Memburu Siluet Rinjani di Hotel Nusantara Sembalun

Di penghujung April lalu, saya beruntung dapatkan kesempatan lakukan family trip bersama beberapa teman blogger Lombok serta beberapa kawan dari agen tour dan travel di Lombok. Trip ini digagas GIZ Indonesia bersama Geo Wisata Sembalun.

Berangkat Jumat siang 28 April dari kota Mataram, trip berakhir di Sabtu siang.

Hotel & Resto Nusantara di Sembalun Lombok Timur. Dokpri
Lima objek kunjungan dalam trip sehari semalam tersebut semakin membuka magnet baru desa wisata Sembalun yang sejak lama eksis di memori saya sebagai salah satu pintu utama pendakian Gunung Rinjani 3726 mdpl.
Perjalanan sekitar dua jam dari kota Mataram, saya masih belum paham akan diinapkan di mana. Kunjungan ke Rumah Baca, sesap kopi hitam Sajang Sembalun dan diskusi intens bersama kawan-kawan dari berbagai komunitas yang lantas menggabungkan diri ke Geo Wisata Sembalun membuat saya abai tentang bayangan pagi indah esok pagi.

Alhamdulillah ya, masih berjodoh dengan Rinjani. Walau cuma pandangi siluetnya saja. Dokpri
Bahkan, sampai akhirnya masuk ke salah satu kamar dari sekitar 12 kamar di Hotel Nusantara, saya masih juga abai bahwa esok pagi akan begitu indah oleh siluet Rinjani yang cantik.

Berada persis di samping kiri gerbang pintu pendakian Rinjani, atau bersebelahan dengan pos 1 Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Pos wajib pertama yang didatangi kelompok pendaki untuk tiket masuk serta pengisian buku pendaki.

Halaman depan hotel cantik ini luas dan sungguh lapang. Sangat melegakan bagi para pengendara mobil pun motor, pun juga pemotret amatir seperti saya. Banyak sekali sudut foto yang terbuka dan mengundang untuk segera dibidik.

Restaurant dengan tiang berlapis keramik gelap serta deretan meja dan kursi kayu berwarna coklat terang menjadi bangunan pertama selepas masuki pintu masuk hotel. Memastikan para tamu yang menginap tetap nyaman serta jauh dari keramaian tamu lain yang sekadar ingin makan siang atau makan malam di resto. 

Pandangi Rinjani di setiap momen santap. Dokpri
Di samping kiri belakang bangunan resto dua lantai, berjejer kamar-kamar dengan nuansa kayu coklat gelap. Terasa hangat meski belum masuki kamar dan bergelung dibalik selimut tebalnya. Satu kursi kayu dengan dudukan busa tebal, set meja dan kursi kayu dengan cermin besar menjadi furniture utama selain satu bed master king. Kamar mandi dilengkapi shower dan wastafel air panas. Perfect! Udara Sembalun yang default terasa dingin dibanding cuaca panas konsisten di kota Selong Lombok Timur --kota tempat tinggal saya sekarang-- bisa tertakar dengan berlama-lama siram tubuh di siraman air hangat dari shower.

Deretan kamar Hotel & Resto Nusantara desa Sembalun Lombok Timur. Dokpri

Resto 2 lantai, kolam dan deretan kamar. Dokpri
Yang menarik, owner hotel Pak Hugeng berkenan menjelaskan langsung beberapa kelebihan yang sengaja disertakan atau ditambahkan di Hotel dan Resto Nusantara ini. Pertama, spot ini ramah kaum difabel atau tamu sepuh yang menggunakan kursi roda. Jalur kursi roda dibuat mulai dari pintu masuk restoran sampai ke 4 unit kamar terdepan.

Upload foto ke IG dari PC? Bisa! : Pakai Gramblr saja!! Intip caranya yuk..

Diletakkan di masing-masing samping kamar, momen berlibur bersama akan lengkap dengan kehadiran para oma dan opa. Kedua, pintu penghubung pun pembatas slide door dari kayu di teras kamar, diniatkan agar para tamu yang berlibur bersama keluarga besar memiliki ruang yang lebih lapang.

Trek kursi roda di samping kamar. Dokpri

View cantik Rinjani dari teras kamar. Dokpri
Menu-menu makanan di Resto Nusantara umumnya masakan Indonesia. Berbagai variasi nasi goreng, olahan serba mi, makanan-makanan khas Lombok dan berbagai topping pancake untuk cemilan atau sarapan pagi. 

Semangat bangun pagi demi sliuet Rinjani nan cantik. Dokpri
Saat menginap, beberapa spot pendukung lain masih sedang disempurnakan. Satu kolam renang (brrrr, berenang di Sembalun?), satu kandang dari sepasang rusa yang akan segera didatangkan, kids play ground di samping kolam serta beberapa kamar sederhana di ujung belakang hotel untuk para tamu backpacker.

Bagi saya, salah satu yang paling menarik tentu saja saat memandangi rombongan para pendaki di atas bak pick up ke arah jalur pendakian Rinjani saat sarapan pagi di resto. Wah, hemat waktu dua jam nih. Jalur yang dulunya harus ditempuh dengan berjalan kaki kini berubah beraspal mulus dan menjadi lahan rezeki baru para pemilik kendaraan pick up. Dus ya itu tadi, hemat dua jam jalan kaki bagi para pendaki. Hiks, kapan ya saya merasakan pengalaman sama begitu?

Tertarik dapatkan kesempatan pagi cantik yang sama seperti trip saya ini? Japri yaaa untuk detail rate kamar, atau kontak kawan-kawan Geo Wisata Sembalun untuk rangkaian trip wisata lainnya selama menginap di Hotel & Resto Nusantara.

Sssttt, sekarang Sembalun tak selalu harus mendaki Rinjani. Yay..

5 comments:

  1. Bagus banget ya Rinjani mbak nanik 😊, pengen kesana jadinya 😊

    ReplyDelete
  2. Tulisannya masih tentang Rinjani ternyata. Terus terang selama di Lombok, saya tak pernah menaiki Rinjani. Semoga tahun ini kesampaian.

    ReplyDelete
  3. wahahaha kereeen...! tulisannya jadi bikin ane meriang nih ^_^
    soalnya walaupun ane orang lombok asli tapi lom pernah naik rinjani (duh.. malu)
    semoga taun ini bisa kesampean

    ReplyDelete
  4. Bro Iqbal : Tampiasih, alhamdulillah.

    MBak +VitaPuspitasari : Iya mbak Vita..Yuk, kita bareng2 kesananya.

    Bro +ImronFhatoni: Iya, kebetulan koleksi foto dokpri sedang banyak ttg Rinjani. Semoga bisa segera berkesempatan mendaki Rinjani yaaa. Trip santai saja.

    Bro +Alfian: Nah tuh, bareng ma kk Imron Fhatoni sajaaaa... Atau ngajak ayahnya Rani? *eh,lho :))

    ReplyDelete