Bumi biru menjadi jargon yang lekat, hampir di seluruh belahan negara. Utamanya Indonesia, satu negara kepulauan dimana kawasan lautnya lebih luas dari daratan. Langit dan laut serba biru, menjadi satu dari rangkaian ratna mutu manikam nusantara. Warisan leluhur yang layak dijaga. Dulu, sekarang, sampai di masa depan.

Warisan kondisi alam indah yang menantang kita semua, mampukah menjaganya? Caranya bagaimana?

Mulai Sayangi Bumi Bersama Program Langit Biru Pertamina


Salah satu cara untuk mulai semakin sayang pada bumi, adalah bersatu menjadi barisan pendukung dari satu program. Yakni, Program Langit Biru (PLB). PLB merupakan program edukasi dan promosi sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1999, tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Satu kondisi yang wajib menjadi perhatian seluruh pihak (web Pertamina, rilis November 2020).

Sejak diluncurkan pada November 2020 tersebut, sosialisasi dan edukasi PLB sudah terlaksana di banyak kota serta daerah di Indonesia. Contoh saja, masih di bulan yang sama dari dimulainya program ini, masyarakat mendapatkan kesempatan merasakan langsung manfaat dari penggunaan jenis-jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) Ramah Lingkungan.

Siluet Gunung Rinjani di momen sunrise dari Gili Air, Lombok. Langit Biru yang jadi magnet keindahan alam Indonesia. Dokpri

Saat itu, masyarakat di wilayah Jakarta Barat, Selatan dan Timur mendapatkan BBM Pertalite di harga khusus. Melalui Program Pertalite Harga Khusus, dimana per liter bb mini bisa dibeli di harga Rp 6.450. Lebih rendah Rp 1.200 dari harga normal, yakni Rp 7.650. Harga khusus tersebut, berlaku bagi konsumen pengendara roda dua dan tiga, angkutan umum serta taksi plat kuning. Program ini berlangsung di 24 SPBU di Jakarta Selatan, dan 51 SPBU di Jakarta Timur.

Salah satu contoh dari penerapan PLB Pertamina, harga khusus pada BBM sehingga masyarakat umum tergerak untuk menggunakan BBM Ramah Lingkungan. Issu yang kembali mengemuka di Talkshow dan Diskusi Publik, di Kamis 18 Maret lalu.

"Kangen langit biru di Gunung Rinjani Lombok? Skuy, diintip dulu ..." Skuy bertemu Puteri Anjani di Puncak Rinjani, Rindui Rinjani Sampai ke Mimpi

Udara Bersih dan Langit Biru Adalah Hak Semua Orang


Demikian dinyatakan di salah satu pasal UUD 1945, tepatnya di pasal 28 H ayat 1 – ‘Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta memperoleh pelayanan kesehatan’. Batasan yang kemudian menjadi sebagian kutipan Faisal Basri, Pengamat Ekonomi yang hadir di Talkshow dan Diskusi Publik, event sosialisasi dan edukasi PLB Pertamina.

Poster event Talkshow dan Diskusi Publik di IG YLKI.

Event ini diinisiasi Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Kantor Berita Radio (KBR). Talkshow dan diskusi publik pada Kamis 18 Maret 2021 lalu adalah rangkaian acara yang ke-4. Acara sejenis telah berjalan sejak 11 Februari 2021. Berikutnya diadakan lagi pada 3 dan 10 Maret lalu. Bentuk dari konsistensi Pertamina, menyebarluaskan lebih massif lagi tentang Program Langit Biru (PLB) Pertamina.

Talkshow dan Diskusi Publik ‘Penggunaan BBM Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan Program Langit Biru’ yang ke-4, berlangsung dua sesi. Sesi pertama, yakni talkshow dimulai tepat pukul 8 pagi. Beberapa narsum utama bergiliran menyampaikan pandangan terkait program BBM Ramah Lingkungan dan PLB.

Pengamat Ekonomi Faisal Basri, Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK Dasrul Chaniago, Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, dan dari PT. Pertamina Deny Djukardi. Para tokoh ini bernada senada dalam dukungan pada pelaksanaan PLB. Namun, ada point-point penting yang nantinya digunakan untuk bisa bersinergi lebih rapat dan semakin mengoptimalkan target capaian dari program PLB itu sendiri.

