Keandalan Transportasi Perkuat Ekonomi dan Pariwisata Lombok

Indonesia menjadi salah satu tujuan wisata terbaik di dunia. Hal ini bukan tanpa alasan, dengan jutaan keindahan di setiap daerahnya menjadikan wisatawan lokal maupun mancanegara berbondong-bondong mengunjunginya tiap tahun. Hal ini dimungkinkan berkat kelengkapan moda transportasi. Baik transportasi udara, laut dan darat.

Lebih jauh, infrastruktur transportasi ini, meluas ke Daerah 3TP (Terluar, Terdepan, Tertinggal dan Perbatasan). Seperti data yang dicantumkan Kementerian Perhubungan, di salah satu akun official sosial medianya.

Data ini menyebutkan, '18 rute tol laut dengan tujuan menekan disparitas harga di Indonesia Timur; 891 trayek angkutan perintis (angkutan jalan, SDP, KA , laut dan udara); dan pembangunan serta pengembangan 131 bandara di daerah rawan bencana, perbatasan dan terisolir.' Bentuk keseriusan dan program kongkrit pemerintah, menyiapkan serta menyediakan infrastruktur transportasi lengkap.



Selamat siang #KawulaModa, dalam kurun waktu 5 tahun ini, Kemenhub melakukan pembangunan infrastruktur transportasi dengan pendekatan Indonesia Sentris untuk membuka keterisolasian, yaitu dengan memberikan dukungan aksesibilitas terhadap Daerah 3TP (Terluar, Terdepan, Tertinggal dan Perbatasan). Diantaranya melalui: penyediaan prasarana yaitu 18 rute tol laut dengan tujuan menekan disparitas harga di Indonesia Timur; 891 trayek angkutan perintis (angkutan jalan, SDP, KA , laut dan udara); dan pembangunan serta pengembangan 131 bandara di daerah rawan bencana, perbatasan dan terisolir. Dalam lima tahun ini sudah ada 18 rute tol laut, untuk menekan disparitas harga. 891 angkutan perintis di darat, kereta api, laut dan udara. Program Jembatan Udara untuk meningkatkan konektivitas logistik dengan menyediakan 39 rute yang dilayani sampai ke daerah 3TP untuk pemerataan serta kesenjangan ekonomi. Dukungan infrastruktur transportasi atas pengembangan kawasan wisata dengan penyediaan akses transportasi dari dan menuju kawasan wisata, baik sarana maupun prasarana pendukung.Telah banyak capaian yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan baik itu di sektor transportasi darat, laut, udara maupun kereta api. #PenghubungIndonesia
Sebuah kiriman dibagikan oleh Kemenhub 151 (@kemenhub151) pada

Di sisi lain, data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan angka yang signifikan pada peningkatan jumlah pengunjung wisatawan mancanegara pada 2018, yakni sebanyak 15,81 juta orang. Tahun ini pemerintah menargetkan kunjungan wisman mencapai 18 juta orang dan hingga saat ini telah mengalami kenaikan sebesar 2,67 persen, atau jumlah wisman yang telah berkunjung pada 2019 sebanyak 10,87 juta orang.

Dokpri - Sunrise Gili Sulat dan Gili Lawang, Lombok Timur. Nyaman diakses berkat eksisnya transportasi darat
Pencapaian yang signifikan ini patut diapresiasi dan dibanggakan. Peran penting dari pesatnya pembangunan infrastruktur dan akses transportasi dari dan menuju ke tempat wisata, bahkan sangat bisa memajukan sektor industri. Berangkat dari alasan tersebut, transportasi menjadi bagian tak terpisahkan dari kemajuan bangsa dan negara. Dalam lima tahun terakhir, transportasi Indonesia mengalami perubahan yang sangat signifikan dalam memajukan sektor pariwisata. 

Transportasi Memajukan Ekonomi dan Pariwisata Lombok 


Salah satu destinasi wisata populer Indonesia, dengan kekayaan alam dan lautnya yang luar biasa adalah pulau Lombok. Pulau terbesar kedua dari provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, bahkan telah eksis pula menjadi destinasi wisata halal. Pulau yang dikenal sebagai ‘Pulau Seribu Masjid’ ini telah menjadi langganan destinasi wisata favorit dunia sejak 2015 lalu.

Dokpri - Layang Hias Burung Hantu, Juara 1 Lomba Layang Hias di Ultah ke-74 kabupaten Lombok Tengah (Oktober 2019)
Dokpri - Akses Jalan Nyaman di Desa Tradisional Sade, Lombok Tengah.
Potensi luar biasa Lombok ini menjadi perhatian khusus dari pemerintah dalam hal transportasi. Disamping penetapan Teluk Kuta sebagai 10 destinasi prioritas di pemerintahan Presiden Jokowi -- (masa pemerintahan tahun 2005 sampai tahun 2019), yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, semua sisi transportasi dibenahi. Mulai dari udara, laut serta transportasi darat. 

