Halo lagi travellers. Sebagian kita rasanya sudah membayar rindu nge-trip ya. Tentu tanpa lupa dan komit wajib menerapkan protkes yang 5M. Sebagian besar yang lain, masih memilih untuk lebih banyak tinggal di rumah dulu saja. Walau pastinya juga tetap sibuk dengan banyak aktivitas. Terutama aktivitas online seperti virtual tour, webinar-webinar dan banyak lagi lainnya.

Nah, kalau saya, sesekali akhirnya beneran ikut ngetrip. Malah sudah mulai dari tahun lalu. Terbanyak si ya karena ‘tugas negara’. Alias liputan event-event pariwisata, sekaligus melipir ke spot wisata dari lokasi liputan. Salah satu dari sekian banyak momen liputan tersebut, desa wisata masih menjadi favorit trip saya. Intip yuk, kenapa jadi favorit.

Taman bawah laut Sugian, ada Edelweiss dan bunga Rosella? Cred. Desa Wisata Sugian, Lombok Timur

Desa Wisata Destinasi Favorit Karena Unik


Iyap, sisi unik. Inilah yang kerap membuat saya lebih bersemangat, jika ada liputan event ke desa wisata. Hmmm, nanti bakal ngerasain kuliner baru apa nih? Bahasanya sama atau benar-benar berbeda dengan Bahasa Ibu saya? Adat istiadat dan budayanya seperti apa? Sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang langsung penuh di kepala, ketika sedang bersiap melakukan trip.

Di Lombok sendiri, meski Bahasa Ibu umumnya adalah Bahasa Sasak, nyatanya masih banyak juga jenis bahasa yang berbeda. Apalagi kalau sudah lintas kabupaten. Jadi, kadang, keunikan bahasa pun menjadi daya tarik tersendiri, yang membuat saya makin hobi eksplor desa wisata.

Spot hobiis mancing. Laut sebening kaca dan siluet Rinjani di sisi barat. Cred. IG RintoSetiya
Masih di Sugian, Taman Bawah Laut, Mangrove dan Gunung Rinjani yang gagah. Dokpri
Taman laut Sugian, bisa dinikmati dari atas perahu. Dokpri

Belum lagi kalau ketambahan ada kuliner khasnya. Ah, makin serasa di sisi baru surga dunia. Beberapa yang lekat di ingatan saya; sate puntik batu dan Ayam Merangkat di desa wisata Bonjeruk Permai, sate Ikan Keluyu di desa wisata Bilelando. Kuliner unik lezat lainnya, ada bakso rumput laut di desa wisata Bilebante atau Pasar Pancingan. Tiga desa wisata ini berada di kabupaten Lombok Tengah. Minuman aren khas (air nira) di desa wisata Kerujuk, serta olahan serba ikan di desa wisata Sugian. Yang dua ini, ada di Lombok Utara dan Lombok Timur. Hal-hal unik, yang membuat selalu mau kembali dan kembali berkunjung.

Pesona Alam Yang Juga Khas di Desa Wisata


Alasan utama berikutnya, tentu saja pesona keindahan alam dari masing-masing desa wisata itu sendiri. Apapun konsepnya, saya pribadi, lebih mudah jatuh cinta pada yang serba alami. Kalaupun ada spot-spot artifisial, penggunaan bahan serba alami rasanya masih acceptable. Misal, spot-spot rumah pohon. Bahan utama dari kayu atau bambo, tentu tidak mengurangi pesona alami asli dari pemandangan di desa tersebut. Walau mungkin harus dilengkapi pengaman dengan ikatan dari tali yang terbuat baja, menurut saya, justru akan memberikan rasa aman ekstra. Utamanya bagi tamu atau wisatawan yang memiliki standar keamanan tinggi di setiap trip wisata mereka.

Iya, saya pernah ada pengalaman menarik terkait ini. Tamu wisata saya, berkeras tidak mengijinkan putra-putrinya menaiki rumah pohon. Menurut beliau, standar keamanan dari sekian banyak rumah pohon masih kurang. Pertimbangan yang beralasan baik kan ya? Namanya wisata, yang dicari adalah hiburan yang menyenangkan. Bukan yang bikin was-was. Setuju?

Sekarang, apa saja nih pesona keindahan alam yang mau saya bagikan di tulisan ini?

Pertama, pesona alam paket lengkap. Iyap, di Lombok, beberapa desa wisata memang memiliki potensi wisata serba lengkap. Mulai dari bawah laut, sampai puncak teratas gunung. Biasanya, desa-desa ini berada di pesisir dan dekat dengan barisan pegunungan Rinjani. Otomatis, kamu jadi bisa aktivitas di laut, juga puas dengan pemandangan gunung yang tak kalah cantik.

Warna-warni taman bawah laut, gradasi warna biru di laut serta pantainya, lengkap dengan gradasi hijau sampai siluet kebiruan Gunung Rinjani sebagai latar.

Ebatan, urap sayur khas ala Lombok. Sebagian desa wisata menyajikan ini sebagai kuliner khas mereka. Dokpri

Saya masih sangat terkesan, ketika akhirnya bertemu keluarga Nemo di Sugian. Sebelumnya, saya memburu Nemo di Pantai Pink - Labuan Bajo, Gili Nanggu, Tiga Gili Lombok (Trawangan, Air dan Meno), juga Gili Petelu - satu gili spot snorkeling di paket wisata Pantai Pink Lombok. Kenangan bersama Nemo-lah, salah satu alasan saya tak akan bosan datang kembali ke desa wisata Sugian.

