Tutorial Blogging Asyik

Agustus rasa-rasanya selalu menjadi bulan tersibuk saya. Tahun lalu, sebulan penuh intens menjadi relawan gempa Lombok. Offline dan online. Donasi lintas komunitas menyebar, mulai dari ibukota Jakarta (mumpung belum pindah), Semarang, bahkan sampai ke Banten. 

Sebagian yang bisa saya sebutkan, lintas komunitas dengan PIC (Person In Contact) mbak Wardah Fajri – Blogger Crony Community. Lalu, ada mbak Nofhy Ika dan Ejie Belula, PIC lintas komunitas backpacker se-Indonesia. Donasi dari kota Semarang, donatur personal dan beberapa lembaga. Ada mbak Sri Subekti dan mbak Martha, yang pertama seorang Kompasianer dan yang kedua mom blogger Semarang. Untuk donatur personal, semoga menjadi ladang amal mereka semua, jadi sengaja tidak saya tuliskan di post ini.

Pengen Punya Koleksi Sticker Whatsapp Sendiri? Ini Cara Buatnya.




Sebelum melebar dari judul tulisan ini, mari review singkat Agustus saya di tahun ini. Di pekan pertama, tiga aktifitas offline sudah memadati. Ada Aksi Untuk Negeri dari salah satu prodi pascasarjana UI. Ada tiga hari trip, bersama tim Wardah Voluntourism Day (hari inspiratif bersama dua Brand Ambassador Wardah, Gita Safitri – gitsav dan Mega Iskanti – belum jadi nulis review event ini. Hiks). Yang ke-3, insight seru bersama para millenials, di event Optimis Aja Kominfo. Tiga event ini baru tertuliskan sebagian. Di web sana dan sini. 


Di akhir Agustus, kembali diberikan ruang berbagi oleh Dinas Pariwisata Lombok Tengah. Tepatnya, di event Temu Mitra Pariwisata. Kegiatan berkonsep Focus Group Discussion (FGD), dan mengangkat tema ‘Sinergi Pengembangan Promosi Desa Wisata Melalui Sosial Media’. Selasa, 2 Agustus 2019. 

Tutorial Sederhana Blogging Asyik 


FGD di Selasa pagi, dua hari lalu, menjadi pertemuan kedua saya bersama teman-teman pegiat desa wisata se-kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Alhamdulillah, niat berbagi kelas praktik, disetujui. Mengingat sebagian ‘teori’ tentang pentingnya optimalkan akun-akun sosmed untuk promosi, sudah dilakukan di kegiatan pertama. Yaitu, event Bimtek Promosi Desa Wisata Melalui Sosial Media, di akhir April 2019 lalu. 

Post ini meneruskan sebagian dari proses memulai blogging. Tutorial sederhana, semata agar semoga mudah dan bisa langsung dicoba sendiri. Di sini, saya fokus pada proses membuat post blog. Panduan sangat sederhana, karena tidak melibatkan proses tambahan lain, apalagi sampai menerapkan prinsip SEO (Search Engine Optimation). 

Pertama, membuat post atau tulisan baru. 


Kedua, proses menulis. Empat yang utama, membuat Judul Tulisan, menambahkan Isi Tulisan, menambahkan Media (foto atau video) dan menayangkan tulisan (Tayang atau ‘Publish’). 



Ketiga, memastikan tulisan sudah berhasil tayang (publish). Di contoh gambar yang saya sertakan, daftar tulisan yang tayang akan memunculkan masing-masing tiga fitur. Fitur Edit, memungkinkan kita mengedit kembali tulisan. Fitur View atau 'Lihat Tulisan', untuk memunculkan utuh satu tulisan kita. Fitur Delete atau 'Hapus', berfungsi persis seperti nama fiturnya.



Saya terbiasa menulis isi menggunakan fitur word dari Windows. Jika terpaksa, kini juga sering memanfaatkan fitur notepad di HP. Dua kebiasaan ini, membuat arsip-arsip tulisan saya bisa tersimpan. Meski misalnya blog atau web yang menayangkan tulisan saya sudah ‘mati’ (dan jadi tidak bisa diakses). 

Cara Menambahkan Embed Post Instagram 


Khusus tips ini, masih sedang diperdebatkan. Sekitar tiga pekan lalu, Google memperingatkan tidak berfaedahnya menambahkan embed post instagram di tulisan-tulisan blog kita. Inti peringatan tersebut, kurang lebih, bahwa ada kode tertentu di link embed ini yang membuatnya tidak terlacak sistem ‘pembaca’ Google. Konsekuensinya, bisa menganggu upaya membuat blog kita di indeks yang kita inginkan. Doh, entah ini kalimatnya benar atau tidak. Yang jelas, ambil kalimat intinya saja, Google pikir, embed post IG itu un-faedah. Gitu saja ya ^^

Cantiknya Desa Wisata Bonjeruk Bisa Kamu Intip Di Sini




Another splitter by @photoscape . Yang ini, versi mengejar peer tulisan. Entah sejak kapan, setahun terakhir, momen datang bulan selalu dibarengi migren parah. Awal puasa ini, kumat lagi tiga hari. Akhirnya, bahan-bahan tulisan mengendap dan jadi -basi-. Walau tetap saja bisa ditulis sebagai bahan update blog personal. . Kembali berbagi sedikit pengetahuan, jejak eksis bersosial media dari tahun 2005 lalu. Alhamdulillah masih diberi rezeki menjaganya sampai sekarang. Menulis, berbagi hal positif dan inshaAllah selalu ikhtiar untuk konsisten. . Bimtek Media Sosial, Strategi dan Pengembangan Promosi Desa Wisata - Bersama Dinas Pariwisata Lombok Tengah. Grand Royal Hotel, Praya, Jumat 26 April 2019. . Terima kasih kepada Keluarga Besar @genpilomboksumbawa , atas jejaring positifnya, bersinergi membangun pariwisata Lombok Sumbawa. . #mombloggerlombok #travelbloggerlombok #GenPI #GenPIIndonesia #GenPILombokSumbawa
Sebuah kiriman dibagikan oleh Muslifa Aseani (@bunsal88) pada

Oia, mengapa butuh embed post IG? Menurut saya, sedikit lebih efektif dibandingkan proses capture, edit dan pasang post foto atau video tertentu yang kita butuhkan. Kalau embed post, cukup klik tiga titik di pojok kanan atas post IG, ambil link embed-nya, copy dan paste di mode html di kotak menulis blog. 

Saya cantumkan contoh hasil embed post dulu saja ya. Tutorialnya di tulisan yang terpisah. Biar tetap rajin kunjungi blog ini. Setuju kan? ^^ 

Alhamdulillah. Sekarang, satu persatu ‘hutang’ tulisan saya terbayar. Semoga tutorial di tulisan ini, sudah cukup membantu. Aamiin.

No comments:

Post a Comment