Transportasi Udara Lombok 


Pada 2011 lalu, Bandara International Lombok (BIL) resmi dibuka untuk menggantikan fungsi Bandara Selaparang Mataram. Ibukota propinsi NTB. Pemindahan lokasi ke kabupaten Lombok Tengah (Loteng), justru semakin menghidupkan potensi ekonomi di sepanjang jalur. Menuju dan ke BIL, antar ibukota propinsi dan daerah-daerah di Loteng. Hal ini juga menandakan dibukanya rute penerbangan domestik maupun internasional dari dan menuju pulau Lombok secara resmi.

Dokpri - Bandara lebar memungkinkan maskapai dengan armada besar siap melayani.
Selang tujuh tahun, tepatnya di awal Mei 2018, maskapai penerbangan AirAsia secara resmi membuka pusat operasi (hub) terbarunya di Lombok, sekaligus menjadi hub ke-5 maskapai tersebut di Indonesia. Maskapai ini menyediakan penerbangan langsung domestik dan internasional. 

Transportasi Laut Lombok 


Selain pengembangan transportasi udara, Lombok juga telah secara resmi membuka rute transportasi laut, yakni penyeberangan antar pulau. Pada Desember 2016 lalu, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi menyatakan pengoperasian perdana layanan feri jarak jauh lintas Surabaya – Lombok dan Lombok – Surabaya.

Dokpri - Pelabuhan Laut Kayangan, Lombok Timur.
Dokpri - Meski akses jalan masih terbatas, keindahan Mantar di Sumbawa Barat tetap menarik pengunjung.
Pembukaan jalur transportasi laut jarak jauh ini telah membuka gerbang masuknya wisatawan lokal dan mancanegara melalui layanan transportasi yang lebih ekonomis antar kedua pulau. Dengan dibukanya penyeberangan ini, masyarakat bisa menikmati perjalanan dengan fasilitas lengkap KMP Legundi dengan harga yang lebih hemat daripada biaya perjalanan darat.

Tarian Tradisional Sumbawa di Bukit Mantar. Magnet lain wisatawan. Cred. IG @pantankpulang
Dokpri - Pesona pemandangan indah Mantar - Sumbawa, bisa diakses berkat transportasi lengkap Lombok - Sumbawa, pp.
Manfaat langsung yang bisa dirasakan oleh masyarakat dengan ditingkatkannya dua jenis transportasi tersebut di pulau Lombok adalah meningkatnya perekonomian daerah. Angka kunjungan wisatawan mancanegara menurut data BPS sejak Januari hingga Agustus 2018, yakni mencapai 10,58 juta orang atau naik 12,30 persen dari tahun sebelumnya. Namun, pasca dilanda gempa pada awal Agustus terjadi penurunan angka kunjungan sebanyak 5,71 persen. 

Transportasi Darat Lombok 


Peran transportasi dalam mengatasi masalah perekonomian wisata Lombok sangat penting. Pasca satu tahun terjadinya gempa, pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata mulai menunjukkan peningkatan. Hal ini ditandai dengan digencarkannya pembangunan sirkuit MotoGP dan hotel di Mandalika, sejak diresmikan pada 2017 lalu. Selain itu, Kementerian PUPR telah menyiapkan rencana pembangunan jalur transportasi yang menghubungkan Bandara Internasional Lombok menuju Kuta Mandalika pada 2020 mendatang. 

Dokpri - Senja di sisi timur laut Lombok, bisa dinikmati berkat transportasi darat yang mendukung.
Dokpri - Engkel, moda transportasi darat publik di Lombok. Serta ruas jalan raya hotmix dan lebar di jalur propinsi.
Peningkatan kualitas layanan dan fasilitas transportasi di daerah wisata pulau Lombok telah memberikan dampak besar dalam membantu perbaikan perekonomian daerah. Diharapkan masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi dalam usaha menjaga dan memelihara fasilitas yang telah disediakan, khususnya para pelaku wisata di Lombok. Dengan demikian, impian menjadi tuan rumah dari perhelatan balapan MotoGP pada 2021 mendatang bisa terwujud sesuai harapan banyak pihak. 

Signifikansi Transportasi Untuk Optimasi Ekonomi dan Pariwisata 


Pengembangan massif tiga komponen utama transportasi di Lombok, berkaitan erat dengan semakin meningkatnya kesejateraan masyarakat Lombok sendiri. Baik itu dari sisi ekonomi, juga di dunia pariwisata. Kenyamanan jalur-jalur transportasi, bahkan mempermudah akses ke destinasi-destinasi wisata lainnya. Destinasi yang sebelumnya tidak bisa didatangi, terutama karena akses jalan yang minim. 

Misalnya, pantai Semeti di Lombok Tengah. Pantai dengan pemandangan unik berupa bebatuan alam serupa planet Kryptonite di film superhero Superman, kini mulai terbuka berkat akses jalan darat yang baik. Empat peserta seminar nasional yang diadakan kampus Universitas Mataram di pekan ke-2 Oktober lalu, sangat bahagia menceritakan betapa mereka bisa mendatangi Pantai Semeti. Ibu Lusy dan tiga temannya dari Malang, Jawa Timur, lebih menyukai destinasi wisata anti-mainstream. Namun juga tetap berharap, akses jalan darat menuju destinasi wisata ini, bisa lebih baik dan lebih nyaman.

