Vihara Buddhagaya, Kota Lama dan Resto Oen Semarang di Famtrip Bloger 2018

Apa yang terbaik dari kenangan? Tak sekadar momen-momen indah tentu saja. Terjalinnya silaturahmi, bertemunya kisah-kisah tak terceritakan di sekian tahun berselang. Tentu juga sudut-sudut tertentu di satu kota, bangkitkan ribuan kisah lainnya. Tak bisa cukup terwakilkan di banyak kata sifat serba positif. 

Demikian yang saya rasakan, saat tetiba dihubungi japri (jalur pribadi) WA, oleh seseorang yang sebutkan saya akan hadir di Semarang. Kota kelahiran suami dan putra bungsu saya. Kota yang pernah saya tinggali, menjadi keluarga besar. Keluarga besar sedarah, keluarga besar bertalikan ke-serba-baikan. 


Kontak pertama di sekitar bulan Februari, saya baru benar-benar ‘berani’ mengabarkannya persis di dua minggu sebelum berangkat. Alhamdulillah, ternyata saya benar terpilih, satu di antara belasan bloger se-Indonesia. Bloger yang diundang menikmati destinasi-destinasi wisata terbaik kota Semarang, dengan acara puncak di Semarang Night Carnival. 

Pandu - Bloger Bali dan Adityar - Bloger Makassar, trip-mate saya dari bandara Juanda. Safely landed at A Yani Semarang. Dokpri

Jika saja tak ingat resiko kamu yang membaca ini akan bosan, rasa-rasanya kata ‘Alhamdulillah’ akan bertebaran hampir di setiap paragraf. Bagaimana tidak bersyukur. Sejak menetap kembali di Lombok awal 2014 lalu, mudik ke Semarang masih saja hanya wacana. Selain karena saya tak pintar menabung ongkos mudik, anak-anak yang sudah bersekolah membuat harus berhitung tepat dengan rencana pulang ke Semarang. 

Solo trip BIL, Juanda dan A Yani 

Setahun terakhir, kembali saya seringkali lakukan solo trip. Perjalanan panjang tiga bandar udara saat menjadi Mombassador SGM di Agustus tahun lalu. Berulang selang tiga bulan kemudian. Tiga bandara lagi di sailing trip Labuhan Bajo. Kali ini, transit saya di Juanda, bandara kota metropolis Surabaya. 

Tidak benar-benar solo, karena di bandara ini pula saya bertemu dua rekan bloger. Mas Pandu dari Bali dan Adityar dari Makassar. Obrol sana-sini, mereka berdua ternyata jejaring dari rekan bloger saya lainnya. Para mom bloger dari Semarang, juga bloger sana sini, Daeng Ipul (karena Daeng Ipul sudah menjelajah sebagian besar Indonesia). 

Usai bersabar dengan delay 15 menit, pesawat yang saya tumpangi akhirnya lewati siluet Simpang 5 Semarang yang femes. Sayang, bidikan saya kurang tepat. Berputar sekali, yang terlihat dari jendela hanya petak-petak tambak di sisi utara Semarang. Uraikan kisah-kisah lama, saat saya berempat (suami dan dua anak) berenang di pantai Cipta. Juga tentang 5 kg ikan tengiri, strike dari joran tegeg berbekal 12 mata kail yang saya bekal. Di trip mancing pertama saya di dam hijau. Doh, ada yang mau terima saya jadi editor web konten di Semarang? *eh 


Perjalanan awal hari pertama, Jumat 4 Mei lalu. Iyap, dapatkan undangan dari Badan Promosi Pariwisata serta Dinas Budaya dan Pariwisata kita Semarang, saya sungguh beruntung. Famtrip Bloger 2018, berlangsung tiga hari dua malam, 4 sampai 6 Mei 2018. Keberuntungan berikutnya, saya beroleh extend. Perpanjang tiket kepulangan, sampai Selasa 8 Mei. 

Vihara Buddhagaya Watugong, Kota Lama dan Resto Oen Semarang 

Safely landing di Bandara A Yani, Semarang, buncah rindu saya mengurai perlahan. Sekotak snack pengganjal makan siang langsung saya buka. Batuk hebat di seminggu terakhir, kini saya bekali inhaler saja. Iya, batuk yang berujung asma. Namun, satu tahu bakso terlalu menggoda selera. Jadi, saya abaikan batuk, ambil dan habiskan dulu tahu bakso. Masih ada pula sepotong roti Gandjel Rel, ikon kuliner berikutnya kota Semarang. Lumpia berisi rebung manis (yang sebenarnya masih saja tertolak otak dan lambung saya, karena lidah Lombok saya kadung mengecap rebung sebagai sayur santan pedas) di urutan cemilan ke-3. Tak tertahan, kenangan 9 tahun menetap di Semarang, mbrojol. Berkelebatan. 