Pemaparan oleh Dasrul Chaniago - Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK. SS FB YLKI

 

Edukasi Program Langit Biru Pertamina dan BBM Ramah Lingkungan Dilakukan Semua Pihak. Udara Bersih dan Langit Biru Adalah Hak Semua Orang – Faisal Basri, Pengamat Ekonomi.

Penyiar KBR Rizal Wijaya memoderatori sesi awal ini. Tulus Abadi mengawali dengan mengingatkan latar sejarah lahirnya program BBM Ramah Lingkungan dan Langit Biru. Selanjutnya Dasrul Chaniago menyampaikan bahwa PLB mencakup kebijakan-kebijakan dari hulu sampai hilir. KLHK sendiri bertindak sebagai penentu kebijakan di hulu, lebih pada baku mutu dari kualitas BBM yang digunakan masyarakat. Salah satunya, Permen yang berlaku September 2018 yang mengatur standar BBM di Research Octan Number (RON) 90. Permen terbaru yang mengatur baku mutu diesel, yang seharusnya berlaku April 2021, terpaksa masih ditunda karena pandemi.

Sesi talkshow, juga ada penyampaian dari Pengamat Ekonomi Faisal Basri. Ia memulai dengan fakta betapa terbelakangnya Indonesia di kebijakan penggunaan BBM Ramah Lingkungan. Sebagian dari pernyataannya, mengemukakan bahwa Indonesia bahkan sudah tertinggal dari negara-negara ASEAN. Pemerintah dan PT Pertamina, sudah pada tempatnya untuk lebih serius mengejawantahkan point-point dari Paris Protocol yang sudah ditandatangi presiden pada tahun 2015 lalu. Kesanggupan mereduksi emisi gas karbon antara 29-40 persen di 2050 harus semakin serius digalakkan.

Himbauan serius penghentian BBM Premium ditegaskan Faisal Basri. SS FB YLKI

Ajakan positif yang diamini Ratna, narsum yang menggantikan Dasrul Chaniago. Namun, Ratna mengajak peran aktif semua pihak. Bagaimanapun, target capaian sesuai Paris Protocol tersebut akan bisa diwujudkan, dengan dukungan banyak pihak.

Departemen Pencemaran Udara KLHK tidak bisa bekerja sendiri. Kerjasama berkelanjutan, baik dari unsur pemerintah, utamanya masyarakat sendiri, satu kunci berhasilnya kita menjaga langit tetap biru serta berudara bersih – Ratna KLHK

PT Pertamina sendiri mulai menjalankan PLB di medio awal tahun 2020. Deny Djukardi menjelaskan, empat daerah yang turut serta dalam talkshow dan diskusi publik, merupakan target wilayah baru dari pelaksanaan program ini.

Sinergi Positif Sukseskan Program Langit Biru


Dua term pembuka yang kemudian menjadi benang merah dari diskusi publik di Sesi Kedua. Kali ini, Maulana Isnarto dari KBR, memandu interaksi lintas empat daerah di talkshow ini. Kota-kota di Indonesia timur yang terlibat di talkshow dan diskusi publik ini, diantaranya kota Mataram (NTB), Makassar (Sulawesi Selatan), Manokwari (Papua), dan Mempawah (Bangka Tengah). Tak hanya melalui zoom, acara ini bisa diikuti pula di Youtube dan Facebook live KBR, telepon interaktif di nomor bebas pulsa 08002457893, serta jaringan KBR di empat kota tersebut.

Massifnya sosialisasi dan edukasi Program BBM Ramah Lingkungan sebagai wujud PLB, di satu sisi membutuhkan kontinuitas informasi dari banyak pihak. Berikut beberapa highlight dari tokoh-tokoh yang sharing selama event Talkshow dan Diskusi Publik;

Program BBM Ramah Lingkungan dan Langit Biru sudah ideal. Tantangan sebenarnya justru dari fakta di lapangan. Penduduk Indonesia saat ini masih banyak yang menggunakan jenis kendaraan yang tidak sesuai dengan penggunaan BBM berkualitas dengan kadar oktan (Research Octane Number/RON) tinggi. Ini jadi tantangan kita bersama – Faisal Basri, Pengamat Ekonomi.