Kedua, adat istiadat dan budaya yang khas. Sisi yang ini, kadang bisa berada di desa wisata di ketinggian tertentu. Misal, di kabupaten Lombok Timur dulu. Desa wisata ini diantaranya ada Tete Batu, Pringgasela, Suela (Sapit). Juga di desa-desa wisata pesisir di sepanjang garis pantai sisi timur Lombok. Kegiatan adat istiadat mereka pun khas. Biasanya berhubungan dengan sedekah bumi, acara adat untuk menyatakan rasa syukur kepada Tuhan, atas berhasilnya panen raya. Di ketinggian, panen raya hasil sawah atau kebun. Di desa pesisir, acara adat atas rasa syukur melimpahnya hasil laut.

Muara sungai dengan efek mirror siluet Gunung Rinjani. Satu sisi dari Makam Wali di desa wisata Sugian, referensi pilihan wisata religi di Lombok. Dokpri


Wisata sarapan dan kopi pagi di atas sampan. Ditemani pemandangan cantik taman bawah laut, cara unik nikmati waktu di desa wisata bahari (desa pesisir). Dokpri

Ketiga, keunikan lain yang hanya ada di desa wisata tersebut saja. Untuk yang ini, contoh yang bisa saya sebutkan cukup sedikit. Salah satu yang berkesan, desa wisata Suela. Di desa ini, kental dengan sejarah salah satu kerajaan suku Sasak, yaitu Kerajaan Selaparang. Contoh lainnya, desa wisata Senaru. Di sini, ada spot masjid tertua Lombok, serta pintu utama pendakian Gunung Rinjani. Bahkan, masih di desa ini, ada tiga spot air terjun dengan keunikan istimewa masing-masing. Dua desa ini, berada di Lombok Timur dan Lombok Utara.

Yang sekarang sedang saya gandrungi, volunteering sambil wisata. Kata lainnya, wisatawan sembari aktivitas volunteering. Kalau kata Pak Rifki, rekan Kompasianer yang juga penulis buku 'Cara Narsis Bisa Nulis', ia mendapatkan kesan super ekstra. Ketika tak hanya berwisata, tapi ada jejak positif lain yang bisa ditinggalkan di destinasi yang didatangi. Nah, kamu, ada yang juga tertarik ke desa wisata seperti saya? Ikutan juga volunteeringnya yaaa ^^


Nah, tiga keunikan di atas, mungkin berbeda bagi traveller lain. Namun, semoga tetap bisa menjadi referensi, terutama untuk yang setuju memasukkan desa wisata di daftar kunjung wisata. Wabilkhusus, saat datang ke Lombok. Happy travelling dan semangat jaga sehat ya




9 Comments

  1. Terima kasihmba Nanik sudah menuliskan keindahan Lombok ini.. Semoga ada waktu bagiku utk.bisa kembali ke sana..menyusuri banyak keindahan Lombok ini.. Aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sami-sami mbak Tanti. Dan semoga bisa meet up yaaa.

      Aamiin

      Delete
  2. Bakso Rumput Laut?

    Saya auto membayangkan rasanya yang gurih segar. Wahh jadi mau ikutan mencicipinya juga.

    Iya ya. Walau Lombok ini berbahasa Sasak, bahasanya berbeda setiap berpindah kabupaten. Saya yang lahir di Mataram, taunya yaaa begitu. Tapi tiap main ke rumah kakek di Gondang, beda lagi logatnya.

    Jadi ingin juga berkunjung ke desa wisata di Lombok. Tahunya saya hanya Sade saja.

    ReplyDelete
  3. Wohooo, jadi kangen traveling nih. Apalagi bisa sambil mengulik kisah sejarahnya ya Mba.

    ReplyDelete
  4. Waahh..jadi bikin kangen Lombok nih mbaaa. Udah lama banget gak ke sana, terakhir waktu jaman kuliah ada tugas ke sana. Duuh sekarang pasti tambah bagus yaa..pengen main ke desa-desa wisatanya lagi.

    ReplyDelete
  5. Rumah pohon, salah satu rumah impian nih buat anak-anak main..

    Membaca cerita mbak muslima membuat saya membayangkan ttg Lombok nih. Pernh ketemu jg sama anak lombok sana. Memang pemandangan yg bagus dan alami tetap yg terbaik yaa.

    Semoga kapan-kapan bisa juga kayak mba nih, jadi volunteer sekalian ngetrip. Seru banget pasti..

    ReplyDelete
  6. Baca tulisan ini seperti ikut ngetrip ke desa wisata di Lombok juga. Semoga suatu saat saya juga bisa menginjakkan kaki ke tempat indah ini, amiiin

    ReplyDelete
  7. Ya Allah mbak terima kasih sudah membuat artikel ini, rasa ingin travelling ke Lombok sedikit terobati. Bagus sekali foto-fotonya

    ReplyDelete
  8. Lombok ini salah satu destinasi wisata yang ingin aku ulangi lagi. Karena kenangannya masa dulu, saat aku SD, rasanya sudah memudar.
    Lautnya andalan banget yaa, kak... Ombaknya dan semuaaanyaa..

    ReplyDelete