Ikan Bakar Cianjur di makan siang hari pertama. Dokpri
Bundaran Kalibanteng, persis depan bandara, adalah tentang saya memacu motor dari Banyumanik. Membayar janji bertemu teman milis di perumahan Tanah Mas. Entah tahun berapa, yang saya ingat, beliau bernama ibu Janti. Juga banyak kopdar lainnya. Mbak Ika, teman milis dari Surabaya yang punya keluarga, juga di Tanah Mas. 

Bus rombongan melewati kompleks Sam Po Kong. Saya yang membayar kangen tentang Semarang, memaksa mbak Nila (tour guide) membiarkan saya menjelaskan ini itu. Rombongan saya bertambah dengan dua bloger Malaysia. Wan Rozza dan Amy, demi apa, mereka duo bloger super ramping. Hih .. (default emak-emak, iri super positif setiap melihat tubuh ramping J). 

Bloger lainnya sudah lebih dulu ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan berakhir makan siang di resto Ikan Bakar Cianjur (IBC). Huhuhu. Sayang banget, nggak bisa ikutan eskplor MAJT. 

Satu porsi ikan bakar dan ayam goreng dengan sambal lalapan menanti. Cemilan dari kotak snack belum memuaskan pasukan cacing di perut. Akhirnya, karena tak mau berujung ke UGD, ikan bakar saya abaikan. Meski justru inilah menu high recommend IBC. Maaf, ya. 


Usai makan siang, berkumpul dengan bloger lainnya di bus besar, rombongan bergerak ke spot ke-2. Vihara Buddhagaya Watugong. Yass, ini vihara yang sejak dibangun sampai eksis, terus menerus batal saya kunjungi. Akhirnya, berjodoh juga. 

Vihara Buddhagaya Watugong Semarang. Dokpri
Sebagian kisah sejarah vihara diceritakan di ruang ini. Dokpri
Ish, hampir saja terlupa. Di perjalanan dari bandara, rombongan saya ditemani Kenang dan Denok Semarang 2018. Bergiliran mereka menjelaskan Semarang jaman now. Menyenangkan, terutama buat Pandu dan Adityar. *eh 

Sampai di vihara, seperti kebanyakan travel bloger, akhirnya mencari angle bidikan terbaik. Syukurnya, persis di pintu gerbang utama, papan besar ‘petunjuk’ spot foto tercantum dengan jelas. Keberuntungan berikutnya, pengurus vihara berkenan ceritakan detail sejarah vihara. Sebagian di awal saya rekam, entah untuk bisa saya edit kapan (huhuhu). 

Satu sudut Kota Lama Semarang. Dokpri
Dua orang dari negeri ginseng, siap perform di event Pertunjukan Kesenian Khas di Taman Srigunting.Dokpri
Sepertinya, akan buat post terpisah saja. Saya harus bersegera mengajak kamu semua, nikmati Semarang Hebat 2018. Kali ini, di Kota Lama Semarang. Bagi saya, banyak sisi baru indah di Kota Lama. Memulai di Taman Srigunting, persis di samping Gereja Blenduk. Berikutnya, habiskan waktu di Galeri Kreatif Semarang. Beranjak menuju bus, welcome dinner di Resto Oen menjelang. 

Semarang Kreatif Galery di Kota Lama. Dokpri
Ya ampun, boleh jadikan di post terpisah juga? Terlalu banyak sisi dan kisah baru Kota Lama yang pantas saya tuliskan. Buat kamu. Iya. Kamu seorang. 


Sampai di Resto Oen, masih juga kenangan lama nan indah mengekor. Masih tentang meet up teman milis, kali ini, ibu-ibu di milis Balita Anda (dadah-dadah ke Mbak Oni, Uci dan Yesi). Lagi-lagi saya harus menahan diri. Potongan timun segar di salad sayurnya, memaksa saya tidak bisa mengecap kelezatan menu spesial puluhan tahun restoran ini. Namun, bistik daging dan menu-menu lezat lainnya tetap perfek menjadi pelipur derita (halah). Musik dengan lagu tahun 60-an juga riang terdengar dari ruang belakang. Ternyata, ada yang karaoke bersama beberapa teman sepuh. Usai makan bersama, Ibu Masdiana Safitri SH, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata kota Semarang hadir dan apreasi peserta Famtrip Bloger dengan kalungkan selendang batik Semarangan. 

