Kecantikan, kepintaran, dua unsur yang bisa disebut tersedia lengkap di sosok seorang Dokter Reisa Broto Asmoro. Dua sisi yang membuatnya menjadi Puteri Indonesia Lingkungan tahun 2010, juga eksis di berbagai talkshow TV bertema kesehatan setelahnya. 

Pertengahan Juni, nama Dokter Reisa semakin mengemuka. Tim satuan tugas Covid-19 bentukan pemerintah, dikabarkan menjadikannya sebagai juru bicara. Banyak pendapat menyebutkan, sisi cantik dan kepintaran Reisa, akan membuat masyarakat mengupdate informasi terkait Corono dengan cara berbeda. 

Masker kain atau Face Shield kini menjadi kelengkapan outfit harian

Di sisi lain, keberadaan Reisa di Tim Satgas Covid-19, juga menebalkan harapan baru. Harapan baru para pendukung yang menyetujui berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) -- yang telah diberlakukan sejak awal Maret lalu, juga penanda dari keharusan hidup berdampingan dengan Corona. Atau, menerima ‘keberadaan’ Corona, seperti sudah terbiasanya kita dengan virus flu. Sering pula disebut sebagai era ‘New Normal Life’

New Normal Life Itu Seperti Apa? 

Selang sebulan, Reisa pun kerap mengingatkan netizen, tips ringan melaksanakan New Normal Life. Menurut Reisa, kehidupan cara baru ini lebih pada penekanan pola hidup sehat. Utamanya standar-standar protokol kesehatan yang disarankan pemerintah, baik selama pandemi maupun saat PSBB selesai. 

Tiga standar protokol kesehatan yang sering disebut Reisa, bahkan telah menjadi kebiasaan baru masyarakat umum yaitu memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Ketiganya kini mudah ditemui dimanapun. Di tempat-tempat umum, seperti pusat-pusat keramaian. Rumah-rumah ibadah, sekolah-sekolah, lokasi-lokasi Car Free Day. 

Tiga kebiasaan ini pula yang selalu saya lakukan, bahkan hampir setiap saat. Kecuali cuci tangan, telah menjadi kebiasaan saya jauh sebelum pandemi terjadi. Namun tetap membutuhkan usaha yang ekstra untuk juga menjadikan ini kebiasaan baru di keluarga kecil saya. Sebelumnya, anak-anak saya sudah paham bahwa mencuci tangan dengan sabun 2 kali lebih sering dari biasanya akan membantu mereka lebih cepat sembuh dari virus flu. 

Di masa pandemi, juga ketika kemudian Covid-19 disebutkan merupakan satu strain virus flu, -- sugesti efek baik dari kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, sangat membantu kami sekeluarga tetap bersemangat menjalani PSBB. Utamanya, semangat tetap sehat, pun berpikiran positif untuk selalu merasa sehat. 

Masker kain senada warna kerudung, outfit wajib di lemari


Yang perlu ditambahkan, seperti juga saran Reisa, membiasakan memakai masker dan menjaga jarak dengan orang lain saat berada di luar rumah. Salwaa, putri sulung saya, syukurnya sudah terbiasa mengenakan masker. Tinggal Yusuf Alfairuz, yang masih harus sering diingatkan. Yusuf sering mengeluh, ia kesulitan bernafas jika terus menerus kenakan masker. Hmmm, mungkin karena memang Yusuf berhidung pesek, sugesti ‘bekapan’ kain masker, dirasainya menyulitkan bernafas. 

Kembali ke si cantik Reisa, memang sudah saatnya banyak sosok semacamnya hadir, serta sering-sering mengingatkan masyarakat tentang standar protokol kesehatan terkait covid-19. Himbauan terus menerus seperti ini, tentu dengan harapan, akhirnya kita sampai pada hari, dimana kurva grafik yang positif Covid-19 terus menurun. Semakin bersyukur lagi jika akhirnya bisa benar-benar berhenti. Semoga

0 Comments