PLB sebenarnya sudah dicanangkan KLHK bersamaan dengan Program BBM Ramah Lingkungan, sejak 1996. Kini, saatnya kembali komit dan konsisten menjalankan dua program ini – Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI
Ramon Tungka - Sopir Angkot adalah influencer yang efisien. SS Talkshow

Manfaat BBM Ramah Lingkungan, baik dari sisi fungsinya merawat mesin dan hemat, paling tepat disuarakan oleh para sopir angkot. Mereka lah yang merasakan langsung dua manfaat tersebut, sehingga tanpa diminta sekali pun, mereka bisa mengajak masyarakat lain untuk menggunakan BBM Ramah Lingkungan – Ramon Tungka, Aktor dan Aktivis

PT Pertamina mungkin bisa membuat program harga diskon atau promo menarik yang menyasar para ibu rumah tangga. Umumnya, jenis promosi begini jauh lebih disukai para ibu-ibu. Satu catatan penting lain, harus berani menghapus total Premium. BBM Ramah Lingkungan akan sulit diterima, jika masih ada Premium yang termurah dan akrab dengan masyarakat. Ketegasan ini perlu, meniru berhasilnya kita di masa konversi minyak tanah ke tabung gas dulu. Dimana masyarakat akhirnya benar-benar menggunakan tabung gas, karena minyak tanah sudah tidak tersedia – Leoni Agustina, MC dan Former Presenter Trans7
Program Langit Biru tidak bisa disukseskan satu pihak saja, Ratna - KLHK. SS Talkshow

YLKI biasanya eksis kampanyekan kemudahan-kemudahan serta detail harga BBM Ramah Lingkungan dari PLB Pertamina. Namun, belum ada lembaga khusus yang mengkampanyekan detail manfaat dari penggunaan BBM Ramah Lingkungan ini – Thamzil Tahir, Redaktur Tribunnews Makassar

Saya bermimpi, ada hari dimana Jakarta akhirnya bisa memiliki lagi langit biru. Kami di Papua, tentu harus bersyukur, bahwa langit dan udara kami masih bersih – Yewen Papua, Komika Nasional
KBR yang juga aktif dengan progra-program terkait isu lingkungan. SS Talkshow

Sosialisasi dan Edukasi juga penting menyasar generasi millennial. Namun, bahasanya juga sebaiknya mengikuti gaya bahasa mereka. Istilah-istilah teknis di issu BBM Ramah Lingkungan bisa disederhanakan, sehingga ketika generasi millennial memahami dengan baik, efek massif sosialisasi bisa makin tepat sasaran – Adhy Bassi Toaya, Content Creator.
Komitmen, Konsistensi, Sosialisasi & Edukasi serta Kolaborasi, dukungan bagi PLG wujudkan Paris Protocol di 2050.

Beragamnya himbauan, pandangan dan anjuran di atas menunjukkan dukungan aktif masyarakat umum. Bahwa sosialisasi dan edukasi PLB Pertamina membutuhkan Komitmen, Konsistensi, Sosialisasi serta Edukasi, dan Kolaborasi - Peran Aktif semua unsur masyarakat. Kembali, karena udara bersih dan langit biru, adalah hak dasar setiap individu di masyarakat. Rakyat Indonesia, kecil besar, tua muda, sekarang, sampai di sekian generasi mendatang.

Indonesia Indah Bersama Program Langit Biru


Udara bersih dan langit biru, juga jaminan kita bisa selalu dapatkan momen senja secantik di Pantai Pandanan, Lombok, ini. Dokpri

Nadine Chandrawinata, Olga Lydia, Nugie dan Ramon Tungka, empat selebriti, aktivis, influencer, tokoh unik di bidangnya masing-masing, telah turut mensosialisasikan PLB Pertamina. Peer panjang dua program baik, kini bisa kita mulai bersama lagi. Siapapun kita, bisa kembali bersepakat. Kebijakan-kebijakan, program-program baik, telah dicanangkan pemerintah. Pada gilirannya kita sendiri, masyarakat pengguna langsung BBM, bisa turut berperan. Minimal, mulai mengurangi penggunaan BBM berkadar oktan tinggi. Sehingga reduksi emisi yang ditargetkan di 2050 nanti, perlahan bisa kita capai bersama.

Udara bersih, langit biru, dua kekayaan alami Indonesia. Sudah sewajarnya kita aktif menjaga. Kita memulai di Indonesia, semoga kemudian jadi barisan besar generasi yang sayang bumi.