Mbak Lusy dari Malang, bahagia bisa berkunjung ke Pantai Semeti, Lombok Tengah. Cred. IG @lusyasaa
Pesona unik Pantai Semeti Lombok, memikat mbak Lusy dari kota Malang - Jawa Timur. Cred. IG @lusyasaa
Ketika satu destinasi wisata semakin sering dikunjungi wisatawan, potensi ekonomi masyarakat di sekitar lokasi wisata itu pun bisa terangkat. Minimal, kios-kios kecil yang menjual snack atau minuman, akan mendapatkan kesempatan dibeli oleh para wisatawan ini. Satu relasi yang seringkali terjadi, ketika dasar 3 A (Akses, Amenitas dan Atraksi) dari satu destinasi wisata, terlengkapi dengan baik. Terutama, di bagian Akses, atau kelengkapan transportasinya. 

Contoh nyata, ketika liputan event Lomba Layang Hias yang diadakan di Pantai Tanjung Aan pada Minggu 20 Oktober lalu. Saya berangkat dari kota Selong, di Lombok Timur, melalui jalur selatan. Lintas dua kabupaten (Lombok Timur ke Lombok Tengah), saya melalui sekitar tujuh wilayah kecamatan. Empat kecamatan di sisi timur Lombok dan tiga sisanya di bagian tengah. Jalur darat ini sudah sangat mulus. Aspal hotmix, lebar dan penanda jalan yang cukup lengkap. Saya bahkan selalu menyempatkan diri, sejenak ngopi di salah satu warung, di dekat kompleks Dermaga Teluk Awang Lombok Tengah.

Dokpri -Pesona keindahan pantai selatan Lombok, membuat rela motoran lintas darat antar kabupaten.
Jika cara sama dilakukan lebih banyak lagi wisatawan, hanya tinggal menunggu waktu, jalur-jalur darat ini ekonominya akan semakin membaik. Warung-warung kecil akan semakin bertambah. Bahkan mungkin spot-spot kuliner franchise pun akan tertarik berekspansi ke wilayah-wilayah ini. 

Sebagian dari banyak contoh nyata lainnya, bagaimana keandalan transportasi bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Di lain sisi, juga mengoptimalkan pengembangan pariwisata suatu daerah. 

Lombok, pantai Semeti, Mantar di Sumbawa Barat, hanya tiga dari ribuan destinasi wisata Indonesia. Destinasi-destinasi yang jika transportasi udara, laut serta daratnya membaik, taraf ekonomi masyarakat di sekitar lokasi tersebut pun, potensial berkembang optimal. Tentu jadi beralasan, jika kita sama berucap, ‘Jaya terus transportasi dan wisata Indonesia’!

10 comments:

  1. Memang sarana transportasi bisa bikin maju pariwisata di suatu daerah ya mbak. Salut deh buat kemenhub yang dalam 5 tahun ini semakin baik kinerjanya

    ReplyDelete
  2. Wuih, ada ribuan tempat wisata, ya. Setuju banget, tapi sekarang sudah lumayan banyak ya transportasinya dan semoga makin mudah lagi bagi pengunjung untuk ke depannya

    ReplyDelete
  3. Ya Allah, mba...foto2mu indah sekali..! Sangat mengundang! Doakan aku bisa segera menikmati langsung keindahannya ya... Dan semoga akses ke tempat2 wisatanya makin muluuuus...

    ReplyDelete
  4. Wah, hebat y Lombok mau jd tuan rmh moto GP th 2021

    ReplyDelete
  5. Konsep Indonesia sentris yang diterapkan oleh pemerintah memang mendongkrak berbagai kualitas pembangunan, tak terkecuali di bidang perhubungan ini. Tol laut dan Trans Jawa tuh menurutku paling fenomenal. Makin mudah saja kita kemana-mana dengan pencapaian hasil dari peningkatan kualitas pembangunan di sisi transportasi.

    ReplyDelete
  6. Lombok ini beneran punya banyak hidden gems yg kudu dijelajahi yaa...tentunya dgn dukungan transportasi yg memadai wisatawan bakal lebih mudah menemukan hidden gems ini

    ReplyDelete
  7. Membayangkan kalao semua sudah terhubung tol trans jawa, tol laut, dan sarana transportasi lainnya bakalan makin semarak ya mbak pariwisata kita

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah ya, pasca bencana Lombok segera berbenah? Semoga pariwisata di Lombok makin pesat perkembangannya

    ReplyDelete
  9. Tambah keren sekali lonbok ini ya. Jadi pengin perrgi jalan jalan ke Lombok lagi.

    ReplyDelete
  10. Iyaa,, aku kalo piknik selalu cek ricek sistem transportasi di destinasi tujuan. Apalagi aku seringnya travelling mandiri, nggak pake tour, jadi sistem transportasi publik yg mumpuni, seperti di Lombok sangat membantu.

    ReplyDelete