, adalah Glutathione, Hexapeptide-8, Poreaway dan Aqua Peptide Glow. Intip lagi yuk, manfaat baik dari tiga bahan ini.

Scarlett Brightly Ever After Cream Day. Dokpri

Scarlett Brightly Ever After Cream Night. Dokpri

Glutathione yang ada di semua produk Scarlett Brightly Ever After ini, merupakan antioksidan yang dapat membantu kulit tampak lebih cerah, glowy serta kenyal. Nah, noda-noda wajah yang membandel, entah yang disebabkan jerawat atau kepercik minyak goreng di dapur, dibantu samarkan oleh Hexapeptide-8. Khusus Aqua Peptide Glow, membantu me-rehidrasi kulit dan tampak lebih cerah. Kandungan Poreaway, hmmm, already obviously seen as in the word yas. Iyap, kandungan ini untuk mengecilkan pori dan wajah pun tampak lebih halus.

Khusus untuk Day Cream, kandungan lainnya adalah Rainbow Algae, Rosehip Oil, dan Triceramide. Nah, untuk Night Cream, kandungan lainnya, Niacinamide, Natural Vitamin C, dan Green Caviar. Bahan-bahan ini, membantu kulit wajah menjadi lebih cerah.

Ah ia, bagian menenangkan lainnya, semua produk Scarlett Brightly Ever After Skincare Series ini sudah berlabel BPOM dong. Jadi, sudah melalui serangkaian tes dan uji coba. Akhirnya, aman dong kita gunakan dalam aktivitas keseharian.

Pemakaian seminggu, wajah saya jadi tampak lebih cerah dengan rangkaian produk
Scarlett Brightly Ever After Series. Dokpri

Sobat traveller saya bisa mendapatkan produk ini di marketplace favorit. Variasi harga per paketnya, mulai dari <200K idr sampai kisaran >300K idr. Bisa juga dong, kamu dapatkan di drugstore mall favoritmu. Shoppingnya sambil chill out bareng sahabat atau yang tersayang. Jangan lupa prokesnya, biar selalu sehat.

1 Comments

  1. Sekarang udah ada day creamnya ya. Makin komplit deh si scarlett ini. Siap traveling kemanapun tanpa takut kulit kusam 😍

    ReplyDelete