Wefie dulu, makan kemudian. Rrr, itu sosok berdiri paling belakang, semoga hanya efek cahaya saja yak. Dokpri
Satu pajangan khas di New Metro Hotel, Semarang. Dokpri
Keseruan masih belum selesai. Istirahat malam pertama di New Metro Hotel, tak jenakkan ekstasi segera kunjungi spot berikutnya. Di hari ke-2. Sedihnya, demi saya sayang nafasmu, ijinkan saya tuliskan Kampung Pelangi, Taman Kasmaran, Kampung Alam Malon dan Semarang Night Carnival di tulisan berikutnya. Kamu, masih mau membacanya kan?

20 comments:

  1. Bener banget, kalo ngumpul kerasa sodara ya.... Hehehehe he, next time semoga bisa diajak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Sol. Ayok, kapan kumpul rasa sodara ke Lombok.
      Kabar2i lho ya.

      Delete
  2. Wah asyik ney ngumpul sesama blogger.. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap bang Didit.
      Dong ayok, kapan jadi bukber bloger Lomboknya ni.

      Delete
  3. Lengkap cwritanya jadi bikin flashback ke hari itu Mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget mbak Nia.
      Niat hari nulis famtrip, baru hari pertama saja sudah sepanjang ini ternyata.

      Susah move on dari Semarang Hebat yang sekarang.

      Delete
  4. Mbak, baca kisah perjalananmu seru bangeet, dan emang sih di Semarang banyak sekali tempat-tempat keren yang wajib dikunjungi, apalagi Semarang yang sekarang pun sudah berbenah banyak dibandingkan dulu. Saya jadi kangen ke Semarang juga nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyyyaa, seseru menuliskannya ulang, jadi kepanjangaaan. :))

      Yuk, semoga bisa ngetrip bareng ke Semarang yaa.
      Jadi makin seru pake banget banget dah.

      Delete
  5. Wah, banyak juga ya, hebatnya cerita di Semarang. Saya harus mulai satu demi satu nih. Mumpung lagi tinggal di kota ini. Salamkenal mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Yuli. Wah, selamat datang di Semarang ya.
      Mulai deh diabsenin satu-satu spot keren Semarang. Jangan sampe nyesel spt aku, karena pas masih tinggal di Semarang, ntar sok ntar sok mainnya, malah jd nggak main beneran dah.

      Delete
  6. Serasa pulang kampung ya, Bunsal. Beruntung kita kemarin bisa ketemuan yaa, say

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyyyaa mbak Ika.
      Alhamdulillah juga bisa meet up ulang.

      Semoga meet up berikutnya di Raja Ampat yak..
      *pede-terus-menerus :))

      Delete
  7. Replies
    1. Dan ada akuuuu jugaaaa di blogmu..
      Ya ampun, ngakaknya jadi to be continued ..
      Apaaaa'aaan jadi upline MLM Soto Ayam Pak No .. :))

      Delete
  8. Meriahnyaaa, sayang kita ngga sempat ketemu yo mb, padat kaliii acaranya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyya Mbak Dedew, sayang banget. Acaranya paddaaaattt, sepadat jam sibuk di jalan2 utama kota Semarang.

      Meet up ulang next other time yaaaa..

      Delete
  9. Keren kaaak .. terpilih jadi salah satu belasan blogger se Indonesia untuk meliputi acara di Semarang 👍
    Tentu jadi pengalaman sangat berkesan ya.

    Semarang memang terkenal dengan bangunan2 kolonial dan chinnesse culturenya kuat ... keren dijelajahi.

    ReplyDelete
  10. Wah lengkap sekali informasi yang di sampaikan, sampai ndak sadar saya hanyut dengan bacaannya, T.O.B B.G.T

    ReplyDelete
  11. Warbiaasaah....!!
    Sangat lengakap dan detail informasi yang disampaikan, sampai hanyut saya dibuatnya ketika membacanya

    ReplyDelete
  12. Warbiaasaah....!!
    Sangat lengakap dan detail informasi yang disampaikan, sampai hanyut saya dibuatnya ketika membacanya

    ReplyDelete