20 Comments

  1. Jadi ingat langit di Jakarta saat lockdown mulai digalakkan 1 tahun lalu, langit yang biasanya mendung kelabu, seperti mau hujan tapi bukan hampir setiap saat, setiap hari, tiba-tiba berubahhh menjadi biru putih yang amazing seperti di Lombok biasanya.
    yang ternyata langit kelabu itu dikarenakan asap motor yang 24 jam tidak pernah berhenti di Jakarta. (Jakarta kan tidak pernah tidur) hehe...
    tapi setelah Lockdown, semua mobil parkir, angkot tidak jalan, bis kota istirahat... langitnya kembali sehat...
    Ternyata memang manusialah perusak alam... padahal alam selalu memberikan manfaatnya...
    Ibarat orang baik dan sabar yang selalu disakiti, begitu juga dengan alam...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata bumi memang butuh banyak istirahat dr semburan emisi gas karbon ya

      Asyik dong, bisa ketemu dg birunya langit di Jakarta

      Delete
  2. Ini keren banget, sebagai pengusaha Transportasi sangat mengedukasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tampiasih mbak Yogie. Semoga usaha transportasinya sukses selalu dan komit pakai bbm ramah lingkungan ya

      Delete
  3. Yep setuju, pemerintah sudah mengupayakan beberapa cara dan menetapkan kebijakan-kebijakan untuk mengontrol pencemaran udara oleh emisi gas karbon, sekarang tugas kita sebagai masyarakat dan akademisi untuk menyebarkan luaskan informasi dan ikut pro-aktif mengurangi jejak karbon yang kita buat sendiri 👍👍👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banget Win. Program baik begini memang butuh komitmen dan konsistensi banyak pihak

      Delete
  4. Semoga program ini sukses dan dapat dirasakan manfaatnya di penjuru negeri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya Allah. Thanks doa baiknya Lina ^^

      Delete
  5. Kerrenn, bumi saat ini memang sedang butuh istirahat, semoga program langit Biru ini bisa berjalan Dan membantu bumi sedikit pulih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat banget mister. Indonesia pun jadi makin indah karena nemu langit birunya bisa dimana-mana

      Delete
  6. Betul Bumi dan langit hendaknya kita mulai menjaganya dari polusi dan pengerusakan.

    ReplyDelete
  7. Smoga programnya sukses ya mbak... aku sebagai masyarakat pada umumnya sangat mendukung,bahkan ingin turut berperan serta mensukseskannya.

    ReplyDelete
  8. Smoga programnya sukses mbak. Sy sebagai masyarakat pada umumnya sangat mendukung & ikut mensukseskan PLB ini.

    ReplyDelete
  9. Harus lebih luas disosialisasikan ke masyarakat nih bun. Jadi tau apa perbedaan BBM yg tersedia saat ini dan pengaruhnya buat bumi

    ReplyDelete
  10. langit nan biru memang sangat indah ya mba, bikin jiwa makin tenaaang rasanya. semoga langit Indonesia bersih nan biru bebas polusi ya.. aamiin..

    ReplyDelete
  11. Insya Allah kalau semua lapisan masyarakat mendukung penggunaan BBM beroktan rendah, misi ini bisa tercapai ya. Nah, tinggal bagaimana sekarang nih tanggapan masyarakat.

    ReplyDelete
  12. Harus banyak sosialisasi kampanye ini biar makin banyak yang sadar pentingnya menjaga lingkungan hidup bersama-sama salah satunya beli bbm yang ramah lingkungan

    ReplyDelete
  13. Barakallah publik figur banyak yang peduli ya Bunsal jadi hepi. Yuk kita bareng bareng menjadi bumi dan langit bersama

    ReplyDelete
  14. Mungkin kalo transportasi masal sudah mampu memenuhi kebutuhan warga, bisa saja penggunaan mobil atau motor pribadi bisa berkurang. Otomatis langit bisa bebas dari polusi

    ReplyDelete
  15. Program ini tak akan berhasil jika tidak ada sinergi antara pemangku kebijakan, aktivis dan masyarakat umum. Edukasi kepada masyarakat umum harus dilakukan secara terus menerus agar mereka sadar untuk ikut berperan serta dalam mewujudkan langit biru di negeri kita tercinta ini

    ReplyDelete